Sorothari – 11 Oktober 2026 | Aktor senior Nana Patekar meninggal dunia pada usia 75 tahun akibat serangan jantung yang dipicu oleh penyumbatan arteri koroner utama, demikian hasil otopsi yang dirilis oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah Goa Medical College and Hospital (GMCH) pada Minggu, 11 Oktober 2026. Patekar menghembuskan napas terakhir pada Kamis, 8 Oktober 2026, di kediamannya di Dona Paula, Goa, setelah mengalami henti jantung mendadak.
Menurut laporan dari dokter senior GMCH, hasil postmortem menunjukkan bahwa penyebab kematian adalah infark miokard akut akibat trombosis arteri koroner kiri utama yang dipicu oleh penyakit arteri koroner aterosklerotik obstruktif. Kondisi ini merupakan penyebab kematian alami. Arteri koroner kiri utama bertugas memasok darah ke sebagian besar otot jantung, sehingga penyumbatan pada pembuluh ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian mendadak.
Baca juga:Pada dini hari tanggal 8 Oktober, pengurus rumah tangga Patekar menghubungi rumah sakit swasta di dekat kediamannya dan meminta ambulans karena sang aktor merasa tidak enak badan. Ambulans segera dikirim ke apartemen Patekar yang berjarak kurang dari satu kilometer dari rumah sakit. Tim medis memberikan resusitasi jantung paru (CPR) selama 45 menit, namun upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Patekar dinyatakan meninggal dunia pada pukul 05.10 WITA. Jenazahnya kemudian dibawa ke GMCH untuk menjalani otopsi guna memastikan penyebab kematian.
Putra semata wayang Patekar, Malhar Patekar, tiba di Goa untuk memulangkan jenazah sang ayah. Jenazah dibawa ke Pune sebelum akhirnya dimakamkan di rumah peristirahatan keluarga di Desa Donje. Pemakaman dilakukan dengan penghormatan kenegaraan penuh. Sejumlah tokoh hadir dalam upacara pemakaman, antara lain Wakil Kepala Daerah Maharashtra Sunetra Pawar, Menteri Serikat Ramdas Athawale dan Murlidhar Mohol, anggota parlemen Lok Sabha Sunil Tatkare, aktor Jackie Shroff, serta aktor Makarand Anaspure yang juga rekan pendiri Yayasan NAAM. Selain itu, perwakilan dari industri film, politik, olahraga, dan tokoh masyarakat lainnya turut memberikan penghormatan terakhir.
Baca juga:Perjalanan Karier dan Warisan
Nana Patekar membangun karier selama lebih dari empat dekade di perfilman Hindi dan Marathi. Ia dikenal karena penampilannya yang intens dan peran yang serba bisa dalam film-film seperti “Krantiveer”, “Khamoshi: The Musical”, dan “Salaam Bombay!”. Atas kontribusinya pada dunia seni peran dan budaya, ia dianugerahi penghargaan Padma Shri pada tahun 2013. Patekar juga dikenal sebagai penulis dan sutradara, meninggalkan jejak yang mendalam di industri hiburan India.
Kontroversi dan Pandangan Pribadi
Sepeninggal Nana Patekar, diskusi mengenai pemisahan antara karya seni dan pribadi seorang seniman kembali mengemuka. Aktris Tanushree Dutta, yang sebelumnya terlibat dalam kontroversi dengan Patekar, menyatakan bahwa kematian tidak menghapus kesalahan seseorang dan baginya Patekar tetaplah ‘jahat’. Komentar ini mendapat kritik dari sebagian pihak, namun juga didukung oleh beberapa figur industri. Dalam wawancara lama dengan NDTV, aktris Dimple Kapadia, yang pernah beradu peran dengan Patekar dalam film “Tum Milo Toh Sahi” (2010), menyebut Patekar sebagai pribadi yang “menjijikkan” namun mengakui bakatnya yang luar biasa. Kapadia menambahkan bahwa ia pernah melihat sisi gelap Patekar, meskipun ia sendiri tidak pernah mengalami perlakuan buruk secara langsung.
Baca juga:Profil Malhar Patekar
Malhar Patekar, putra satu-satunya yang masih hidup, memilih jalur berbeda dari sang ayah. Ia tidak mengejar ketenaran di depan kamera, melainkan berkarier di balik layar sebagai asisten sutradara. Malhar menempuh pendidikan di Saraswati Mandir High School, Mumbai, dan kemudian mengambil jurusan perdagangan. Ketertarikannya pada dunia perfilman tumbuh seiring waktu, dan ia memilih untuk memahami proses produksi film dari sisi teknis. Kehadirannya yang rendah hati dan pilihan karier yang tidak mencolok membuatnya jarang muncul di sorotan publik, berbeda dengan popularitas sang ayah.












