Berita  

Kemensos dan Pertamina Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Padang

Kemensos dan Pertamina Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Padang
Kemensos dan Pertamina Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Padang

Sorothari – 14 Oktober 2026 | Banjir bandang yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10) lalu telah menyebabkan ratusan warga terdampak. Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Pertamina Patra Niaga langsung bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas di masa tanggap darurat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa pihaknya memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. “Di tengah situasi seperti ini, kita perlu lebih peka melihat kebutuhan warga. Anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas mungkin membutuhkan bantuan khusus. Jangan sampai ada yang kesulitan mendapatkan makanan, perlengkapan sehari-hari, atau tempat istirahat yang layak,” ujar Gus Ipul di Jakarta, Rabu (14/10).

Baca juga:
Kasus Internet Starlink Yogi Masuk Pengadilan, Komdigi Siapkan Solusi Pembinaan Reseller Resmi

Bantuan dari Kemensos disalurkan melalui dua lokasi, yaitu gudang Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang serta gudang Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat. Dari BBPPKS Padang, disalurkan 80 paket makanan siap saji, 80 paket makanan anak, 120 lembar selimut, 40 lembar kasur, 40 paket family kit, dan 40 paket kidsware. Sementara itu, melalui Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, bantuan yang diberikan meliputi 30 paket makanan anak, 250 bungkus nasi, 30 paket family kit, 16 paket kidsware, 30 lembar selimut, dan 30 lembar kasur.

Banjir bandang ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Sabtu (10/10) pukul 12.00 WIB. Sekitar pukul 12.52 WIB, air sungai meluap secara tiba-tiba di Kecamatan Kuranji. Banjir kemudian meluas ke Kecamatan Koto Tangah dan Nanggalo pada siang hingga sore hari. Warga terdampak pun mengungsi ke sejumlah lokasi, di antaranya Lapau Munggu di Kelurahan Kuranji, Musala Al Ridwan di Kampung Tangah, Kelurahan Gunung Sarik, serta Masjid Al Hijrah dan Masjid Adam di Kecamatan Koto Tangah.

Berdasarkan laporan penanganan bencana per Rabu (14/10) pukul 07.45 WIB, tercatat 743 jiwa terdampak. Namun, sebagian besar warga yang sempat mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing setelah air surut. Dari sisi kerusakan materiil, dilaporkan sebanyak 120 rumah terendam, satu rumah rusak berat, dan empat rumah rusak sedang. Banjir juga menyebabkan tanggul Sungai Lapau Munggu jebol serta akses jalan sepanjang sekitar 100 meter terputus di kawasan PDAM Guo, Kecamatan Kuranji. Infrastruktur PDAM dan tiang listrik di Kampung Guo turut terdampak. Beruntung, tidak ada korban meninggal dunia maupun luka-luka yang dilaporkan.

Baca juga:
UNIQLO Perkenalkan Koleksi Hijab Perdana di Indonesia, Intip Tiga Variannya

Selain Kemensos, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga turun tangan menyalurkan bantuan. Perusahaan energi tersebut memberikan paket sembako, LPG untuk dapur umum, serta kebutuhan ibu dan anak dan perlengkapan pengungsian lainnya. Bantuan ini disalurkan bersama pemerintah daerah setempat. Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan apresiasi. “Terima kasih atas kepedulian Pertamina. Terima kasih atas perhatian dan bantuannya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat kami. Mulai dari sembako dan kebutuhan lainnya untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Silvani Maiyestuhariani, menegaskan komitmen perusahaan. “Melalui aksi tanggap bencana ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat sinergi dan hubungan baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat,” tuturnya.

Proses pemulihan masih terus berlangsung. Material lumpur masih menutupi sejumlah kawasan permukiman. Tim gabungan yang terdiri dari unsur Kemensos, Tagana, pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, serta relawan terus bergotong royong melakukan pembersihan lingkungan dan perbaikan infrastruktur vital yang rusak. Gus Ipul juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. “Pekerjaan kita masih berlanjut. Mari terus bekerja bersama, mendengarkan kebutuhan warga, dan membantu mereka melewati masa sulit ini,” pungkasnya.

Baca juga:
Gebrakan Lima Hari, Kepala BGN Sudaryono Pecat 261 Pegawai karena Dugaan Pelanggaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *