Berita  

Ratu Suthida Cetak Sejarah: Wanita Pertama Thailand Terbangkan Jet Tempur Gripen Solo

Ratu Suthida Cetak Sejarah: Wanita Pertama Thailand Terbangkan Jet Tempur Gripen Solo
Ratu Suthida Cetak Sejarah: Wanita Pertama Thailand Terbangkan Jet Tempur Gripen Solo

Sorothari – 13 Oktober 2026 | Ratu Suthida dari Thailand kembali mencuri perhatian dunia. Permaisuri Raja Maha Vajiralongkorn ini berhasil menorehkan sejarah sebagai wanita pertama di Thailand yang menerbangkan jet tempur Saab JAS 39C Gripen secara solo. Penerbangan bersejarah itu berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026, di Wing 7, pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Thailand di Provinsi Surat Thani, dan disaksikan langsung oleh Raja Rama X serta sejumlah pejabat militer.

Keberhasilan Ratu Suthida bukanlah pencapaian yang instan. Di balik momen heroik tersebut, terdapat rangkaian pelatihan intensif dan pengalaman panjang di dunia penerbangan. Sang ratu diketahui telah mengikuti pelatihan khusus selama berminggu-minggu, termasuk menggunakan simulator penerbangan dan mengumpulkan sekitar sepuluh jam pengalaman menerbangkan varian Gripen dua kursi (Gripen D) sebagai persiapan sebelum akhirnya lepas landas sendirian dengan pesawat satu kursi.

Baca juga:
Tragedi Jet Tempur F-4 Phantom II di Yunani Picu Evaluasi Operasional Pesawat Lawas

Menurut laporan resmi dari Kantor Rumah Tangga Kerajaan, Ratu Suthida telah mengakumulasi total sekitar 1.188 jam terbang sejak memulai karier penerbangannya pada 2010. Berbagai jenis pesawat telah ia kuasai, mulai dari pesawat ringan seperti Cessna T-41, CT-4E Airtrainer, Pilatus PC-9, Mooney M20M, Piper PA-34 Seneca, hingga pesawat komersial Boeing 737. Pengalaman ini menjadikannya pilot yang sangat mumpuni, bahkan ia kerap bertindak sebagai kopilot Raja Vajiralongkorn dalam perjalanan kenegaraan, termasuk membantu mendaratkan pesawat kerajaan di Bandara Paro, Bhutan, yang dikenal memiliki medan sulit, pada April 2025.

Setelah menyelesaikan penerbangan solo, Raja Maha Vajiralongkorn memberikan penghargaan berupa buket bunga dan Gripen Order Golden Patch, sebuah lencana kehormatan yang menandai pencapaian luar biasa tersebut. Momen ini menjadi bukti dedikasi dan kecintaan Ratu Suthida terhadap dunia aviasi militer.

Profil dan Perjalanan Karier Ratu Suthida

Ratu Suthida, yang memiliki nama lengkap Suthida Bajrasudhabimalalakshana, lahir di Distrik Hat Yai, Provinsi Songkhla, Thailand, pada 3 Juni 1978. Ia menempuh pendidikan tinggi di Assumption University, Bangkok, dan meraih gelar sarjana di bidang seni komunikasi (communication arts). Setelah lulus, ia memulai karier sebagai pramugari di Japan Airlines (JAL) pada tahun 2000 hingga 2003, kemudian melanjutkan kariernya di Thai Airways International hingga tahun 2008.

Baca juga:
Jepang Siapkan Pabrik Mitsubishi untuk Bangun Jet Tempur Generasi Baru Bersama Inggris dan Italia

Perjalanan hidupnya berubah drastis ketika ia menikah dengan Raja Maha Vajiralongkorn dalam upacara kerajaan di Bangkok pada 1 Mei 2019. Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 4 Mei 2019, ia resmi menyandang gelar Ratu Suthida dalam rangkaian upacara penobatan Raja Rama X. Sejak saat itu, ia tidak hanya menjalankan tugas kerajaan, tetapi juga aktif mengembangkan kemampuannya di bidang penerbangan dan olahraga.

Selain aviasi, Ratu Suthida juga dikenal memiliki minat besar pada olahraga, termasuk hoki es, berlayar, bersepeda, dan lari. Minatnya pada hoki es bahkan membawanya ke kancah internasional.

Peran sebagai Duta Global Hoki Es Wanita

Tak hanya di dunia penerbangan, Ratu Suthida juga aktif dalam olahraga hoki es. Sejak tahun 2024, ia dipercaya menjadi Duta Global Wanita pertama untuk Federasi Hoki Es Internasional (IIHF). Peran ini diemban setelah Raja dan Ratu Thailand meresmikan arena es baru di Chiang Mai pada November 2023. IIHF mengundangnya secara resmi dalam sebuah seremoni di Bangkok pada Oktober 2024 yang bertepatan dengan pertandingan persahabatan hoki es wanita antara Thailand dan China, di mana sang ratu ikut bermain bersama tim nasional Thailand.

Baca juga:
TNI AU Terima Enam Jet Tempur T-50i Tambahan Senilai Rp3,4 Triliun dari Korea Selatan

Pada Oktober 2026, Ratu Suthida dijadwalkan akan berkunjung ke Jepang dari tanggal 14 hingga 22 Oktober untuk menghadiri Kejuaraan Hoki Es Wanita Asia IIHF 2027 di Sapporo. Dalam kunjungan tersebut, ia akan menyaksikan pertandingan dari 15 hingga 18 Oktober serta menyerahkan medali dan trofi kepada para atlet. Sebelumnya, pada Februari 2026, ia juga telah menghadiri pertandingan medali hoki es wanita di Olimpiade Musim Dingin Milan Cortina 2026.

Pencapaian Ratu Suthida di berbagai bidang, mulai dari menerbangkan jet tempur hingga menjadi duta global hoki es, menunjukkan dedikasi dan semangatnya yang luar biasa. Ia tidak hanya menjadi simbol kebanggaan bagi Thailand, tetapi juga inspirasi bagi banyak perempuan di Asia dan seluruh dunia untuk mengejar mimpi di bidang yang didominasi pria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *