Yunani vs Jerman: Die Mannschaft Kembali Gagal Menang di Nations League

Yunani vs Jerman: Die Mannschaft Kembali Gagal Menang di Nations League
Yunani vs Jerman: Die Mannschaft Kembali Gagal Menang di Nations League

Sorothari – 07 Oktober 2026 | Laga Yunani vs Jerman pada matchday keempat UEFA Nations League Grup A2 yang berlangsung di Toumba Stadium, Thessaloniki, Senin (5/10/2026) malam waktu setempat berakhir dengan skor 0-0. Hasil ini membuat langkah Jerman menuju putaran final Nations League semakin berat, sementara Yunani tetap bersaing di papan atas klasemen.

Jerman, yang kini ditangani oleh Jurgen Klopp, tampil dominan sepanjang pertandingan. Die Mannschaft mencatat penguasaan bola mencapai 63 persen dan melepaskan 21 tembakan ke arah gawang Yunani. Namun, kegagalan dalam penyelesaian akhir dan penampilan gemilang kiper Yunani Konstantinos Tzolakis membuat peluang-peluang tersebut tidak berbuah gol. Tzolakis tercatat melakukan lima penyelamatan penting sepanjang laga.

Baca juga:
Greece vs Germany: Timnas Yunani Kembali Tahan Imbang Jerman di Nations League

Yunani sendiri beberapa kali memberikan ancaman, terutama pada awal pertandingan. Georgios Masouras nyaris mencetak gol setelah menyambut umpan silang Manolis Saliakas, namun sundulannya masih melambung di atas mistar. Peluang lain datang dari sundulan Konstantinos Mavropanos yang masih bisa diamankan kiper Jerman Jonas Urbig.

Pelatih Jerman, Jurgen Klopp, menilai timnya tampil tidak konsisten. Menurutnya, kualitas serangan Jerman menurun drastis pada 30 menit terakhir pertandingan. “Permainan kami sempat agak goyah saat memasuki menit ke-60, sehingga pergerakan kami kehilangan ketajaman. Namun, kami baru saja bertanding tiga hari yang lalu—sulit untuk mempertahankan tempo seperti itu selama 90 menit penuh saat menghadapi tim Yunani yang tangguh,” ujar Klopp kepada UEFA.

Hasil imbang ini membuat Jerman tertahan di peringkat ketiga Grup A2 dengan koleksi lima poin. Sementara itu, Yunani menempati posisi kedua dengan delapan poin, sama dengan Belanda yang memuncaki klasemen. Dengan sisa pertandingan yang terbatas, peluang Jerman untuk lolos ke Nations League Finals semakin kecil. Die Mannschaft berpotensi gagal mencapai putaran final untuk keempat kalinya dalam lima edisi terakhir.

Baca juga:
Yunani Tahan Jerman 0-0, Fotis Ioannidis Jadi Ancaman di Lini Depan

Dalam laga Yunani vs Jerman ini, Yunani menurunkan formasi 4-4-2 dengan Konstantinos Tzolakis di bawah mistar. Lini belakang diisi oleh Manolis Saliakas, Konstantinos Koulierakis, Konstantinos Mavropanos, dan Kostas Tsimikas. Di lini tengah, Christos Zafeiris dan Dimitrios Kourbelis menjadi motor permainan, sementara Fotis Ioannidis dan Vangelis Pavlidis memimpin lini depan.

Dari sisi Jerman, Florian Wirtz, Derry Scherhant, dan Tom Bischof beberapa kali mencoba membongkar pertahanan Yunani. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-0 tetap bertahan.

Di luar pertandingan, Presiden Yunani Constantine Tassoulas kembali mendesak Jerman untuk membayar kompensasi atas kejahatan Nazi selama Perang Dunia II. Pernyataan itu disampaikan dalam acara peringatan pembunuhan massal Lingiades ke-83. Tassoulas menegaskan bahwa Yunani tidak akan melupakan tuntutan reparasi tersebut. “Kami ingat bahwa kami akan mendesak klaim kami dan melindungi masa depan kami. Sebab, kami akan terus menghormati warga sipil yang menjadi korban pembunuhan massal Lingiades 83 tahun lalu,” kata Tassoulas, dikutip dari Greek City Times.

Baca juga:
Laga Colombia vs Peru Berakhir dengan Kemenangan 2-0 untuk Tim Cafetero

Yunani telah lama menuntut kompensasi atas penderitaan yang dialami selama pendudukan Nazi, termasuk pembunuhan massal Lingiades yang menewaskan 41 anak-anak. Namun, Jerman selalu menolak dengan alasan masalah tersebut sudah selesai secara hukum.

Dalam perkembangan lain, Yunani baru saja menerima pengembalian 48 artefak keagamaan bersejarah dari Bulgaria. Artefak tersebut diambil oleh Bulgaria pada 109 tahun lalu saat pecahnya Perang Dunia I. Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengatakan pengembalian ini merupakan hasil negosiasi panjang, meskipun mantan PM Antonis Samaras menilai jumlah tersebut masih sangat terbatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *