Argentina Hajar Burkina Faso 7-0, Tamu Disambut Bak Pahlawan

Argentina Hajar Burkina Faso 7-0, Tamu Disambut Bak Pahlawan
Argentina Hajar Burkina Faso 7-0, Tamu Disambut Bak Pahlawan

Sorothari – 06 Oktober 2026 | Timnas Argentina berhasil meraih kemenangan telak 7-0 atas Burkina Faso dalam laga persahabatan yang digelar di Stadion Monumental, Buenos Aires, pada Sabtu (3/10/2026). Namun, di balik skor besar tersebut, tersimpan kisah heroik perjuangan tim tamu yang harus menempuh perjalanan dramatis demi bisa berlaga. Sekembalinya ke tanah air, para pemain Burkina Faso justru disambut meriah oleh pemerintah setempat dan dianggap telah melakukan tindakan patriotik.

Laga Argentina vs Burkina Faso sendiri sempat terancam batal. Delegasi Burkina Faso mengalami serangkaian kendala sejak dari negara asal. Pesawat carter yang sedianya membawa mereka dari Maroko menuju Argentina mendadak dibatalkan karena masalah teknis di bandara Casablanca. Akibatnya, sejumlah pemain senior memutuskan mundur karena kelelahan. Tim pelatih pun terpaksa memanggil pemain-pemain muda dari kategori U-23 sebagai pengganti darurat.

Baca juga:
F1 Grand Prix Singapura Terancam Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia

Setelah menunggu hampir 12 jam, akhirnya pesawat pengganti tiba dan membawa rombongan mendarat di Ezeiza hanya sekitar lima jam sebelum kick-off. Meski dalam kondisi fisik yang tidak prima, mereka tetap memutuskan untuk bermain demi memenuhi komitmen. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, secara khusus menyampaikan apresiasi dalam konferensi pers usai pertandingan. “Kami sangat berterima kasih karena mereka telah berusaha keras untuk bisa hadir. Mereka bisa saja memilih untuk tidak datang dan pertandingan bisa ditunda. Namun, mereka tetap datang, menempuh perjalanan panjang, dan bermain. Itu tidak mudah. Penghargaan setinggi-tingginya untuk tim Burkina Faso,” ujar Scaloni.

Pesta Gol Tanpa Messi

Dalam laga Argentina vs Burkina Faso, Lionel Messi sengaja tidak diturunkan. Sang kapten disimpan untuk laga perpisahannya melawan Benin pada 6 Oktober 2026. Absennya Messi tidak mengurangi ketajaman lini depan Argentina. Lautaro Martinez membuka keunggulan, disusul gol dari Gianluca Prestianni, Nico Paz, Julian Alvarez, Franco Mastantuono, Giuliano Simeone, serta satu gol bunuh diri pemain Burkina Faso, Moumoune Diallo.

Bagi Franco Mastantuono, gol tersebut menjadi gol perdananya untuk tim senior Argentina. Enzo Fernandez, yang tampil sebagai starter selama 69 menit, turut mencuri perhatian. Usai pertandingan, ia mengunggah foto di media sosial dengan latar belakang bendera Argentina bertuliskan “Todo River”, sebagai bentuk kecintaan kepada klub lamanya, River Plate.

Baca juga:
Sabah FK Cetak Sejarah, Slavia Praha Takluk 2-0 di Liga Champions

Sambutan Bak Pahlawan di Kampung Halaman

Meski harus menelan kekalahan telak, para pemain Burkina Faso justru mendapat sambutan luar biasa begitu tiba di Bandara Ouagadougou. Menteri Olahraga, Annick Pikbougoum/Zingué Ouattara, langsung menyambut mereka dengan pidato penuh haru. “Kami bangga kepada kalian. Kalian telah melakukan tindakan bersejarah, sebuah tindakan patriotik. Terlepas dari skor akhir, kami melihat ini sebagai kemenangan karena kalian mampu menghadapi tantangan dan menepati janji,” kata Ouattara di hadapan para pemain.

Ia menambahkan, “Terima kasih telah hadir saat negara membutuhkan kalian.” Momen penyambutan itu diabadikan dan disebarluaskan oleh media lokal Faso Sports serta situs resmi pemerintah Burkina Faso. Banyak pihak menilai bahwa semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh skuad muda Burkina Faso patut diacungi jempol, terlepas dari hasil akhir di lapangan.

Laga Perpisahan Messi Semakin Dekat

Setelah laga Argentina vs Burkina Faso, fokus kini beralih ke pertandingan persahabatan Argentina melawan Benin pada Selasa, 6 Oktober 2026, di Stadion Monumental. Laga tersebut akan menjadi pertandingan internasional terakhir Lionel Messi. Pemain berusia 39 tahun itu telah mengumumkan rencana pensiun pada Agustus lalu setelah Argentina kalah di final Piala Dunia 2026 dan meninggalnya sang ayah, Jorge.

Baca juga:
Tahiel Jiménez Bawa Santos Laguna Comeback Atas Atlético San Luis

Messi akan mengakhiri karier internasionalnya dengan catatan 125 gol dari 207 penampilan, menjadikannya pencetak gol terbanyak dan pemain dengan caps terbanyak dalam sejarah timnas Argentina. Sejumlah pemain yang juga pernah membela River Plate, seperti Julian Alvarez, Franco Mastantuono, Exequiel Palacios, dan Giuliano Simeone, dipastikan akan menjadi bagian dari momen bersejarah tersebut.

Laga melawan Benin tidak hanya menjadi penutup perjalanan megabintang Argentina, tetapi juga simbol transisi generasi yang telah dimulai sejak kemenangan telak atas Burkina Faso. Semangat juang yang ditunjukkan oleh tim tamu dalam laga Argentina vs Burkina Faso menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang komitmen, pengorbanan, dan kebanggaan membela negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *