Novak Djokovic Terlibat dalam Rencana Transfer Jovo Lukic ke Klub Le Mans

Novak Djokovic Terlibat dalam Rencana Transfer Jovo Lukic ke Klub Le Mans
Novak Djokovic Terlibat dalam Rencana Transfer Jovo Lukic ke Klub Le Mans

Sorothari – 11 Oktober 2026 | Petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic, kembali menjadi sorotan. Kali ini, bukan karena prestasi di lapangan, melainkan karena keterlibatannya dalam dunia sepak bola. Djokovic merupakan salah satu investor di klub sepak bola Prancis, Le Mans, yang dikabarkan tertarik mendatangkan penyerang asal Bosnia dan Herzegovina, Jovo Lukic, dari Universitatea Cluj.

Menurut laporan media internasional, Le Mans tengah mempertimbangkan untuk merekrut Lukic pada bursa transfer musim dingin mendatang. Ketertarikan klub divisi dua Prancis itu muncul setelah penampilan impresif Lukic bersama Universitatea Cluj di Liga Rumania. Sebelumnya, klub kasta teratas Prancis, Rennes, juga disebut-sebut memantau perkembangan pemain berusia 27 tahun tersebut.

Baca juga:
Kejutan US Open: Novak Djokovic Tumbang di Babak Awal Akibat Kendala Fisik

Lukic, yang juga memperkuat tim nasional Bosnia dan Herzegovina, memiliki kontrak dengan Universitatea Cluj hingga musim panas 2029. Posisi tawar klub Rumania itu cukup kuat, dan mereka dikabarkan tidak akan melepas pemain andalannya dengan harga kurang dari lima juta euro. Namun, angka tersebut diyakini tidak menjadi kendala bagi kelompok investasi yang dipimpin oleh Novak Djokovic.

Le Mans sendiri telah menarik perhatian dalam beberapa tahun terakhir berkat proyek investasi yang melibatkan sejumlah nama besar. Selain Novak Djokovic, kiper Real Madrid Thibaut Courtois dan mantan pembalap Formula 1 Felipe Massa juga tercatat sebagai investor. Kehadiran para investor ini diharapkan dapat mendongkrak performa klub dan membawa Le Mans kembali ke kasta tertinggi sepak bola Prancis.

Performa Terkini Novak Djokovic di Lapangan

Sementara itu, di luar rencana investasinya, Novak Djokovic tetap menunjukkan tajinya di dunia tenis. Pekan lalu, ia berhasil merebut gelar juara China Open untuk ketujuh kalinya. Kemenangan ini menjadi gelar ke-102 sepanjang kariernya dan yang pertama di tahun 2026. Prestasi ini juga menjadikannya juara ATP 500 tertua sejak kategori tersebut diperkenalkan pada 2009.

Di final China Open, Djokovic berhadapan dengan petenis Australia, Alex de Minaur. De Minaur terpaksa mundur di tengah pertandingan karena cedera, sehingga gelar juara diberikan kepada Djokovic. Namun, De Minaur pulih dengan cepat dan berhasil memenangkan pertandingan pertamanya di Shanghai Masters beberapa hari kemudian.

Baca juga:
Djokovic Siap Hadapi Hurkacz di Shanghai Masters Usai Juara China Open

Kemenangan Djokovic di Beijing mendapat perhatian khusus dari legenda tenis Amerika Serikat, Jimmy Connors. Dalam podcastnya, Connors mengatakan bahwa rival-rival Djokovic patut waspada. “Anda bisa berkata apa pun tentang ‘Djoker’, dia bukanlah pemain yang bisa dianggap remeh,” ujar Connors. “Semua orang berpikir, ‘Oh, dia sudah habis, usianya 38, 39 tahun.’ Jangan pernah menganggap remeh pemain seperti itu. Setiap pertandingan kini memiliki arti lebih dari sebelumnya, terutama baginya.”

Connors, yang mencapai semifinal AS Terbuka di usia 39 tahun, menambahkan bahwa dengan waktu yang tersisa dalam kariernya, Djokovic akan semakin fokus. “Dengan begitu sedikit waktu yang tersisa dalam kariernya, jika dia terus melakukan hal minimal, bepergian ke semua negara ini dan menghabiskan waktu jauh dari keluarganya, itu berarti dia akan fokus. Jadi, mari kita lihat apa yang akan terjadi padanya,” tambah Connors.

Kekhawatiran Keamanan Jelang Six Kings Slam

Novak Djokovic juga dijadwalkan tampil dalam turnamen ekshibisi Six Kings Slam di Riyadh, Arab Saudi, pada 21-24 Oktober mendatang. Turnamen ini akan mempertemukan sejumlah petenis top dunia seperti Carlos Alcaraz, Alexander Zverev, dan Taylor Fritz. Namun, keikutsertaan mereka diragukan setelah terjadi serangan mematikan di Bandara Internasional King Khalid Riyadh pada Sabtu lalu.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Kelompok Houthi Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu dan memperingatkan agar maskapai penerbangan serta penumpang tidak menggunakan bandara-bandara di Arab Saudi karena dianggap sebagai target potensial. Akibatnya, seluruh penerbangan dari Riyadh dialihkan sementara waktu.

Baca juga:
Dani Olmo Buka Suara soal Tawaran Kroasia, Spanyol Siap Ladeni Tuan Rumah di Nations League

Hingga saat ini, penyelenggara Six Kings Slam belum memberikan pernyataan resmi mengenai nasib turnamen. Turnamen ini bisa saja dipindahkan, dijadwalkan ulang, atau bahkan dibatalkan. Jika tetap berlangsung, juara baru akan tercipta karena Jannik Sinner, yang memenangkan dua edisi sebelumnya, harus mengakhiri musimnya lebih awal karena cedera lutut.

Dengan berbagai perkembangan ini, Novak Djokovic tetap menjadi pusat perhatian, baik sebagai petenis yang masih berambisi menambah gelar maupun sebagai investor yang mulai merambah dunia sepak bola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *