Sorothari – 06 Oktober 2026 | Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh menegaskan pentingnya efisiensi aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan produktivitas dan memastikan pelayanan publik memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini disampaikan Zudan saat memberikan pembinaan kepada pejabat struktural Kabupaten Banyumas di Pendopo Sipanji Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Senin (5/10/2026).
Zudan menjelaskan bahwa tujuan akhir dari tata kelola negara adalah kebahagiaan rakyat. Oleh karena itu, seluruh elemen ASN harus fokus pada produktivitas dan efisiensi agar visi-misi daerah dapat tercapai secara optimal. “Tujuan akhir dari keberhasilan tata kelola negara adalah ketika rakyatnya merasa bahagia. Untuk itu, seluruh elemen ASN harus fokus pada produktivitas dan efisiensi agar visi-misi daerah dapat tercapai secara optimal,” kata Zudan.
Baca juga:Menurut Zudan, efisiensi tidak semata-mata berarti memangkas anggaran. Efisiensi harus dilihat dari kemampuan pemerintah menghasilkan manfaat sebesar-besarnya melalui sumber daya yang tersedia. Pengukuran efisiensi dan produktivitas kinerja ASN dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan, salah satunya dengan melihat rasio antara biaya yang dikeluarkan dan keluaran atau output yang dihasilkan. “Setiap anggaran belanja yang dikeluarkan pemerintah harus mampu menghasilkan nilai manfaat yang jauh lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Pendekatan tersebut membuat keberhasilan sebuah program tidak cukup hanya diukur berdasarkan penyerapan anggaran. Pemerintah daerah juga perlu melihat apakah belanja yang dikeluarkan benar-benar menghasilkan perubahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Zudan menambahkan bahwa pengukuran produktivitas perlu dilakukan berbasis organisasi perangkat daerah (OPD). Tingkat produktivitas dan indeks kinerja masing-masing perangkat daerah harus dapat dilihat secara terukur. Dengan pola tersebut, setiap OPD diharapkan memiliki ukuran keberhasilan yang jelas. Perangkat daerah tidak sekadar menjalankan program, tetapi juga perlu menunjukkan hubungan antara anggaran, kinerja organisasi, dan manfaat yang diterima masyarakat.
Baca juga:Dalam kesempatan yang sama, Zudan juga mendorong perubahan pola pikir (mindset) birokrasi agar selaras dengan era digital. Ia meminta ASN untuk menyederhanakan alur pelayanan publik dan memangkas birokrasi yang berbelit-belit. “Pengantar-pengantar surat dari RT, RW, desa, hapus,” ujar Zudan dalam arahannya di GOR Satria Purwokerto. Ia juga mengingatkan ASN agar memosisikan masyarakat bukan sekadar pelanggan, melainkan pemilik dari pelayanan publik itu sendiri. “Kalau ada masyarakat datang ke kita, jangan anggap pelanggan, tapi anggap pemilik. Kita adalah pelayan beliau, sudah selayaknya memberikan pelayanan terbaik,” ucap Zudan.
Zudan juga menyoroti besarnya jumlah penduduk Kabupaten Banyumas yang mencapai 1,9 juta jiwa serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp3,7 triliun. Menurutnya, skala tersebut membutuhkan kapasitas aparatur yang besar dalam mengelola pelayanan publik. “Ini kabupaten tapi rasa provinsi di luar Jawa,” kata Zudan. Ia membandingkan skala Banyumas dengan beberapa wilayah di luar Pulau Jawa yang pernah dipimpin atau diketahuinya. Saat menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo, wilayah tersebut dihuni 1,2 juta penduduk dengan APBD Rp2 triliun. Sementara Mamuju memiliki APBD sekitar Rp1,8 triliun dan Kalimantan Utara dihuni sekitar 700 ribu jiwa. Menurut Zudan, perkembangan wilayah Purwokerto dan sekitarnya terbilang sangat pesat dalam tiga dekade terakhir.
Baca juga:Zudan menekankan bahwa setiap peningkatan anggaran maupun biaya operasional harus diikuti dengan peningkatan indeks produktivitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia mengimbau seluruh ASN dan OPD bergerak bersama serta menyatukan pandangan untuk memastikan setiap program dan kegiatan pemerintah memiliki dampak yang terukur bagi masyarakat. “Seluruh jajaran ASN dan OPD dihimbau untuk bergerak bersama dan menyatukan pandangan demi mewujudkan daerah yang adil, makmur, dan sejahtera,” ujarnya.












