Sorothari – 18 Oktober 2026 | Pemilik restoran India di London, Harman Singh Kapoor, yang menjalankan Singh’s Dining by Rangrez, mengajukan permohonan bantuan publik setelah bisnisnya dilanda gelombang ulasan negatif dan serangan siber. Permohonan ini muncul menyusul kontroversi video yang ia unggah terkait Gaza, serta kebijakan restoran yang tidak menyajikan daging halal. Restoran yang terletak di Fulham, London Barat, ini sebelumnya dikenal sebagai Rangrez, yang telah beroperasi selama sekitar 16 tahun sebelum akhirnya ditutup pada Februari lalu.
Kapoor, seorang restaurateur Sikh, memposting video pada akhir September yang mempertanyakan mengapa sebuah bangunan di Gaza masih berdiri di tengah kehancuran. Dalam video tersebut, ia menampilkan gambar udara sebuah struktur yang ditandai dengan lingkaran merah—diidentifikasi sebagai Al-Qadisia Girls School—dan menuduhnya digunakan sebagai basis ‘Israel’. Ia secara langsung menantang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Pasukan Pertahanan Israel. “Sekarang saya bertanya kepada Bibi dan IDF… mengapa bangunan ini masih berdiri di Gaza,” ujarnya dalam video itu. Beberapa hari sebelumnya, ia bahkan mendesak Netanyahu untuk ‘MENGHANCURKAN SETIAP RUMAH’ di Gaza. Video ini memicu kecaman luas, terutama dari pengguna pro-Palestina yang menilainya mengejek kehancuran di Gaza.
Baca juga:Akibatnya, restoran Singh’s Dining by Rangrez dibanjiri ulasan bintang satu di Google. Kapoor juga mengklaim situs web restorannya terkena serangan siber yang membuatnya tidak dapat diakses, sehingga pemesanan online terganggu. Pada 12 Oktober, Kapoor merilis video permohonan bantuan. Dalam unggahan di platform X pada 12 Oktober, ia menyatakan bahwa restorannya sedang kesulitan membayar sewa dan menghadapi ancaman proses hukum dari pemilik properti. Ia juga menuduh Google hanya menerima ulasan bintang satu palsu sementara ulasan bintang lima asli dari pelanggan tidak dipublikasikan. “Hari ini, saya menelan harga diri saya dan meminta bantuan Anda untuk menyelamatkan restoran saya,” tulisnya. Ia mendesak orang-orang untuk memesan meja dan membagikan permohonannya.
Kapoor menekankan kebijakan non-halal restorannya dan meminta pelanggan mendukung bisnisnya agar tetap beroperasi. “Menjalankan restoran bukan sekadar bisnis bagi saya. Ini adalah gairah, mata pencaharian, dan sesuatu yang telah saya bangun dengan kerja keras,” tulisnya. Ia mengklaim bahwa ulasan bintang lima asli tidak dipublikasikan, sementara ulasan bintang satu diterima. Tudingan Kapoor tentang penanganan ulasan oleh Google belum diverifikasi secara independen. Kebijakan Google melarang keterlibatan palsu dan mengharuskan ulasan mencerminkan pengalaman pelanggan yang genuine.
Baca juga:Selain itu, Kapoor juga melaporkan bahwa situs web restorannya terkena serangan siber yang menyebabkan kerugian bisnis lebih lanjut. Ia kemudian mengumumkan bahwa situs web telah kembali online dan restoran tetap buka. Dalam sebuah pernyataan, ia menyebut serangan tersebut sebagai tindakan radikal yang mencoba mengganggu bisnisnya.
Kontroversi ini bukan yang pertama bagi Kapoor. Sebelumnya, ia menjalankan Rangrez, restoran India di Fulham Palace Road, Hammersmith, London Barat. Restoran itu beroperasi sekitar 16 tahun sebelum ia mengumumkan penutupannya pada Februari lalu. Kapoor menuding biaya yang meningkat, pelecehan online, gangguan berulang, dan kurangnya dukungan polisi sebagai penyebabnya. Kebijakan non-halal restoran menjadi pusat kontroversi setelah Kapoor secara mencolok mengiklankan identitas non-halalnya. Sebuah tanda di luar restoran bertuliskan, “Dengan bangga, kami tidak menjual Halal.” Kapoor mengaitkan keputusan ini dengan keyakinan Sikhnya, dengan mengatakan ia lebih memilih daging jhatka, yang melibatkan penyembelihan hewan dengan satu pukulan cepat dan dianggap sah secara agama oleh sebagian komunitas. Di tengah perselisihan, restoran Rangrez ditutup. Ia menambahkan, “Biaya yang meningkat, pelecehan online yang berkelanjutan, gangguan berulang dan serangan oleh orang Pakistan serta kurangnya dukungan yang memadai dari Polisi Metropolitan telah membuatnya mustahil untuk melanjutkan.”
Baca juga:Meskipun demikian, Kapoor tidak menyerah. Ia membuka Singh’s Dining by Rangrez, namun kini menghadapi tantangan serupa. Permohonannya untuk dukungan publik menuai beragam reaksi. Sebagian pihak mengkritik pernyataannya tentang Gaza dan kebijakan non-halal, sementara yang lain mendukung haknya untuk menjalankan bisnis sesuai keyakinannya. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Google terkait tuduhan Kapoor. Restoran Singh’s Dining by Rangrez masih beroperasi, dan Kapoor berharap publik dapat memberikan dukungan dengan memesan meja atau memberikan ulasan positif yang asli. Kasus ini menyoroti tantangan yang dihadapi pemilik bisnis kecil di tengah polarisasi opini online dan dampak dari pernyataan kontroversial di media sosial.












