Sorothari – 17 Oktober 2026 | Arab Saudi menyambut baik pernyataan Presiden Dewan Keamanan PBB yang mengecam serangan Houthi terhadap kerajaan dan menyerukan kerja sama mencegah kelompok tersebut memperoleh senjata. Dukungan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi di tengah meningkatnya eskalasi serangan Houthi ke Arab Saudi yang menargetkan bandara dan infrastruktur energi. Konflik antara Houthi dan Arab Saudi kembali memanas sejak Juli 2026, dengan korban jiwa dan luka yang terus bertambah.
Dalam pernyataan resminya, Kemlu Arab Saudi menegaskan pentingnya pelaksanaan penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2216 (2015) dan resolusi-resolusi berikutnya. Resolusi itu menuntut Houthi menghentikan kekerasan, menarik diri dari wilayah yang dikuasai termasuk Sanaa, menyerahkan senjata yang direbut dari institusi militer dan keamanan, serta memfasilitasi akses kemanusiaan. “Kerajaan menegaskan pentingnya ketentuan dalam pernyataan tersebut, termasuk seruan untuk kerja sama praktis guna mencegah kelompok Houthi teroris memperoleh senjata dan bentuk dukungan lainnya,” ujar pernyataan Kemlu Arab Saudi seperti dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu (17/10/2026).
Baca juga:Pernyataan Presiden DK PBB itu diadopsi pada awal pekan ini. Dewan mengecam serangan Houthi terhadap Arab Saudi dan menyerukan kerja sama, termasuk dengan Pemerintah Yaman, untuk mencegah Houthi memperoleh senjata dan material terkait. Kemlu Arab Saudi juga menyoroti kecaman DK PBB terhadap “ancaman berkelanjutan terhadap pelayaran di Laut Merah dan Bab al-Mandeb”.
Serangan Houthi ke Lima Bandara Tewaskan 19 Orang
Juru Bicara Koalisi Arab Saudi, Turki al-Maliki, dalam konferensi pers yang disiarkan Saudi Alekhbariya News TV, Kamis (15/10), menyatakan lima bandara di Arab Saudi telah menjadi sasaran serangan Houthi sejak 5 Oktober. Serangan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Abha menyebabkan 19 orang tewas dan 364 lainnya luka. Bandara King Khalid menjadi sasaran 20 kali serangan sejak awal Oktober, dengan 17 tewas dan 333 luka pada 7-11 Oktober. Di Bandara Abha, dua orang tewas dan 28 luka, sementara tiga orang luka di Bandara King Abdullah, Jazan.
Serangan paling mematikan terjadi pada 10 Oktober ketika sebuah rudal menghantam bandara internasional Riyadh dan menewaskan sedikitnya 13 orang. Insiden itu disebut sebagai serangan paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade. Akibatnya, Bandara Internasional King Khalid menutup operasional hingga 18 Oktober. Houthi merespons operasi militer pemerintah Yaman yang didukung koalisi Saudi dengan meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer, fasilitas energi, serta bandara di Arab Saudi.
Arab Saudi Tuding Iran Memanas-manasi Houthi
Wakil Menteri untuk Diplomasi Publik pada Kementerian Luar Negeri Saudi, Dr Rayed Krimly, menuduh Iran mendorong eskalasi konflik. “Iran terus mempersenjatai, melatih, dan mendukung milisi Houthi, yang merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB,” kata Krimly dalam konferensi pers virtual, Jumat (16/10/2026), seperti dilansir AFP dan The Express Tribune. Ia menambahkan eskalasi Houthi didorong oleh Iran dan melanggar komitmen perjanjian Beijing yang memulihkan hubungan diplomatik Saudi-Iran setelah terputus tujuh tahun.
Baca juga:Latar Belakang Konflik dan Profil Houthi
Houthi adalah kelompok politik dan keagamaan bersenjata dari Yaman utara yang memperjuangkan minoritas Zaidi, cabang Islam Syiah. Secara resmi dikenal sebagai Ansar Allah atau “Pendukung Tuhan”, kelompok ini muncul pada 1990-an dan mengambil nama pendirinya, Hussein al-Houthi. Adiknya, Abdul Malik al-Houthi, menjadi pemimpin de facto sejak 2004. Houthi menyatakan diri bagian dari “poros perlawanan” pimpinan Iran bersama Hamas dan Hizbullah untuk melawan Israel, AS, dan negara-negara Barat.
Perang saudara Yaman kembali memanas dalam beberapa bulan terakhir. Pada September, Houthi merebut sebagian pesisir Laut Merah dekat Selat Bab al-Mandab, jalur pelayaran strategis yang mendorong kenaikan harga minyak. Awal Oktober, pasukan pro-pemerintah mengklaim merebut kembali wilayah itu berkat serangan balasan besar-besaran dan serangan udara intensif Arab Saudi. Yaman mengalami peningkatan eskalasi militer sejak Juli setelah periode tenang pasca-gencatan senjata April 2022.
Dampak dan Perkembangan Terbaru
Menteri Haji dan Umrah Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, mengimbau jamaah umrah Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang transit sebelum tiba di Tanah Suci. “Tetap berhati-hati, terutama buat umrah yang harus transit ke daerah-daerah tertentu yang harus dicermati,” ujar Menhaj Irfan di Jakarta, Kamis.
Sementara itu, Federasi Sepak Bola Asia (AFC) menegaskan Piala Asia 2027 tetap digelar di Arab Saudi pada 7 Januari-5 Februari sesuai jadwal. Panitia Lokal Arab Saudi akan terus memantau perkembangan keamanan. Sejumlah negara dikabarkan mempertimbangkan ulang keikutsertaan, namun AFC memastikan turnamen tidak dipindahkan atau ditunda.
Baca juga:Hingga saat ini, Houthi belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan DK PBB dan tuduhan Arab Saudi. Situasi keamanan di Arab Saudi dan Yaman masih terus berkembang, dengan koalisi pimpinan Saudi melanjutkan operasi militer untuk mencegah Houthi memperoleh senjata dan dukungan lainnya.












