Berita  

Subuh Surabaya: Pembangunan Jembatan Candinegoro Dikejar 24 Jam, Target Rampung Desember 2026

Subuh Surabaya: Pembangunan Jembatan Candinegoro Dikejar 24 Jam, Target Rampung Desember 2026
Subuh Surabaya: Pembangunan Jembatan Candinegoro Dikejar 24 Jam, Target Rampung Desember 2026

Sorothari – 07 Oktober 2026 | Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengambil langkah tegas untuk mengejar deviasi proyek pembangunan Jembatan Candinegoro yang mencapai minus 9,94 persen. Proyek infrastruktur senilai Rp1,46 miliar ini ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2026, sehingga percepatan pengerjaan menjadi prioritas utama. Di tengah kesibukan warga menjalani aktivitas subuh Surabaya dan sekitarnya, para pekerja proyek mulai menerapkan sistem kerja 24 jam non-stop untuk mengejar ketertinggalan.

Bupati Sidoarjo, Subandi, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek pada Selasa pagi (6/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia mendapati realisasi fisik jembatan baru mencapai 52,64 persen dari target yang dijadwalkan. Padahal, proyek yang mulai dikerjakan sejak Juli 2026 itu memiliki tenggat waktu penyelesaian pada 16 Desember 2026.

Baca juga:
Panglima TNI Buka Latihan Militer Gabungan Super Garuda Shield 2026 yang Melibatkan 21 Negara

“PPK tadi menyampaikan deviasinya saat ini mencapai 9 persen. Karena ini pengerjaan jembatan, kami menyarankan agar diberlakukan minimal sistem dua shift untuk mengejar deviasi tersebut,” kata Subandi di lokasi proyek, Selasa (6/10/2026).

Subandi menegaskan bahwa sisa waktu sekitar 2,5 bulan harus dimanfaatkan secara optimal. Ia meminta jajaran pengawas proyek dan kontraktor tidak menjadikan kendala teknis atau cuaca sebagai alasan atas lambatnya progres pengerjaan. “Tidak bisa beralasan karena air. Sebelum bekerja kan sudah ada perencanaan. Karena itu, saya sampaikan kepada PPK dan konsultan pengawas agar pengawasan diperketat. Jika deviasi 9 persen ini bisa dikejar, saya yakin proyek selesai tepat waktu dan kualitas pekerjaan tetap terjaga,” tegasnya.

Percepatan 24 Jam Non-Stop

Menindaklanjuti teguran Pemkab Sidoarjo, pihak pengawas proyek mengonfirmasi telah memberlakukan pola percepatan dengan mengoperasikan pengerjaan selama 24 jam non-stop mulai awal pekan ini. Konsultan Pengawas Proyek, Umar, menjelaskan bahwa keterlambatan sebelumnya dipicu oleh kendala logistik dan kondisi lapangan. Pengiriman material baja Wide Flange (WF) sempat tertunda karena proses perakitan di workshop dan keterbatasan akses pengangkutan, di samping tingginya debit air sungai pada tahap pengerjaan fondasi.

Baca juga:
Fadli Zon Perkuat Diplomasi Budaya Pasifik dan Kawal Konservasi Borobudur

“Kami sudah mulai menerapkan sistem kerja dua shift bahkan hingga 24 jam untuk mengejar deviasi. Tenaga kerja ditambah dan dibagi dalam beberapa shift agar pekerjaan berjalan terus,” ujar Umar.

Spesifikasi dan Target Jembatan

Jembatan Candinegoro memiliki spesifikasi total panjang 16 meter dan lebar 4 meter, yang terdiri atas dua unit jembatan masing-masing sepanjang 8 meter. Proyek ini mulai dibangun sejak Juli 2026 dengan anggaran Rp1,46 miliar. Memasuki minggu ke-11 pengerjaan, realisasi fisik jembatan tercatat baru mencapai 52,64 persen.

Subandi menginstruksikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk lebih sering turun ke lapangan dan memanggil kontraktor jika kembali ditemukan keterlambatan evaluasi. Koordinasi antara PPK, konsultan pengawas, dan kontraktor diminta diperkuat untuk memastikan target tercapai.

Baca juga:
Breaking News: Warga Ternate Ditemukan Meninggal Saat Memanah Ikan di Perairan Belakang Duafa Center

Dengan percepatan ini, diharapkan Jembatan Candinegoro dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sidoarjo, terutama dalam meningkatkan konektivitas dan mobilitas di wilayah tersebut. Sementara itu, aktivitas subuh Surabaya dan sekitarnya tetap berjalan seperti biasa, namun proyek ini menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *