Berita  

Gempa Panama Hari Ini: Dampak, Respons Pemerintah, dan Polemik Foto Selebritas

Gempa Panama Hari Ini: Dampak, Respons Pemerintah, dan Polemik Foto Selebritas
Gempa Panama Hari Ini: Dampak, Respons Pemerintah, dan Polemik Foto Selebritas

Sorothari – 14 Oktober 2026 | Gempa bumi dahsyat mengguncang Panama pada Jumat lalu, memicu serangkaian gempa susulan, termasuk gempa berkekuatan 6,1 yang terjadi pada Senin malam. Peristiwa ini tidak hanya mengguncang bangunan dan infrastruktur, tetapi juga memicu kontroversi di media sosial terkait unggahan foto seorang selebritas yang dianggap tidak sensitif. Hingga saat ini, pemerintah Panama telah menyatakan status darurat dan terus berupaya memulihkan kondisi di wilayah terdampak.

Menurut laporan dari United States Geological Survey (USGS), gempa utama yang mengguncang Panama pada Jumat, 9 Oktober 2026, tercatat memiliki magnitudo 7,7. Gempa ini terjadi pada kedalaman 10 kilometer dan berpusat di dekat kota kecil Pitaloza Arriba, di ujung selatan Panama. Guncangan kuat terasa hingga ke Panama City, di mana gedung-gedung tinggi dan jembatan terlihat bergoyang. Sejumlah bangunan, termasuk Katedral St John Baptist dan sebuah gereja lokal, dilaporkan rusak, dan sekitar selusin bangunan lainnya runtuh. Listrik padam di enam provinsi dan penerbangan di Bandara Internasional Tocumen sempat dihentikan sementara.

Baca juga:
Polemik E-KTP dan Pelayanan Administrasi Kependudukan: dari Tuduhan Korupsi hingga Program Jemput Bola

Momen dramatis terekam saat lima presenter televisi dari RPC Television sedang melaporkan secara langsung dari sebuah restoran. Dalam rekaman yang beredar, mereka tampak panik dan berlari menyelamatkan diri ketika guncangan semakin kuat. Gelas-gelas berjatuhan, lampu bergoyang, dan benda-benda di sekitar mereka beterbangan. Kejadian ini menjadi gambaran nyata betapa dahsyatnya gempa yang melanda negara tersebut.

Respons Pemerintah dan Bantuan Internasional

Presiden Panama, José Raúl Mulino, segera mengerahkan seluruh jajaran pemerintah untuk merespons bencana ini. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa apa yang terjadi tidak boleh digunakan untuk menimbulkan kepanikan atau kekacauan. Pemerintah kemudian menyatakan status darurat pada Sabtu, 10 Oktober 2026, untuk mengoordinasikan operasi bantuan dan mendukung masyarakat yang terkena dampak. Menteri Kepresidenan, Juan Carlos Orillac, mengatakan bahwa deklarasi ini akan memastikan lembaga pemerintah tetap siaga dan memiliki sumber daya yang diperlukan untuk membantu para korban.

Presiden Mulino juga membentuk komisi khusus untuk mengoordinasikan upaya bantuan, mengelola sumber daya, dan memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Di sisi lain, Barbados turut menunjukkan solidaritas. Duta Besar Barbados untuk Panama, Amanda Martinez, mengonfirmasi bahwa seluruh staf kedutaan dalam keadaan selamat dan bekerja dari jarak jauh sementara gedung kedutaan menjalani inspeksi keamanan struktural. Perdana Menteri Barbados, Mia Mottley, dalam pernyataan solidaritasnya, menekankan ikatan sejarah dan budaya yang kuat antara kedua negara dan menawarkan bantuan resmi. Ia menyebutkan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa, ketakutan dan ketidakpastian yang dialami keluarga dan komunitas sangat nyata.

Menariknya, Terusan Panama, salah satu jalur perdagangan paling kritis di dunia, tetap beroperasi selama gempa berlangsung. Meskipun pusat pengunjung sempat ditutup sementara selama akhir pekan, Otoritas Terusan Panama memastikan bahwa kanal itu sendiri tidak pernah tutup. Sementara itu, Zona Perdagangan Bebas Colon dan Bandara Internasional Tocumen sempat ditutup untuk penilaian keamanan, tetapi operasionalnya kini telah kembali normal.

Baca juga:
Presiden Prabowo Buka Suara soal Harga Mobil Dinas Maung Garuda, Polemik Ijazah Gibran, dan Ancaman Sanksi FIFA ke Burkina Faso

Kontroversi Foto Selebritas di Tengah Bencana

Di tengah upaya pemulihan, jagat maya dihebohkan oleh unggahan foto model dan influencer Panama, Gracie Bon. Wanita berusia 29 tahun yang memiliki 11,9 juta pengikut ini mengunggah foto dirinya di antara puing-puing bangunan yang roboh akibat gempa. Unggahan tersebut langsung menuai kritik pedas dari warganet yang menuduhnya menjadikan bencana alam sebagai ajang photoshoot.

Menanggapi hal tersebut, Gracie Bon angkat bicara melalui akun Instagramnya. Ia membantah tuduhan tersebut dan menjelaskan bahwa tujuannya adalah untuk menunjukkan kondisi nyata di pedesaan Panama yang menurutnya tidak terekspos secara memadai oleh media. Dalam pernyataannya, ia menulis, “Konteks: Semua berita di negaraku menunjukkan kota yang sempurna setelah gempa 8,0, tetapi kenyataan di pedesaan berbeda. Aku pergi ke sana untuk memberikan donasi dan juga mengambil foto untuk menunjukkan bagaimana keadaan sebenarnya. Bukan bagian yang cantik yang mereka coba tunjukkan.”

Gracie Bon, yang lahir dan besar di Panama City tetapi kini tinggal di Amerika Serikat, menegaskan bahwa ia tidak sedang berpose. “Aku tidak melakukan photoshoot atau berpose. Aku memberitahu kalian: lihat, seperti inilah Panama sebenarnya,” katanya dalam sebuah video yang dilaporkan oleh TMZ. Ia juga mengaku telah mengunjungi daerah terdampak untuk memberikan bantuan dan mendorong para pengikutnya untuk turut membantu. “Tidak ada korban jiwa, tetapi mereka kehilangan rumah dan semua yang telah mereka kerjakan seumur hidup. Aku ingin kalian semua melihat kenyataan yang terjadi di Panama, dan kurasa misi itu tercapai. Sekarang, tolong bantu. Keluarga-keluarga ini membutuhkan kita,” tambahnya.

Meskipun demikian, kritik tetap berdatangan. Banyak yang menilai bahwa kehadiran sosok selebritas di tengah reruntuhan justru mengalihkan perhatian dari penderitaan para korban. Namun, sebagian pihak lain membela Bon, menganggap bahwa niatnya untuk meningkatkan kesadaran dan donasi patut diapresiasi. Terlepas dari pro dan kontra, peristiwa ini menjadi pengingat akan sensitivitas yang diperlukan ketika seorang publik figur menyikapi bencana alam.

Baca juga:
Dinamika Terkini New Orleans: Dari Polemik Retribusi Kebersihan hingga Olahraga Komunitas

Hingga berita ini diturunkan, Institut Ilmu Pengetahuan Bumi Universitas Panama telah mencatat sedikitnya 416 gempa susulan sejak gempa utama, termasuk gempa berkekuatan 6,6 yang terjadi segera setelahnya. Pemerintah Panama terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan otoritas setempat. Sementara itu, upaya bantuan dan rekonstruksi masih terus berlangsung di berbagai wilayah terdampak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *