Hajar Kroasia 7-0, Inggris Kirim Peringatan ke Seluruh Eropa

Hajar Kroasia 7-0, Inggris Kirim Peringatan ke Seluruh Eropa
Hajar Kroasia 7-0, Inggris Kirim Peringatan ke Seluruh Eropa

Sorothari – 06 Oktober 2026 | Pertandingan antara Kroasia vs Inggris di Stadion Rijeka pada Sabtu (3/10/2026) berakhir dengan skor yang mencengangkan. Timnas Inggris berhasil membantai tuan rumah Kroasia dengan skor telak 7-0 dalam lanjutan Liga Bangsa-Bangsa (Nations League) Grup A3. Kemenangan ini tidak hanya menjadi hasil terbesar di era kepelatihan Thomas Tuchel, tetapi juga dianggap sebagai pernyataan tegas kepada seluruh rival Eropa menjelang Euro 2028 yang akan mereka gelar bersama.

Sejak peluit awal dibunyikan, Inggris langsung mengambil kendali permainan. Baru tujuh menit laga berjalan, Harry Kane membuka keunggulan memanfaatkan umpan terobosan Jude Bellingham setelah bek Kroasia, Josko Gvardiol, kehilangan bola. Dua puluh satu menit kemudian, Bellingham menggandakan keunggulan dengan menyelesaikan umpan silang Bukayo Saka yang disodorkan oleh Anthony Gordon.

Baca juga:
Kroasia vs Inggris: Kekalahan Memalukan 0-7, Modric Minta Tim Bangkit

Gordon kemudian mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-39, menyambut umpan silang Jarell Quansah dengan tembakan first-time. Menjelang turun minum, Saka dengan leluasa menyundul bola setelah menerima umpan silang akurat dari Bellingham, membawa Inggris unggul 4-0 di babak pertama.

Dominasi Inggris di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Inggris tidak mengendurkan tekanan. Kane mencetak gol keduanya pada menit ke-53 memanfaatkan umpan rendah Elliot Anderson. Saka menambah penderitaan Kroasia pada menit ke-68 setelah bek lawan, Josip Stanisic, melakukan kesalahan umpan di kotak penalti sendiri. Bellingham kemudian menutup pesta dengan memberikan assist kepada Morgan Rogers yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-87.

Kapten Inggris, Harry Kane, yang kini telah mengoleksi 89 gol dari 124 penampilan internasional, menegaskan bahwa kemenangan ini adalah bukti dari mentalitas baru yang ingin diterapkan timnya. “Bahkan saat kami unggul 1-0, kami terus menekan untuk mencetak gol kedua, ketiga, keempat. Itulah yang harus menjadi mentalitas kami,” ujar Kane kepada media usai pertandingan. “Saat Anda memiliki gaya bermain tertentu, Anda tidak bisa memilih kapan akan menerapkannya. Ini harus terus-menerus, tanpa henti. Saat mencetak empat gol, Anda ingin lima. Itulah mentalitas yang perlu kami ubah, terutama di pertandingan-pertandingan besar dan turnamen internasional.”

Baca juga:
Dani Olmo Buka Suara soal Tawaran Kroasia, Spanyol Siap Ladeni Tuan Rumah di Nations League

Kekalahan ini menjadi yang terburuk dalam sejarah Kroasia. Gelandang veteran Luka Modric, yang tampil mengecewakan, mengaku malu dengan performa timnya. “Saya sudah 20 tahun berada di sini, tapi untuk pertama kalinya saya merasa malu setelah pertandingan. Kami bermain seperti kehilangan empat atau lima pemain. Ini adalah malam yang buruk,” ucap Modric dengan nada frustrasi.

Performa Kontras dengan Piala Dunia

Kemenangan spektakuler ini menjadi antitesis dari performa Inggris di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, di mana mereka tersingkir di semifinal setelah kalah dari Argentina. Saat itu, Tuchel mendapat kritik keras karena menerapkan strategi bertahan yang justru membuat tim kehilangan momentum. Namun, di Rijeka, Inggris menunjukkan permainan menekan, cepat, dan penuh determinasi yang selama ini diidam-idamkan para pendukungnya.

Rob Dorsett, jurnalis olahraga Sky Sports, menulis bahwa kemenangan ini sekaligus membuat sebagian suporter merasa “kesal” karena tim baru tampil maksimal saat tekanan sudah tidak sebesar di turnamen besar. “Ini adalah performa Inggris yang kami inginkan di pertandingan-pertandingan penting, melawan lawan terbaik, dan saat benar-benar dibutuhkan,” tulisnya.

Baca juga:
Prancis Pesta Gol ke Gawang Belgia, Klasemen Grup A3 UEFA Nations League Makin Ketat

Meski demikian, hasil ini juga menjadi penawar keraguan terhadap masa depan Tuchel. Sebelum jeda internasional ini, pelatih asal Jerman itu berada di bawah tekanan besar setelah kegagalan di Piala Dunia. Kemenangan ini diharapkan dapat membangun kembali kepercayaan diri tim dan membuktikan bahwa Inggris mampu bersaing dengan tim-tim elite Eropa.

Dengan hasil ini, Inggris naik ke peringkat kedua Grup A3 dengan enam poin, tertinggal dari Spanyol yang masih sempurna setelah mengalahkan Republik Ceko 3-1. Kroasia tetap di posisi ketiga dengan tiga poin, sementara Ceko belum mengoleksi poin sama sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *