Berita  

Calo Rekrutmen TNI AD di Maluku dan Seruan Integritas Seleksi Prajurit

Calo Rekrutmen TNI AD di Maluku dan Seruan Integritas Seleksi Prajurit
Calo Rekrutmen TNI AD di Maluku dan Seruan Integritas Seleksi Prajurit

Sorothari – 05 Oktober 2026 | Praktik percaloan dalam rekrutmen TNI AD kembali mencuat setelah seorang anggota TNI berinisial Serma SU diduga menipu warga Desa Fukweu, Kecamatan Sanana Utara, Kepulauan Sula, Maluku Utara, dengan nilai mencapai Rp 112 juta. Kapendam XV/Pattimura, Kolonel Inf Adi Swastika, mengungkapkan bahwa Serma SU kini berstatus buron atau daftar pencarian orang (DPO) karena tidak hadir tanpa izin di kesatuannya. “Serma SU saat ini sudah berstatus DPO karena tidak hadir tanpa izin di kesatuannya. Perkara penipuan juga telah ditangani,” kata Adi dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).

Dugaan penipuan ini dilaporkan oleh S, orang tua korban, setelah Serma SU tidak dapat dihubungi lagi. Menurut Adi, kasus tersebut terkait proses penerimaan calon siswa (casis) TNI AD untuk Tamtama Gelombang I dan II tahun 2026. “Kasus lama terkait penerimaan Tamtama Gelombang I dan II tersebut baru dilaporkan oleh S selaku orang tua korban setelah Serma SU tidak bisa dihubungi dan melarikan diri,” jelasnya. Korban telah menyerahkan uang Rp 112 juta agar anaknya diluluskan menjadi anggota TNI AD, namun anak tersebut gagal lolos seleksi.

Baca juga:
Bapenda di Berbagai Daerah Genjot Inovasi Layanan Pajak, dari Fitur Digital hingga Gebyar

Adi menegaskan bahwa tindakan penyerahan uang tersebut merupakan perbuatan oknum, bukan institusi TNI AD. “Terkait tindakan penyerahan uang senilai Rp 112 juta kepada Serma SU dalam proses penerimaan Tamtama gelombang I dan II Tahun 2026. Ini tindakan oknum, bukan institusi,” tegasnya. Saat ini, kasus tersebut telah ditangani melalui mekanisme hukum yang berlaku di Pomdam XV/Pattimura. Serma SU juga tercatat melakukan desersi dari kesatuan dan ditetapkan sebagai DPO oleh Pomdam XV/Pattimura.

Kodam XV/Pattimura Tegaskan Rekrutmen Gratis

Menanggapi kejadian tersebut, Kodam XV/Pattimura menegaskan bahwa proses penerimaan prajurit TNI AD tidak dipungut biaya dan tidak menggunakan sistem titipan maupun jaminan kelulusan. Kapendam XV/Pattimura, Kolonel Inf Adi Swastika, menyampaikan bahwa Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto telah berulang kali mengingatkan masyarakat mengenai ketentuan tersebut. “Setiap pelanggaran werving akan diproses hukum dengan sanksi berat hingga tindakan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH),” ujarnya.

Adi menambahkan bahwa penyalahgunaan proses werving atau percaloan merupakan tindakan ilegal dan termasuk pelanggaran pidana. Penindakan berlaku bagi oknum yang meminta, menerima, maupun menjadi perantara dalam praktik tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menawarkan kelulusan melalui pembayaran sejumlah uang. “Apabila masyarakat menemukan indikasi penipuan atau percaloan, diharapkan segera melaporkan ke Kodim atau Koramil terdekat, agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” ucapnya. Penindakan terhadap setiap pelanggaran merupakan bagian dari upaya menjaga integritas dan transparansi proses rekrutmen TNI AD.

Baca juga:
10 Oktober 2026: Hari Sabtu, Ini Penjelasan Kalender Masehi, Hijriah, dan Jawa

Rekrutmen Khusus Putra Dayak di Kalimantan

Di sisi lain, TNI AD membuka kesempatan bagi putra-putri Dayak di Kalimantan Tengah melalui rekrutmen calon prajurit TNI AD yang dibuka oleh Kodam XXII/Tambun Bungai mulai Oktober 2026. Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, mengajak generasi muda Dayak untuk memanfaatkan peluang tersebut. “Mabes TNI melalui Kodam XXII/Tambun Bungai menerima calon Bintara dan Tamtama baru, kalau tidak salah sekitar 2.000 orang, khusus untuk kita orang Dayak,” kata Halikinnor di Sampit, Minggu (4/10/2026).

Rekrutmen khusus ini merupakan bagian dari upaya TNI AD memperluas partisipasi putra daerah dalam penguatan sumber daya manusia pertahanan. Pemerintah daerah mendorong pemuda Kotim yang memenuhi syarat untuk mempersiapkan diri sejak awal, baik administrasi maupun kemampuan yang dibutuhkan. Calon peserta dapat mendatangi Koramil setempat untuk mendapatkan pendampingan. “Bapak-Ibu yang punya anak ada minat untuk menjadi tentara, nanti persyaratannya juga sudah dibantu oleh pihak Kodam. Tinggal membawa KTP datang ke Koramil-Koramil setempat, nanti persyaratan dibantu oleh Koramil,” ujar Halikinnor. Penerimaan tersebut mulai berjalan sejak 1 Oktober 2026 dan berada dalam lingkup Kodam XXII/Tambun Bungai yang membawahi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Sosialisasi dan Pameran Alutsista

Upaya sosialisasi rekrutmen TNI AD juga dilakukan di berbagai daerah. Di Desa Pembaharuan, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, anggota Koramil 414-05/Kelapa Kampit, Sertu I Kadek Edi P., melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga pada Sabtu (3/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Warung Mak Desi, Jalan Bahagia, ini menyampaikan informasi terkait pembukaan pendaftaran atau rekrutmen TNI AD tahun 2026. Selain itu, Danpussenif Letjen TNI Iwan Setiawan membuka Pameran Alutsista TNI AD di Jalan Jenderal Sudirman, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (3/10/2026). Pameran ini menampilkan berbagai alutsista modern seperti Meriam 155 mm GS Caesar, Ranpur Anoa AP, Ranpur M113 A1 AP, Ranpur Komodo, Ranpur Arisgator, Ransus UTV, Ransus Transporter, serta persenjataan infanteri lainnya. Masyarakat juga dapat menikmati kegiatan seperti pawai ranpur, photo booth, game, mobil musik, UMKM, dan informasi rekrutmen TNI. Pameran berlangsung hingga 5 Oktober 2026, pukul 08.00–21.00 WIB.

Baca juga:
Iran Ancam Balas Serangan AS di PLTN Darkhovin, Tegaskan Akan Ambil Tindakan Tepat

Kasus dugaan percaloan oleh Serma SU masih dalam penanganan Pomdam XV/Pattimura. Serma SU hingga kini berstatus DPO dan belum tertangkap. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan melaporkan segala bentuk kecurangan dalam rekrutmen TNI AD. Sementara itu, rekrutmen khusus putra Dayak dan berbagai sosialisasi terus berjalan sebagai upaya TNI AD menjaring prajurit berkualitas dari seluruh penjuru negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *