Berita  

Gempa Susulan Magnitudo 6,4 Guncang Panama, Warga Diminta Waspada

Gempa Susulan Magnitudo 6,4 Guncang Panama, Warga Diminta Waspada
Gempa Susulan Magnitudo 6,4 Guncang Panama, Warga Diminta Waspada

Sorothari – 13 Oktober 2026 | Gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,4 kembali mengguncang wilayah selatan Panama pada Senin, 12 Oktober 2026, beberapa hari setelah gempa utama magnitudo 7,7 yang melanda negara tersebut. Menurut laporan European-Mediterranean Seismological Centre (EMSC), gempa terbaru ini terjadi pada kedalaman 35 kilometer. Pusat gempa dilaporkan berada sekitar 29 kilometer di timur laut Parque Nacional Coiba, berdasarkan informasi dari Instituto de Geociencias Universitas Panama.

Gempa utama yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 12.56 waktu setempat, telah menyebabkan kerusakan parah di berbagai wilayah Panama. Episentrum gempa utama berada sekitar 39 kilometer barat laut Tonosí, Provinsi Los Santos. Otoritas setempat mencatat lebih dari 300 gempa susulan setelah gempa utama, termasuk beberapa di antaranya berkekuatan magnitudo 6,1 dan 6,6. Direktur Pusat Operasi Darurat Panama, René García, menyatakan bahwa timnya terus memantau aktivitas seismik yang masih berlangsung.

Baca juga:
Gempa Panama Hari Ini: Dampak, Respons Pemerintah, dan Polemik Foto Selebritas

Dampak dari gempa utama sangat signifikan. Sedikitnya 27 orang dilaporkan mengalami luka-luka, dan hampir 900 rumah rusak di berbagai provinsi seperti Los Santos, Coclé, Veraguas, dan Herrera. Selain itu, lebih dari 2.000 infrastruktur, termasuk sekolah, fasilitas kesehatan, jalan, dan bangunan publik, mengalami kerusakan. Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, pihak berwenang memperingatkan bahwa jumlah kerusakan dapat bertambah seiring dengan proses asesmen yang masih berlangsung di daerah terpencil.

Presiden Panama, José Raúl Mulino, menetapkan status darurat sehari setelah gempa utama untuk mengoordinasikan bantuan dan memulai upaya rekonstruksi. Kementerian Pendidikan Panama juga mengumumkan penangguhan kegiatan belajar mengajar di semua sekolah negeri dan swasta pada Senin, 12 Oktober 2026, guna melakukan inspeksi bangunan pasca-gempa. “Langkah preventif ini bertujuan untuk melindungi keselamatan fisik siswa, guru, staf administrasi, dan seluruh anggota komunitas pendidikan,” demikian pernyataan resmi Kementerian Pendidikan melalui media sosial. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan berhati-hati.

Selain kerusakan infrastruktur umum, gempa juga berdampak pada bangunan bersejarah dan cagar budaya. Kementerian Kebudayaan Panama melaporkan bahwa lebih dari 2.000 situs warisan mengalami kerusakan, terutama di provinsi Coclé, Veraguas, dan Los Santos. Kerusakan meliputi retakan, runtuhnya material, serta kerusakan pada fasad dan atap bangunan. Katedral San Juan Bautista di Penonomé, misalnya, mengalami keruntuhan sebagian pada menara loncengnya, retakan struktural, dan puing-puing yang jatuh ke jalan. Kantor Gubernur di kota yang sama juga mengalami keruntuhan pada dinding lateral dan kerusakan fasad. Bangunan bersejarah lainnya seperti Basilika Minor Santiago Apóstol dan Museum Kapel San Juan de Dios di Natá de los Caballeros juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Baca juga:
Gempa Panama: Korban Terluka dan Dukungan Internasional Mengalir

Menteri Kebudayaan Panama, María Eugenia Herrera, menegaskan bahwa semua gereja yang terdampak akan mendapatkan perhatian untuk menjamin keselamatan masyarakat dan melindungi warisan budaya. Kementerian telah mengaktifkan Rencana Manajemen Risiko dan melakukan inspeksi awal dengan dukungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Layanan Perlindungan Institusional (SPI). “Evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan kerusakan secara tepat dan menetapkan langkah-langkah perlindungan serta konservasi yang sesuai,” ujar Yamileth Stanziola, Direktur Proyek Khusus Kementerian Kebudayaan.

Di sisi lain, badan anak PBB, UNICEF, melaporkan bahwa lebih dari 8.000 anak di Panama membutuhkan bantuan kemanusiaan akibat gempa. Juru bicara UNICEF di Panama, Clara Luna, menyatakan bahwa organisasinya telah memasang dua tenda besar untuk meningkatkan kapasitas layanan bagi para korban yang mungkin dipindahkan dari lokasi lain atau jika terjadi situasi darurat lanjutan. Tenda-tenda tersebut didirikan di Kota Panama untuk memperluas ruang perawatan dan evakuasi.

Hingga saat ini, pihak berwenang Panama masih terus melakukan asesmen menyeluruh terhadap dampak gempa, terutama di daerah-daerah terpencil. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin masih terjadi. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan berbagai lembaga internasional untuk mempercepat proses pemulihan dan memberikan bantuan kepada para korban.

Baca juga:
Yuenchi Arwindi Bantah Tuduhan Jadi Simpanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Tempuh Jalur Hukum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *