Mitchell Baker Jadi Top Skor FIFA ASEAN Cup 2026, Cetak Quintrick ke Gawang Bangladesh

Mitchell Baker Jadi Top Skor FIFA ASEAN Cup 2026, Cetak Quintrick ke Gawang Bangladesh
Mitchell Baker Jadi Top Skor FIFA ASEAN Cup 2026, Cetak Quintrick ke Gawang Bangladesh

Sorothari – 08 Oktober 2026 | Striker Timnas Indonesia, Mitchell Baker, resmi mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak pada gelaran perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Pemain berusia 19 tahun itu mengoleksi lima gol sepanjang turnamen, seluruhnya ia lesakkan dalam satu pertandingan saat Indonesia menghancurkan Bangladesh dengan skor 9-2 di babak penyisihan grup.

Prestasi ini sekaligus mengukuhkan Mitchell Baker sebagai salah satu pemain kunci di balik kesuksesan Skuad Garuda yang berhasil keluar sebagai juara. Pada partai final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10/2026) malam WIB, Indonesia menaklukkan Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu. Meski tidak mencetak gol di laga puncak, kontribusi Baker sepanjang turnamen tak terbantahkan.

Baca juga:
Kemenangan Telak Timnas Indonesia atas Kamboja: Mitchell Baker Hattrick dan Banjir Meme

Di bawah Mitchell Baker dalam daftar top skor, terdapat penyerang naturalisasi Malaysia, Bergson da Silva, yang mengemas empat gol. Posisi ketiga ditempati Bjorn Martin Kristensen dari Filipina dengan tiga gol. Sementara itu, empat pemain lainnya masing-masing mengoleksi dua gol, yakni Iklas Sanron dan Teerasak Poeiphimai dari Thailand, Arif Aiman dari Malaysia, serta Nguyen Dinh Bac dari Vietnam.

Duet Mematikan dengan Ole Romeny

Ketajaman Mitchell Baker tak lepas dari peran rekan setimnya, Ole Romeny. Penyerang Fortuna Sittard itu menjadi pemasok assist terbanyak turnamen dengan total empat umpan gol, dan seluruh assist tersebut diberikan kepada Baker. Kombinasi keduanya menjadi senjata utama lini depan Indonesia sepanjang kompetisi.

“Ya, dia seperti seorang target man, sedangkan saya lebih seperti pemain yang memiliki peran bebas. Jadi, saya bergerak di sekelilingnya. Ketika saya melihat dia berlari, saya tinggal memberikan bola kepadanya dan kami bisa mencetak gol,” ungkap Ole Romeny usai pertandingan final.

Baca juga:
Jalani Debut Sensasional, Erick Thohir Puji Mitchell Baker usai Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja

Ole sendiri menyelesaikan turnamen dengan torehan satu gol dan empat assist. Ia mengaku trofi juara ini memiliki arti khusus, tidak hanya sebagai medali, melainkan juga karena kebersamaan yang terjalin di dalam tim. “Sangat berarti, sangat berarti. Jika Anda melihat semua orang, anak-anak, semua orang, Anda tahu, trofi ini sangat berarti bagi Indonesia. Bagi kami, kami sangat bangga dan, ya, rasanya seperti satu keluarga besar,” kata Ole.

Profil dan Latar Belakang Mitchell Baker

Mitchell Baker lahir di Melbourne, Australia, dari pasangan Daniel Robert Baker yang berkebangsaan Australia dan Maureen Lee Baker. Darah Indonesia mengalir dari sang ibu, Maureen, yang merupakan anak dari pasangan asal Yogyakarta dan Semarang. Garis keturunan inilah yang menjadi dasar naturalisasi Mitchell Baker. Ia resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada Juli 2026, membuka jalannya untuk membela Timnas Indonesia di level internasional.

Sejak usia muda, Mitchell Baker sudah menekuni sepak bola di Australia. Ia memulai karier junior bersama Melbourne Victory, kemudian melanjutkan karier di Georgetown Hoyas dengan catatan 42 penampilan dan 18 gol. Penampilan perdananya bersama Timnas Indonesia langsung mencuri perhatian setelah ia mencetak hat-trick, sebelum akhirnya memborong lima gol saat melawan Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026.

Baca juga:
Kapten Timnas Thailand Chanatip Songkrasin Akui Kualitas Timnya Setara dengan Indonesia Usai Kalah di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Perjalanan Indonesia Menuju Gelar Juara

Timnas Indonesia memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melalui laga final yang dramatis melawan Thailand. Sempat unggul lebih dulu melalui gol bunuh diri Iklas Sanron, Indonesia justru tertinggal 1-2. Elkan Baggott menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-116, memaksa pertandingan dilanjutkan ke adu penalti. Dalam drama tos-tosan, Indonesia keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2.

Kemenangan ini menjadi sejarah baru bagi sepak bola Indonesia, sekaligus menempatkan Mitchell Baker sebagai ikon baru di lini depan Skuad Garuda. Dengan usia yang masih muda, Baker diproyeksikan menjadi andalan Timnas Indonesia untuk turnamen-turnamen selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *