Juventus Terpuruk di Klasemen Serie A, Masalah Konsistensi dan Lini Serang Menghantui

Juventus F.C.
Juventus F.C.

Sorothari – 13 Oktober 2026 | Juventus F.C. kembali gagal meraih kemenangan penuh setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Cagliari pada pekan keenam Serie A 2026/2027. Hasil ini membuat posisi Si Nyonya Tua di papan klasemen semakin terpuruk, tertinggal jauh dari pemuncak klasemen, Inter Milan, dan Lazio yang tampil konsisten.

Berdasarkan analisis dari berbagai sumber, termasuk pengamat sepak bola Stefano Agresti dan mantan pemain Lele Adani, performa Juventus musim ini masih jauh dari harapan. Tim asuhan Luciano Spalletti dinilai belum siap bersaing di papan atas, dengan masalah utama terletak pada inkonsistensi permainan dan ketajaman lini depan.

Baca juga:
Peran Krusial Germán Berterame di Lini Serang Inter Miami Pasca Kemenangan Telak atas CF Montreal

Klasemen sementara Serie A menunjukkan Inter Milan dan Lazio sama-sama mengoleksi 16 poin, unggul lima angka atas Juventus yang baru mengumpulkan 11 poin. Bahkan, Milan yang juga tampil kurang meyakinkan masih berada di atas Juventus dengan 12 poin. Agresti, dalam analisisnya di La Gazzetta dello Sport, menegaskan bahwa Juventus dan Milan belum layak disebut sebagai tim papan atas. Keduanya hanya mampu meraih satu kemenangan sebelum jeda internasional, dan setelah kompetisi kembali bergulir, keterbatasan teknis kembali terlihat jelas.

Salah satu sorotan tajam Agresti adalah keputusan pelatih yang dianggap kurang tepat. Ia mempertanyakan mengapa Edon Zhegrova, yang disebut sebagai trequartista paling tajam di Juventus, tidak dimainkan sejak awal. Menurut Agresti, jika Zhegrova adalah pemain yang bisa menggiring, berkreasi, dan mencetak gol, seharusnya ia menjadi starter, bukan hanya menjadi pemain pengganti di babak kedua.

Pendapat serupa disampaikan Lele Adani. Dalam analisisnya, Adani meragukan kemampuan Zhegrova untuk tampil konsisten selama 90 menit penuh. Ia menilai Zhegrova hanyalah pemain setengah jam, yang hanya efektif saat menjadi pemain pengganti. “Zhegrova adalah pemain untuk posisi keenam, Anda hanya bisa melangkah maju ketika pemain seperti dia bermain tiga pertandingan berturut-turut,” ujar Adani. Kritik ini menunjukkan bahwa Juventus membutuhkan pemain yang siap bermain sejak awal, bukan hanya sekadar pemain pelapis.

Baca juga:
Kiprah Mo Salah di Liga Turki dan Dampak Kepergiannya bagi Lini Serang Liverpool

Selain masalah di lini tengah, lini depan Juventus juga belum menunjukkan ketajaman yang diharapkan. Randal Kolo Muani akhirnya berhasil mencetak gol pertamanya untuk Juventus saat melawan Cagliari, tetapi ia juga gagal memanfaatkan peluang emas. Sementara itu, Nick Woltemade, pemain pinjaman dari Newcastle United, belum mampu memberikan kontribusi signifikan. Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Juventus sudah mulai mencari alternatif penyerang lain untuk bursa transfer Januari. Beberapa nama yang masuk dalam daftar pantauan adalah Mateo Retegui (Al-Qadsiah), Folarin Balogun (Monaco), dan Antonio Raimondo (Frosinone).

Pelatih Cagliari, Fabio Pisacane, yang berhasil menahan imbang Juventus, mengungkapkan strateginya. Ia memilih memainkan Massolin sejak awal untuk menambah keberanian di lini tengah. Keputusan itu terbukti berhasil, dan Pisacane menilai hasil imbang tersebut sepadan dengan penampilan anak asuhnya. “Saya memilih Massolin karena ingin berani di lini tengah, dan kami melakukannya dengan baik melawan tim yang berpengalaman,” kata Pisacane.

Di sisi lain, Lazio menjadi tim yang paling mencuri perhatian. Di bawah asuhan Gennaro Gattuso, Lazio berhasil meraih lima kemenangan dalam enam pertandingan, hanya sekali ditahan imbang oleh Milan. Agresti memuji kemampuan Gattuso yang dinilai tidak hanya mengandalkan karakter dan semangat, tetapi juga memiliki ide-ide taktis yang matang. “Hanya dengan karakter Anda tidak bisa mengimbangi langkah Inter. Di sini juga ada ide-ide,” tulis Agresti. Lazio kini memiliki keunggulan lima poin atas Juventus dan akan menghadapi Si Nyonya Tua pada pekan depan.

Baca juga:
Shanghai Port Ditahan Daejeon Hana Citizen 1-1 di ACL Elite, Kevin Muscat Soroti Ketajaman Lini Depan

Dengan berbagai persoalan yang belum terselesaikan, Juventus harus segera berbenah jika ingin kembali bersaing di papan atas. Laga melawan Lazio akhir pekan ini akan menjadi ujian berat sekaligus kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka masih layak diperhitungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *