Sorothari – 18 Oktober 2026 | Serangan Houthi ke Arab Saudi semakin masif dalam beberapa pekan terakhir, menargetkan sejumlah bandara sipil dan objek vital di Kerajaan. Eskalasi ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga mengancam agenda internasional, termasuk penyelenggaraan Piala Asia 2027. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) membuka opsi penundaan turnamen tersebut menyusul situasi keamanan yang memburuk di Arab Saudi.
Presiden AFC, Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, menyatakan bahwa pihaknya dapat menunda Piala Asia 2027 hingga 2028 jika kondisi tidak memungkinkan. “Jika kami perlu mengambil keputusan, kami akan melakukannya, tetapi kami bisa menunda turnamen selama satu tahun ke 2028 jika memang dibutuhkan,” ujar Salman, seperti dikutip dari goal.com. Pernyataan ini muncul setelah serangan Houthi ke Arab Saudi kian intensif dan mengancam keselamatan warga sipil serta agenda internasional di negara tersebut.
Baca juga:Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Maliki, mengungkapkan bahwa sejak awal Oktober, serangan Houthi ke Arab Saudi telah menewaskan 19 orang dan melukai 364 lainnya. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran utama dengan 20 serangan sejak awal Oktober. “Tujuh belas orang tewas dan 333 lainnya terluka dalam serangan terhadap bandara tersebut antara 7 hingga 11 Oktober,” kata Al-Maliki dalam konferensi pers yang disiarkan Alekhbariya News. Selain itu, dua orang tewas dan 28 lainnya terluka dalam serangan terhadap Bandara Internasional Abha di wilayah Asir, barat daya Arab Saudi.
Penutupan Bandara Internasional King Khalid sejak 10 Oktober lalu memaksa pelancong mencari rute alternatif untuk memasuki Riyadh, meningkatkan biaya logistik. Otoritas bandara mengeluarkan Notis kepada Juruterbang (NOTAM) yang menetapkan operasi disambung semula pada tengah malam Sabtu waktu setempat, namun masih dapat ditinjau ulang. Pengamat penerbangan dari Aviation Advocacy, Andrew Charlton, menilai NOTAM tersebut bisa diperpanjang. “Notis itu memiliki tanggal kedaluwarsa ketika dikeluarkan dan tidak serta-merta penutupan akan berakhir seperti yang ditetapkan,” ujarnya. Charlton menambahkan bahwa keselamatan publik harus diutamakan dan bandara berpotensi terus ditutup jika serangan berlanjut.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal, mengecam keras serangan Houthi yang menyasar Makkah dan Madinah. “Tindakan permusuhan yang dilakukan oleh milisi Houthi ini, milisi teroris Houthi ini sampai ataupun menargetkan tempat-tempat yang paling suci di muka bumi ini, yaitu Makkah Al-Mukarramah dan Madinah Al-Munawwarah,” kata Faisal dalam jumpa pers di Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026). Menurutnya, serangan tersebut melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Faisal juga menyoroti serangan Houthi terhadap pelayaran internasional di Selat Bab el-Mandeb dan Laut Merah yang mengancam keamanan navigasi kapal dagang serta rantai pasok global.
Baca juga:Pemerintah Arab Saudi menuduh Iran mendukung serangan Houthi ke wilayahnya dengan memasok senjata dan melatih milisi. Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi bidang Diplomasi Publik, Rayed Krimly, menyatakan bahwa eskalasi terbaru didorong oleh Iran. “Iran terus mempersenjatai, melatih, dan mendukung milisi Houthi yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Kami berpendapat bahwa eskalasi yang dilakukan oleh Houthi pada tahap terbaru konflik ini didorong oleh Iran,” jelas Krimly dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/10/2026). Namun, tuduhan ini bertentangan dengan tawaran Iran untuk menjadi mediator antara Arab Saudi dan Houthi. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam panggilan telepon dengan Menlu Arab Saudi, Faisal bin Farhan, pada 11 Oktober 2026, menekankan bahwa diplomasi adalah jalan terbaik. “Bersikeras pada pendekatan militer dan mengabaikan solusi politik hanya akan semakin memperumit situasi,” kata Araghchi.
Krimly mengakui adanya tawaran mediasi dari Iran, namun Teheran dinilai belum menindaklanjuti dengan konsesi yang diperlukan. Arab Saudi juga telah mengajak Houthi berunding di Muscat, Oman, tetapi ditolak. “Pada awal eskalasi ini, kami meminta mereka untuk bertemu di Muscat, Oman, dan mereka menolak. Ini adalah komunikasi terakhir yang terjadi beberapa minggu lalu,” ujar Krimly. Houthi melalui juru bicaranya, Yahya Saree, menyatakan akan terus menggempur Arab Saudi. Konflik ini juga berkaitan dengan perang yang masih berlangsung di Yaman.
Sejak kudeta Houthi terhadap pemerintah Yaman pada 2014, Arab Saudi terus mendorong solusi politik dan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai USD 12,6 miliar selama periode 2012-2026. Namun, upaya perdamaian tersebut tidak mendapat respons positif dari Houthi. Serangan terhadap bandara sipil seperti Bandara Abha, Bandara Internasional King Khalid, dan Bandara King Fahd terus berulang. Hingga saat ini, ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi masih berlanjut, dan komunitas internasional diminta mengambil langkah tegas untuk menjaga stabilitas kawasan.
Baca juga:











