Berita  

Kapolri Suyudi Lakukan Perombakan Besar-besaran di Tubuh Polri

Kapolri Suyudi Lakukan Perombakan Besar-besaran di Tubuh Polri
Kapolri Suyudi Lakukan Perombakan Besar-besaran di Tubuh Polri

Sorothari – 07 Oktober 2026 | Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto langsung bergerak cepat setelah resmi dilantik sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia pada Kamis, 1 Oktober 2026. Dalam waktu kurang dari sepekan, ia melakukan perombakan besar-besaran di jajaran kepolisian, termasuk mutasi 88 perwira tinggi dan perwira menengah serta rotasi sejumlah pejabat strategis di Mabes Polri hingga kapolda di berbagai daerah. Langkah ini menjadi bagian dari dinamika organisasi untuk menjaga kesinambungan tugas sekaligus memberikan penyegaran di tubuh institusi.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP/2026 yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026. Dalam surat itu, sebanyak 88 personel Polri mendapatkan penugasan atau posisi baru. Para perwira yang terkena mutasi diwajibkan segera menjalankan tugas barunya paling lambat 14 hari sejak keputusan mutasi ditetapkan.

Baca juga:
Kapolri Suyudi Ario Seto Langsung Mutasi Besar-besaran, 88 Perwira Digeser

Perombakan mencakup sejumlah jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri hingga posisi kepala kepolisian daerah. Salah satu perubahan besar terjadi pada posisi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Komjen Wahyu Widada yang sebelumnya menduduki jabatan tersebut dipindahtugaskan ke Kementerian ATR/BPN. Posisi Irwasum kemudian diisi Komjen Asep Edi Suheri yang sebelumnya menjabat Kapolda Metro Jaya. Sementara itu, posisi Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri kini diisi Irjen Dedy Kusuma Bakti.

Selain itu, Kapolri Suyudi juga merombak jajaran Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) dan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri. Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap ditunjuk menjadi Kadiv Propam Polri, menggantikan Irjen Pol Abdul Karim yang mendapat jabatan baru sebagai Kasespim Lemdiklat Polri. Sementara itu, mantan Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko diangkat sebagai Kepala Lemdiklat (Kalemdiklat) Polri, menggantikan Komjen Pol R.Z. Panca Putra yang mendapat tugas baru di Kementerian Hukum.

Irjen Pol Ribut Hari Wibowo yang sebelumnya menjabat Kapolda Jawa Tengah ditunjuk sebagai Wakalemdiklat Polri, menggantikan Irjen Pol Yoseph Wihastono Yoga Pranoto yang kini menjadi Gubernur Akpol. Gubernur Akpol sebelumnya, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, diganti karena sudah memasuki masa pensiun.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) para pejabat baru digelar di gedung rupatama Mabes Polri, Jakarta, pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026. Sebanyak 25 posisi menjalani sertijab, sementara dua jabatan lainnya, yakni Astamarena dan Korspripim, dilakukan pelantikan langsung oleh Kapolri. Seluruhnya terdapat 27 pejabat yang dilantik dalam acara tersebut.

Baca juga:
Kapolresta Sleman Berganti Cepat, Polda DIY Sebut Kewenangan Mabes Polri

“Kegiatan langsung dipimpin oleh Bapak Kapolri terhadap beberapa pejabat utama, baik di pejabat utama Mabes Polri, ya, kemudian juga diikuti oleh beberapa Kapolda,” ujar Trunoyudo. Ia menambahkan bahwa mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas sekaligus memberikan ruang pengembangan karier bagi personel. “Mutasi ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Di tengah kesibukannya merombak institusi, Kapolri Suyudi juga menyempatkan diri menemui massa buruh yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, ia naik ke atas panggung dan menyampaikan pesan kepada para buruh agar kembali ke rumah masing-masing dengan tertib. “Pesan saya yang terakhir kembali ke rumah masing-masing dengan tertib. Salam saya. Terima kasih, hidup buruh,” kata Suyudi di hadapan massa buruh dalam siaran langsung Metro TV.

Di luar agenda resmi, sosok Kapolri Suyudi juga menarik perhatian publik setelah terungkap bahwa ia pernah menjadi semifinalis Cover Boy Majalah Mode pada 1988. Arsip majalah lawas yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa saat itu ia berusia 16 tahun dan masih berstatus pelajar SMP Negeri 70 Jakarta. Nama Suyudi tercatat sebagai peserta nomor 22 dalam ajang Cover Boy ’88, dengan tinggi badan 171 sentimeter dan berat 52 kilogram. Ia masuk dalam daftar 60 semifinalis yang terpilih dari ribuan peserta. Aktor Candy Satrio, yang juga menjadi semifinalis pada ajang yang sama, turut mengunggah ucapan selamat atas pelantikan Suyudi sebagai Kapolri.

Selepas masa remaja, Suyudi memilih menekuni profesi kepolisian. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 dan menjalani berbagai penugasan hingga menduduki sejumlah posisi penting, di antaranya Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Perjalanan karier tersebut berujung pada kepercayaan memimpin Korps Bhayangkara pada 2026.

Baca juga:
Mutasi Besar Polri: 199 Perwira Digeser, Kakorlantas Berganti

Dari 88 personel yang dimutasi, sebanyak 70 di antaranya mendapat promosi atau menduduki jabatan baru. Langkah Kapolri Suyudi ini dinilai sebagai upaya untuk memperkuat institusi Polri dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, termasuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta meningkatkan profesionalisme anggota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *