Berita  

Ketegangan Ukraina vs Hongaria: Dari Lapangan Hijau ke Panggung Politik dan Diplomasi Uni Eropa

Ketegangan Ukraina vs Hongaria: Dari Lapangan Hijau ke Panggung Politik dan Diplomasi Uni Eropa
Ketegangan Ukraina vs Hongaria: Dari Lapangan Hijau ke Panggung Politik dan Diplomasi Uni Eropa

Sorothari – 09 Oktober 2026 | Hubungan antara Ukraina dan Hongaria kembali memanas, tidak hanya di ranah politik dan diplomasi, tetapi juga di dunia olahraga. Ketegangan ini mencuat setelah pertandingan UEFA Nations League antara Ukraina vs Hongaria pada 25 September lalu di Budapest, yang dimenangkan Ukraina dengan skor tipis 1-0. Insiden di lapangan tersebut memicu reaksi berantai yang melibatkan pemain, keluarga, hingga pejabat tinggi kedua negara.

Pertandingan Ukraina vs Hongaria tersebut diwarnai insiden panas ketika kapten Hongaria, Dominik Szoboszlai, terlibat perselisihan dengan pemain Ukraina, Victor Tsygankov. Bek kiri Hongaria, Milos Kerkez, kemudian berlari mendekati Tsygankov dan menarik kerah bajunya. Kejadian ini mungkin akan berlalu sebagai drama biasa dalam pertandingan sepak bola, jika tidak diikuti oleh tindakan sang ayah.

Baca juga:
Ancaman Gempa Megathrust di Berbagai Wilayah Indonesia: Waspada dan Siap Siaga

Ayah Milos Kerkez, Sebastijan, yang memiliki darah Serbia, mengunggah foto insiden tersebut di Instagram Story dengan iringan lagu berjudul "Russian Paradise" dari rapper Rusia AK-47. Tindakan ini langsung memicu kontroversi. Di Ukraina, lagu tersebut sering diasosiasikan dengan dukungan terhadap agresi Rusia. Akibatnya, nama Milos Kerkez dan ayahnya, Sebastijan, dimasukkan ke dalam database Myrotvorets, sebuah situs yang mempublikasikan data pribadi individu yang dianggap sebagai "musuh Ukraina". Meskipun situs tersebut tidak berafiliasi dengan pemerintah Ukraina, pencantuman nama di dalamnya seringkali berujung pada ancaman serius.

Ketegangan akibat insiden Ukraina vs Hongaria ini tidak berhenti di situ. Situasi semakin runyam ketika Kerkez, pada jeda internasional berikutnya, memutuskan untuk tidak kembali ke Inggris setelah membela Hongaria, melainkan menghadiri pertandingan amatir di Serbia, negara kelahirannya. Keputusan ini membuat banyak suporter Hongaria marah, bahkan beberapa media Hongaria melaporkan adanya ancaman pembunuhan terhadap pemain Liverpool tersebut. Kerkez memang lahir di Serbia tetapi memilih membela Hongaria karena janji kepada neneknya yang berkebangsaan Hongaria.

Dampak Politik dari Lapangan Hijau

Insiden dalam pertandingan Ukraina vs Hongaria ini dengan cepat meluas ke ranah politik. Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Hongaria, Anita Orban, ikut angkat bicara mengenai persoalan yang menimpa salah satu pemain timnasnya. Hal ini menunjukkan betapa sensitifnya isu nasionalisme dan identitas di kawasan Eropa Timur, terutama di tengah konflik yang masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

Nama anggota parlemen Hongaria, Balazs Hidveghi, juga tercantum dalam daftar Myrotvorets, menandakan bahwa ketegangan ini bersifat sistemik dan tidak hanya menyasar individu. Situasi ini menambah daftar panjang isu yang mempersulit hubungan bilateral kedua negara.

Baca juga:
Israel: Iran Pindahkan Ribuan Sentrifugal Nuklir ke Gunung Pickaxe, Trump Ancam Serangan

Diplomasi di Meja Perundingan Uni Eropa

Di tengah ketegangan yang dipicu oleh insiden olahraga dan politik identitas, terdapat perkembangan signifikan di jalur diplomatik. Hongaria, yang selama ini dikenal kerap menggunakan hak vetonya untuk menghambat langkah Ukraina menuju Uni Eropa, dilaporkan akan mengubah sikapnya. Financial Times memberitakan bahwa Hongaria diperkirakan akan mencabut veto terhadap tahap teknis negosiasi aksesi Ukraina dan Moldova ke Uni Eropa.

Perdana Menteri Hongaria, Peter Magyar, dikabarkan telah memerintahkan para diplomat untuk tidak menghalangi pengiriman surat kepada Ukraina dan Moldova terkait kemungkinan pembukaan dua kelompok negosiasi berikutnya, yang mencakup kebijakan pasar internal dan daya saing. Langkah ini menjadi angin segar bagi Ukraina yang selama ini terhambat oleh sikap keras Hongaria.

Namun, dukungan politik ini tidak datang tanpa syarat. Menurut laporan, pembukaan kelompok negosiasi tersebut akan bergantung pada pengesahan undang-undang oleh parlemen Ukraina pada 12 Oktober yang memperluas hak pendidikan bagi minoritas Hungaria di Ukraina. Isu hak minoritas Hungaria di wilayah Transkarpatia memang menjadi salah satu sumber utama ketegangan antara Kiev dan Budapest selama bertahun-tahun.

Sebelumnya, pada awal Juni 2026, Perdana Menteri Peter Magyar sudah menyatakan bahwa Budapest tidak akan menghalangi dimulainya negosiasi aksesi Ukraina setelah mencapai kesepakatan dengan Kiev mengenai pemulihan hak-hak warga keturunan Hungaria. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Hongaria tetap menentang percepatan proses aksesi negara mana pun, termasuk Ukraina, dan berpegang pada pendekatan berbasis merit.

Baca juga:
Jadwal Sholat Hari Ini Rabu 7 Oktober 2026 di Denpasar, Surabaya, Palembang, Jawa Timur, dan Jakarta

Menteri Luar Negeri Hongaria, Anita Orban, juga menegaskan posisi tersebut. Menurutnya, berdasarkan kriteria yang ada, Montenegro merupakan negara yang paling dekat dengan keanggotaan Uni Eropa, bukan Ukraina. Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun ada kelonggaran, jalur Ukraina menuju keanggotaan penuh Uni Eropa masih panjang dan penuh tantangan.

Ketegangan antara Ukraina vs Hongaria, baik di lapangan sepak bola maupun di meja perundingan, mencerminkan kompleksitas hubungan kedua negara. Insiden kecil di lapangan hijau dapat memicu gelombang politik yang besar, sementara negosiasi diplomatik yang alot menunjukkan bahwa kepentingan nasional dan identitas tetap menjadi faktor utama yang menentukan arah hubungan bilateral di kawasan Eropa Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *