Sorothari – 07 Oktober 2026 | Pertandingan antara Kosovo vs Austria dalam babak play-off Kualifikasi Piala Dunia Wanita 2027 menyedot perhatian publik sepak bola Eropa. Duel dua leg ini tidak hanya menentukan nasib kedua tim menuju Brasil, namun juga mempertemukan dua pemain Bayer Leverkusen yang sama-sama mengincar tiket ke putaran final. Laga pertama digelar di Pristina pada Jumat, 9 Oktober 2026, sedangkan leg kedua berlangsung di Wina pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Kosovo yang diperkuat gelandang Bayer Leverkusen, Lumbardha Misini, harus berhadapan dengan Austria yang memiliki bek tengah andalan, Claudia Wenger. Keduanya sama-sama bermain untuk Werkself dan kini saling berhadapan untuk memperebutkan satu tempat di babak play-off berikutnya. Pertemuan ini menjadi sangat emosional karena hanya satu dari mereka yang bisa melanjutkan mimpi tampil di Piala Dunia.
Baca juga:Dalam klasemen Kualifikasi Grup A3, Austria finis di posisi ketiga, sementara Kosovo berhasil menjadi juara Grup C2 yang lebih rendah levelnya. Meski begitu, Kosovo menunjukkan perlawanan sengit di kandang sendiri dan berhasil menahan imbang Austria 1-1 pada pertandingan pertama. Hasil ini membuat leg kedua di Wina menjadi penuh tekanan bagi kedua tim.
Pemain tengah Nottingham Forest, Xaver Schlager, yang juga memperkuat Austria, meluapkan kekesalannya setelah pertandingan. Ia menilai kondisi lapangan di Stadion Fadil Vokrri sangat buruk sehingga menghambat permainan. “Permainan sangat mepet. Umpan langsung nyaris mustahil; setiap bola yang dikontrol memantul tak menentu. Ini sedikit mirip dengan sepak bola. Pada dasarnya hanya menyepak bola ke depan, bertarung, dan berharap wasit meniup peluit,” ujarnya kepada ORF.
Schlager juga meminta maaf kepada para penggemar yang menyaksikan pertandingan tersebut. “Saya turut prihatin kepada siapa pun yang harus menonton pertandingan hari ini. Sungguh mengerikan,” tambahnya.
Polemik kualitas lapangan juga menjadi sorotan dalam podcast “Hamann & Stankovic – The Soccer Podcast” di Sky Sport Austria. Mantan pemain sepak bola Marko Stankovic mengkritik para pemain Austria yang mengeluh tentang lapangan, tetapi pemain Kosovo seperti Edon Zhegrova justru mampu tampil apik. “Mengapa Zhegrova—nomor 10 Kosovo yang bermain untuk Juventus—bisa melakukannya? Mengapa dia berhasil? Mengapa ‘Suchs-Balli’ bahkan bisa bermain melawan kami?” ujar Stankovic. Ia menekankan bahwa pemain harus percaya diri dan menuntut diri sendiri dalam kondisi apa pun.
Baca juga:Pelatih Austria, Ralf Rangnick, sebelumnya juga menyebut lapangan Pristina sebagai “bencana absolut”. Namun, Stankovic memberikan pujian kepada tim Austria secara keseluruhan. “Saya pikir kami berada di jalur yang benar; kami punya delapan poin. Kami akan finis pertama di grup—saya yakin itu. Kami adalah tim yang sangat bagus, dan Ralf Rangnick pada dasarnya melakukan pekerjaan yang solid,” tutupnya.
Selain laga Kosovo vs Austria, beberapa pemain Bayer Leverkusen lainnya juga menjalani tugas internasional. Penyerang Maja Sternad membela Slovenia melawan Turki, sementara Paulina Tomasiak bersama Polandia menghadapi Belgia. Cornelia Kramer dari Denmark sudah memastikan tiket ke Brasil setelah negaranya memuncaki Grup A1 pada Juni lalu. Denmark pun hanya memainkan laga uji coba melawan Kanada.
Di sisi lain, tiga pemain muda Jerman—Loreen Bender, Estrella Merino Gonzalez, dan Sofie Zdebel—memperkuat tim U23 Jerman melawan Skotlandia dan Swedia.
Babak play-off pertama ini terdiri dari 16 pertandingan yang dibagi menjadi dua jalur. Pemenangnya akan melaju ke babak play-off kedua pada 26 November hingga 5 Desember 2026. Tujuh pemenang dengan peringkat tertinggi berdasarkan tabel liga Kualifikasi Eropa 2026 akan langsung lolos ke Piala Dunia. Satu pemenang sisanya harus melewati play-off antarbenua pada Februari 2027.
Baca juga:Dengan hasil imbang 1-1 di leg pertama, Austria dan Kosovo masih memiliki peluang yang sama untuk melangkah ke babak selanjutnya. Leg kedua di Wina akan menjadi panggung penentu siapa yang layak melanjutkan perjuangan menuju Brasil 2027.












