Lionel Messi Tutup Karier Internasional dengan Kemenangan, Nomor 10 Argentina Tak Bisa Dipensiunkan

Lionel Messi Tutup Karier Internasional dengan Kemenangan, Nomor 10 Argentina Tak Bisa Dipensiunkan
Lionel Messi Tutup Karier Internasional dengan Kemenangan, Nomor 10 Argentina Tak Bisa Dipensiunkan

Sorothari – 10 Oktober 2026 | Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina pada laga persahabatan melawan Benin, Rabu (7/10/2026) di Buenos Aires. Pemain berusia 39 tahun itu mencetak satu gol dan dua assist dalam kemenangan 3-0, sekaligus menutup karier internasionalnya dengan catatan 126 gol dari 208 penampilan. Namun, di balik kemeriahan perpisahan, terselip kisah kurang mengenakkan dari kubu Benin yang mengeluhkan perlakuan dingin tim Argentina, termasuk larangan berfoto dengan Messi.

Pertandingan tersebut menjadi momen emosional bagi La Pulga dan penggemar di seluruh dunia. Messi meninggalkan warisan luar biasa, termasuk membawa Argentina meraih Piala Dunia 2022, Copa America 2021, dan Copa America 2024. Namun, perpisahan itu juga diwarnai kontroversi kecil setelah pelatih Benin, Gernot Rohr, mengungkapkan kekecewaannya. Rohr mengatakan para pemainnya berusaha mendekati Messi untuk berfoto atau bertukar jersey, tetapi dihadang petugas keamanan Argentina. “Para pemain saya sudah mencoba segala cara, tapi tidak berhasil. Kami bahkan tidak diizinkan mendekati lorong pemain mereka,” ujar Rohr kepada RMC Sport.

Baca juga:
Alexander Zverev Pastikan Gelar Akhir Tahun Nomor Satu Dunia Usai Alcaraz Tersingkir di Shanghai

Kekecewaan itu menambah catatan pahit bagi Benin, yang sebelumnya harus menelan kekalahan telak 6-0. Meski Messi menjadi pusat perhatian dengan eksekusi penalti, para pemain muda Benin mengaku hanya ingin membawa pulang kenang-kenangan dari sang idola. Namun, upaya mereka kandas. “Kami ingin bertukar jersey, tapi mereka tidak membiarkan kami. Pihak keamanan mengusir kami semua,” tambah Rohr.

Nomor 10 Argentina: Warisan yang Tak Bisa Dipensiunkan

Setelah pensiunnya Lionel Messi, muncul wacana untuk memensiunkan nomor punggung 10 yang identik dengannya. Namun, Argentina tidak bisa merealisasikan rencana itu karena terbentur regulasi FIFA. Dalam turnamen resmi, FIFA mewajibkan tim nasional menggunakan nomor punggung secara berurutan dari 1 hingga 26. Dengan demikian, tidak ada nomor yang bisa dikosongkan meskipun memiliki nilai sejarah besar. Argentina pernah mencoba memensiunkan nomor 10 untuk menghormati Diego Maradona menjelang Piala Dunia 2002, namun ditolak FIFA.

Nomor 10 kini harus diteruskan kepada pemain lain. Beberapa kandidat yang disebut-sebut antara lain Nico Paz dari Como dan Franco Mastantuono dari Fiorentina. Keduanya dinilai memiliki kreativitas dan karakter yang cocok untuk mengenakan nomor keramat tersebut. Messi sendiri pertama kali menggunakan nomor 10 bersama Argentina pada 2009 dan meninggalkan standar yang sangat tinggi bagi penerusnya.

Penghormatan dari Ronaldo, Ronaldinho, dan Rekan Setim

Perpisahan Messi dengan Timnas Argentina mendapat sambutan hangat dari berbagai tokoh sepak bola dunia. Cristiano Ronaldo, rival abadinya, memberikan penghormatan melalui media sosial. “Leo, begitu banyak tahun membela negaramu dan sebuah sejarah yang akan bertahan selamanya. Semua rasa hormat saya atas apa yang telah kamu capai bersama Argentina,” tulis Ronaldo di Instagram.

Baca juga:
Argentina vs Benin: Kemenangan Perpisahan Messi Diwarnai Kontroversi Perlakuan terhadap Tamu

Ronaldinho, mantan rekan setim Messi di Barcelona, juga menyampaikan pesan menyentuh. “Sungguh sebuah kebahagiaan dan kegembiraan bisa menjadi bagian dari kisahmu sejak hari pertama, Saudaraku! Kau membuat kami tersenyum dan begitu menikmati sepak bola,” tulis Ronaldinho di X. Neymar, Luis Suarez, dan sejumlah klub Argentina juga ikut memberikan ucapan selamat dan penghormatan.

Rekor Gila Messi yang Sulit Dipecahkan

Selama membela Argentina, Lionel Messi mencatatkan sejumlah rekor yang sulit ditandingi. Ia menjadi pemain dengan penampilan terbanyak sepanjang sejarah tim nasional (208 laga), sekaligus top skor (126 gol) dan top assist. Messi juga menjadi satu-satunya pemain yang berhasil membawa Argentina meraih Piala Dunia setelah penantian panjang selama 36 tahun. Prestasi ini melengkapi tiga trofi bergengsi yang ia raih bersama La Albiceleste dalam kurun waktu tiga tahun.

Di sisi lain, pensiunnya Messi dari tim nasional juga membuka peluang bagi pemain muda Argentina untuk bersinar. Namun, standar yang ditinggalkan begitu tinggi sehingga siapapun yang mengenakan nomor 10 harus siap menghadapi ekspektasi besar.

MLS Berharap Kane Mengikuti Jejak Messi

Di tengah hiruk-pikuk pensiunnya Messi, Komisioner MLS Don Garber menyambut baik prospek Harry Kane pindah ke Amerika Serikat. Garber mengungkapkan keinginannya melihat kapten Inggris itu bermain di MLS, mengikuti jejak Messi yang bergabung dengan Inter Miami. “Saya akan senang jika dia melakukannya. Ini adalah pemenuhan mimpi yang kami miliki untuk membangun liga sepak bola yang layak,” kata Garber kepada ESPN.

Baca juga:
PSIS Semarang Raih Kemenangan Beruntun: Taklukan Adhyaksa FC dan Menang WO atas Persiku

Kane, yang kini berusia 33 tahun dan masih tampil gemilang bersama Bayern Munich, sebelumnya mengaku tertarik untuk akhirnya bermain di Amerika Utara. Garber meyakini kedatangan Messi telah membuktikan bahwa MLS bisa bersaing dengan liga-liga Eropa dan tawaran dari Arab Saudi. Meski begitu, belum ada kepastian kapan Kane akan meninggalkan Eropa.

Pensiunnya Lionel Messi dari Timnas Argentina menutup salah satu babak paling gemilang dalam sejarah sepak bola. Namun, warisannya akan terus hidup melalui rekor, trofi, dan nomor 10 yang kini menanti penerusnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *