Kisah di Balik Kepergian Neymar dari PSG: Luis Enrique Langsung Bilang ‘Pergi Saja’

Kisah di Balik Kepergian Neymar dari PSG: Luis Enrique Langsung Bilang 'Pergi Saja'
Kisah di Balik Kepergian Neymar dari PSG: Luis Enrique Langsung Bilang 'Pergi Saja'

Sorothari – 12 Oktober 2026 | Kepergian Neymar dari Paris Saint-Germain pada musim panas 2023 menyisakan banyak cerita di balik layar. Kini, untuk pertama kalinya, publik mengetahui secara persis bagaimana proses hengkangnya bintang Brasil itu terjadi. Bukan karena negosiasi transfer yang alot, melainkan sebuah pertemuan tatap muka yang singkat dan terus terang dengan pelatih anyar PSG saat itu, Luis Enrique.

Penasihat olahraga PSG, Luis Campos, dalam wawancara dengan RMC Sport, mengungkapkan detail pertemuan tersebut. Menurut Campos, Luis Enrique tidak bertele-tele. Pelatih asal Spanyol itu langsung menyampaikan visinya tentang skuad yang ingin dibangun, sebuah tim yang mengutamakan kerja sama tim dan dedikasi di atas nama besar pemain. “Fue Luis Enrique quien se sentó a la mesa y le dijo a Neymar: ‘Es mejor que te vayas’. Se lo dijo cara a cara,” ungkap Campos. Kalimat yang berarti, “Luis Enrique yang duduk dan berkata pada Neymar: ‘Lebih baik kau pergi’. Itu disampaikan langsung.”

Baca juga:
Jadwal Moto3 Mandalika 2026: Veda Ega Berjuang di Kandang Sendiri

Keputusan ini menandai perubahan haluan drastis PSG. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai klub dengan ruang ganti yang penuh bintang dan sering dilanda ketegangan, PSG di bawah Luis Enrique ingin membangun blok yang solid dan berkomitmen. Neymar, yang sering dirundung cedera dan inkonsistensi performa, dianggap tidak lagi cocok dengan filosofi baru tersebut. Pelatih asal Asturias itu menegaskan bahwa tidak ada pemain yang otomatis menjadi starter hanya karena nama atau gajinya. Segalanya harus diperebutkan di lapangan latihan.

Meski keputusan ini terkesan keras, Luis Enrique dan Neymar bukannya tanpa sejarah. Keduanya pernah bekerja sama di Barcelona dan meraih treble winner pada 2015. Namun, konteks di Paris berbeda. Dibutuhkan sebuah gebrakan untuk menegakkan disiplin dan otoritas sejak hari pertama. Hasilnya, Neymar pun angkat kaki menuju Al-Hilal di Arab Saudi, membuka jalan bagi restrukturisasi besar-besaran di skuad juara Ligue 1 tersebut.

Sementara itu, di luar hiruk pikuk transfer, Neymar terus menjadi sorotan. Pada pekan yang sama, ia tampil gemilang bersama Santos dalam laga melawan Flamengo di Brasileirao. Tertinggal 0-2 hingga menit ke-82, Neymar menjadi pahlawan dengan mencetak dua gol penalti untuk membawa Santos memaksakan hasil imbang 2-2. Pertandingan itu juga diwarnai duel sengit antara Neymar dan gelandang asal Chile, Erick Pulgar. Pulgar beberapa kali menghentikan laju Neymar dengan tekel keras, termasuk sebuah manotazo yang membuat pemain bernomor punggung 10 itu protes keras pada wasit.

Baca juga:
FC Seoul vs Jeju United: Kemenangan Krusial Klimala Bawa Seoul ke Puncak Klasemen

Namun, yang menarik justru terjadi setelah peluit panjang dibunyikan. Neymar, yang sempat terlibat adu mulut dengan Pulgar di lapangan, justru mendekati pemain Flamengo tersebut dan meminta untuk bertukar jersey. Momen ini menjadi viral di media sosial, menunjukkan bahwa rivalitas di lapangan tidak berlanjut ke permusuhan pribadi. Neymar bahkan melemparkan jerseynya ke arah Pulgar, dan keduanya sepakat untuk bertemu lagi setelah pertandingan.

Di sisi lain, kehidupan pribadi Neymar juga tak luput dari perhatian. Sebuah video lawas yang memperlihatkan Neymar, Lionel Messi, dan Luis Suarez berpesta kembali viral setelah Messi mengumumkan pensiun dari tim nasional Argentina. Dalam video tersebut, Messi terlihat menari dan bersenang-senang, sebuah pemandangan yang jarang terlihat. Neymar pun berkomentar, “Mira a Messi. Estaba bailando. Luis Suárez, Messi y yo. Borrachos,” atau “Lihat Messi. Dia menari. Luis Suarez, Messi, dan aku. Semua mabuk.” Ia menambahkan, “Él nunca es así” (Dia tidak pernah seperti itu), merujuk pada sifat Messi yang biasanya pendiam dan fokus.

Kisah Neymar, dari pertemuan dramatis dengan Luis Enrique yang memaksanya hengkang dari PSG, hingga aksinya di lapangan dan momen santai bersama teman-temannya, menunjukkan kompleksitas perjalanan karier salah satu pemain paling berbakat di generasinya. Kini, setelah meninggalkan Eropa, Neymar menjalani babak baru di Arab Saudi, meninggalkan warisan yang penuh kontroversi namun juga momen-momen magis di lapangan hijau.

Baca juga:
Persaingan Wilayah Barat MLS Memanas Usai Laga Colorado Rapids vs Real Salt Lake

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *