Changpeng Zhao Soroti Penundaan Acara Solana di Shanghai, Binance.US Kembali Cari Pendanaan

Changpeng Zhao Soroti Penundaan Acara Solana di Shanghai, Binance.US Kembali Cari Pendanaan
Changpeng Zhao Soroti Penundaan Acara Solana di Shanghai, Binance.US Kembali Cari Pendanaan

Sorothari – 17 Oktober 2026 | Changpeng Zhao, pendiri bursa kripto Binance yang dikenal sebagai CZ, kembali mencuri perhatian publik setelah menanggapi penundaan acara Solana di Shanghai, China. Dalam cuitannya di platform X, Zhao menyebut situasi tersebut sebagai hal yang memprihatinkan. Ia juga mempertanyakan apakah penyelenggara memahami kebijakan setempat, mengingat sebelumnya pernah terjadi insiden serupa dalam setahun terakhir. Pernyataan Changpeng Zhao ini muncul di tengah dinamika industri kripto global yang sedang menghadapi berbagai tekanan regulasi, terutama di Amerika Serikat dan China.

Acara Solana yang bertajuk Solana Accelerate China itu sedianya digelar pada Jumat pagi, 16 Oktober 2026, di Hotel Shangri-La, Shanghai. Namun, acara tersebut urung dimulai setelah sejumlah petugas penegak hukum terlihat berkumpul di luar hotel. Menurut para peserta, mereka menunggu lebih dari satu jam di luar lokasi, sementara program tidak kunjung dimulai. Beberapa peserta melaporkan melalui media sosial X bahwa sejumlah petugas berdiri menjaga di dekat pintu masuk hotel. Hingga akhirnya, tim Solana Accelerate China mengirimkan surel resmi kepada peserta yang menginformasikan penundaan acara. Dalam surel tersebut, penyelenggara menyebut alasan logistik venue dan tidak menyinggung keberadaan petugas kepolisian. Mereka juga meminta maaf atas pemberitahuan singkat dan berjanji akan menghubungi peserta begitu jadwal baru tersedia.

Baca juga:
Usai Ditunjuk Jadi Pjs Gubernur BI, Destry Damayanti akan Rapat dengan Purbaya

Penundaan ini terjadi hanya dua hari setelah Solana Foundation mengumumkan pembukaan kantor barunya di Shanghai. Langkah tersebut sempat menuai sorotan karena China masih memberlakukan larangan terhadap perdagangan mata uang kripto sejak 2021. Meski demikian, teknologi blockchain tetap legal di negara tersebut. Pemerintah China bahkan terus mengembangkan jaringan blockchain nasional tanpa token. Presiden Solana Foundation, Lily Liu, mengungkapkan bahwa lonjakan pendaftaran hingga empat kali lipat dari perkiraan menjadi salah satu penyebab penundaan. Jumlah peserta yang mendaftar melebihi kapasitas yang telah dilaporkan kepada otoritas setempat. Meskipun demikian, alasan resmi yang diberikan tetap seputar logistik venue.

Changpeng Zhao sebelumnya menyambut baik pembukaan kantor Solana di Shanghai. Ia menilai kehadiran fisik dan kampanye iklan Solana di kota itu bisa menjadi pintu masuk bagi proyek blockchain lain untuk masuk ke China. Bahkan, Zhao sempat berharap perkembangan tersebut menandakan China mulai melonggarkan pembatasan kripto. Namun, harapan itu tampaknya belum terwujud. Dalam cuitan terbarunya, ia mengaku selalu mendukung kemajuan blockchain di negara mana pun. Zhao juga menyatakan dukungannya terhadap berbagai aset digital seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), BNB, XRP, Solana (SOL), HYPE, Zcash (ZEC), SIGN, dan stablecoin. Ia menegaskan bahwa dirinya adalah penggemar adopsi blockchain tanpa memandang jenis mata uang atau jaringannya.

Sementara itu, di sisi lain, Binance.US, anak perusahaan Binance yang beroperasi secara independen di Amerika Serikat, tengah berupaya menggalang dana segar. Menurut laporan Bloomberg pada 15 Oktober 2026, bursa tersebut menargetkan pendanaan hingga 100 juta dolar AS dari investor swasta dengan valuasi sekitar 1 miliar dolar AS. Angka ini jauh menurun dibandingkan valuasi pra-uang 4,5 miliar dolar AS yang diraih pada putaran pendanaan 2022, atau turun sekitar 78 persen. Diskusi mengenai pendanaan ini masih dalam tahap awal dan syaratnya bisa berubah. Binance.US belum mengumumkan transaksi final maupun investor yang berkomitmen. Laporan tersebut juga menyebut bahwa World Liberty Financial telah diberi tahu tentang upaya penggalangan dana ini, tetapi tidak ikut berpartisipasi.

Baca juga:
LRT Jabodebek Catat Kenaikan Penumpang dan Pacu Ekosistem Transportasi Berkelanjutan

Langkah Binance.US mencari pendanaan eksternal merupakan bagian dari upaya bangkit setelah bertahun-tahun kehilangan pangsa pasar. Bursa ini menghadapi pukulan berat pada 2023 akibat masalah hukum yang menimpa Binance dengan penegak hukum AS. Binance kemudian menyelesaikan kasus tersebut dengan denda 4,3 miliar dolar AS, dan Changpeng Zhao selaku salah satu pendiri Binance dipenjara karena melanggar hukum AS. Dampaknya, Binance.US harus menangguhkan setoran dan penarikan fiat untuk pelanggan AS akibat tindakan penegakan hukum dari Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC). Layanan tersebut baru dipulihkan pada Februari 2025. Pada Maret 2026, Binance.US menunjuk Stephen Gregory sebagai CEO baru. Gregory, seorang pengacara, sebelumnya menjabat sebagai CEO Currency.com. Beberapa bulan lalu, ia sempat berbicara tentang rencana ekspansi ke bisnis baru, termasuk pasar prediksi.

Meski demikian, upaya comeback Binance.US tidak akan mudah. Persaingan di pasar kripto AS semakin ketat dengan kehadiran pemain besar seperti Coinbase, Kraken, dan Crypto.com. Selain itu, perusahaan pialang seperti Robinhood juga semakin agresif memperluas penawaran kripto mereka. Binance.US juga masih berupaya mendapatkan kembali lisensi pengiriman uang di AS. Dengan valuasi yang jauh lebih rendah, bursa ini berharap dapat menarik investor untuk memperkuat likuiditas dan operasional perdagangan. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Binance.US mengenai hasil penggalangan dana tersebut.

Penundaan acara Solana di Shanghai dan upaya pendanaan Binance.US menjadi cerminan tantangan yang dihadapi industri kripto global. Regulasi yang ketat di berbagai negara, terutama China dan Amerika Serikat, memaksa pelaku industri untuk beradaptasi. Changpeng Zhao, meski tidak lagi menjabat sebagai CEO Binance, tetap menjadi figur sentral yang komentarnya sering mempengaruhi sentimen pasar. Dukungannya terhadap berbagai proyek blockchain menunjukkan bahwa ia masih aktif mengikuti perkembangan industri. Sementara itu, Solana yang tengah berupaya ekspansi ke China harus menerima kenyataan bahwa kebijakan setempat belum sepenuhnya ramah terhadap aktivitas kripto. Ke depan, para pelaku pasar akan mencermati apakah penundaan ini hanya hambatan sementara atau sinyal bahwa China masih belum akan membuka pintu bagi industri kripto.

Baca juga:
Pemerintah Buka Ruang Sanggah Data Bansos dan Alur Cek Desil Kemensos 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *