Sorothari – 11 Oktober 2026 | Bek muda Manchester United, Leny Yoro, menjadi satu-satunya titik terang dalam hasil imbang mengecewakan yang dialami timnya saat menjamu Tottenham Hotspur di Old Trafford, Sabtu (10/10/2026) malam. Dalam laga pekan keenam Liga Inggris itu, Setan Merah gagal mempertahankan keunggulan dan harus puas berbagi angka 1-1 setelah Dominic Solanke menyamakan kedudukan pada menit ke-92.
Laga yang berlangsung sengit tersebut menyisakan banyak pekerjaan rumah bagi pelatih Michael Carrick. Penampilan buruk di babak pertama membuat tim tamu mendominasi, namun beruntung bagi United, Tottenham gagal memanfaatkan peluang. Babak kedua baru memberikan sedikit perbaikan, dan gol pembuka Bryan Mbeumo pada menit ke-73 sempat membangkitkan harapan. Keunggulan itu kian terasa aman setelah Rodrigo Bentancur mendapat kartu merah pada menit ke-78 karena melakukan headbutt kepada Luke Shaw.
Baca juga:Namun, harapan itu sirna ketika Lisandro Martinez melakukan kesalahan fatal. Ia kalah duel udara dari Solanke yang dengan mudah menyundul bola menyamakan skor. Martinez mendapat kritik tajam, dan beberapa media bahkan memberinya nilai 4/10 karena penampilannya yang dianggap buruk. Sebaliknya, Leny Yoro justru tampil impresif. Bek asal Prancis yang baru saja melakoni debut internasional senior bersama Timnas Prancis itu mencatatkan 12 kontribusi defensif, termasuk dua tekel sukses dari tiga percobaan. Salah satu tekelnya bahkan digambarkan sebagai penyelamatan yang menghalau gol pasti lawan.
Perbandingan antara penampilan Yoro dan Martinez pun mencuat di kalangan penggemar. Banyak suporter yang menyayangkan keputusan Carrick menarik keluar Yoro di babak kedua, alih-alih mengganti Martinez yang tampil kurang meyakinkan. Seorang penggemar di media sosial X menulis, “Yoro adalah pemain terbaik kami; menariknya keluar adalah keputusan bodoh. Seharusnya Martinez atau Maguire yang ditarik, dan Yoro tetap di posisi bek tengah jika Carrick benar-benar ingin memasukkan Dalot.”
Performa Buruk dan Sorotan ke Lisandro Martinez
Lisandro Martinez menjadi sasaran kritik setelah dua pertandingan beruntun tampil mengecewakan. Pekan sebelumnya, ia juga dinilai kurang beruntung saat mencetak gol bunuh diri melawan Fulham. Kali ini, kegagalannya mengawal Solanke menjadi penyebab langsung kebobolan di menit akhir. Dalam laporan The Sun, jurnalis Katherine Walsh memberikan nilai 4/10 untuk Martinez, yang menjadi nilai terendah bersama gelandang Youri Tielemans.
Baca juga:Tielemans juga dinilai tidak memiliki peran yang jelas dalam skema Carrick, terutama saat bermain bersama Kobbie Mainoo. Sementara itu, Amad Diallo yang baru kembali dari cedera panjang juga belum mampu memberikan kontribusi maksimal, hanya mendapat nilai 5/10. Ketiganya dianggap perlu diistirahatkan hingga kembali menemukan kebugaran atau performa terbaik.
Keputusan Taktik yang Dipertanyakan
Keputusan Carrick untuk menarik Leny Yoro menjadi perdebatan. Yoro, yang bermain sebagai bek kanan dalam formasi awal, justru menjadi salah satu pemain paling menonjol. Statistik membuktikan ia memenangkan dua dari tiga tekel yang dilakukannya, dan salah satunya merupakan tekel terakhir yang mencegah gol pasti. Kepergiannya dari lapangan justru membuat pertahanan United lebih rentan, hingga akhirnya Solanke mampu menyamakan skor.
Di sisi lain, Tottenham datang dengan enam perubahan pemain dari laga sebelumnya. Pelatih Roberto De Zerbi menurunkan Archie Gray, Lucas Bergvall, Destiny Udogie, Conor Gallagher, Marcus Cisse, dan Mohammed Kudus sejak awal. Sementara itu, penyerang asal Mesir Omar Marmoush harus puas duduk di bangku cadangan.
Baca juga:Dampak pada Klasemen dan Tekanan ke Carrick
Hasil imbang ini membuat Manchester United hanya mengumpulkan enam poin dari enam pertandingan, dan gagal meraih kemenangan dalam empat laga beruntun di Liga Inggris. Posisi mereka di klasemen kian tertekan, dan publik mulai mempertanyakan masa depan Carrick. Pertandingan berikutnya melawan Atletico Madrid di Liga Champions semakin menambah tekanan.
Meskipun hasil pertandingan mengecewakan, penampilan Leny Yoro menjadi secercah harapan bagi para penggemar. Pemain berusia 19 tahun itu menunjukkan kematangan dan ketenangan yang jarang terlihat di lini belakang United musim ini. Jika terus diberi kepercayaan, bukan tidak mungkin ia akan menjadi pilar penting di masa depan.












