Marc Márquez Akui Kesulitan di Mandalika: ‘Saya Finis, Tapi Tidak di Depan’

Marc Márquez Akui Kesulitan di Mandalika: 'Saya Finis, Tapi Tidak di Depan'
Marc Márquez Akui Kesulitan di Mandalika: 'Saya Finis, Tapi Tidak di Depan'

Sorothari – 15 Oktober 2026 | Pebalap Ducati Lenovo, Marc Márquez, harus puas finis di posisi keenam pada balapan utama MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Minggu (15/10/2026). Meskipun berhasil menyelesaikan balapan, pembalap asal Spanyol itu mengakui bahwa hasil tersebut tidak sesuai dengan harapannya.

Dalam video ‘Inside’ yang dirilis Ducati, Márquez terlihat berbincang dengan Pedro Acosta usai balapan. “Saya finis dengan baik, tapi tidak di depan,” ujar Márquez sambil tersenyum, menggambarkan perjuangannya di sirkuit yang kerap menjadi ‘kutukan’ baginya. Sebelumnya, Márquez belum pernah menyelesaikan balapan hari Minggu di Mandalika.

Baca juga:
Alexander Isak Masih Diragukan, Iraola Buka Peluang di Laga Kontra Brentford

Meskipun hasil balapan utama kurang memuaskan, akhir pekan Márquez di Indonesia tidak sepenuhnya buruk. Pada Sprint Race hari Sabtu, ia berhasil meraih kemenangan yang tidak terduga dan sempat memimpin klasemen sementara kejuaraan dunia. Namun, posisinya kembali turun usai balapan utama, kini ia tertinggal dua poin dari Jorge Martín yang memuncaki klasemen dengan 355 poin, sementara Márquez mengoleksi 353 poin.

Analisis Performa dan Strategi

Sepanjang akhir pekan, Márquez dan timnya terus berupaya menemukan setelan motor yang tepat. Pada sesi latihan bebas, ia mengeluhkan kurangnya traksi, terutama saat melawan Aprilia yang tampil dominan. “Bukan konfigurasi motornya, ini saya yang kurang,” akunya kepada manajer tim, Davide Tardozzi, yang menyarankan perubahan posisi tubuh untuk meningkatkan traksi.

Meski start dari posisi keempat di Sprint Race, Márquez berhasil memanfaatkan masalah tekanan ban yang dialami Jorge Martín untuk merebut kemenangan. Namun, pada balapan utama, Aprilia menunjukkan dominasinya dengan menguasai empat posisi terdepan, meninggalkan Ducati yang kesulitan mengejar.

Baca juga:
Drama 10 Gol! Prancis vs Inggris Berakhir 6-4, Inggris Rebut Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

Adik Márquez, Álex Márquez, yang juga pebalap Gresini Racing, memberikan analisis menarik mengenai situasi kakaknya. Menurutnya, Marc harus melakukan ‘malabares’ atau jungkir balik untuk bisa bersaing dengan Aprilia yang tengah dalam performa terbaiknya. “Sekarang akan ada sirkuit seperti Australia, Qatar, dan Portimao, di mana Aprilia bisa tampil sangat baik. Marc harus melakukan jungkir baliknya sendiri,” ujar Álex Márquez dalam wawancara dengan Car and Driver.

Persaingan Ketat Menuju Akhir Musim

Persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin memanas. Jorge Martín memimpin dengan 355 poin, diikuti Marc Márquez dengan 353 poin, dan Marco Bezzecchi di posisi ketiga dengan 309 poin. Dengan beberapa seri tersisa, termasuk Australia dan Malaysia yang diyakini akan menguntungkan Aprilia, tekanan semakin besar pada pundak Márquez.

Álex Márquez menambahkan bahwa Ducati mungkin perlu segera mengambil langkah strategis. “Di Aprilia mereka sudah jelas ingin merebut gelar dan berbicara dengan semua pebalap. Saya pikir saatnya Ducati melakukan hal yang sama, meski masih sedikit terlalu cepat. Saat kita sudah berada dalam pertempuran setiap hari Minggu, semuanya akan dinilai,” jelasnya.

Baca juga:
Megawati Hangestri Cetak 29 Poin di KOVO Cup 2026, Hyundai Hillstate Tersingkir

Di sisi lain, muncul spekulasi mengenai masa depan Marc Márquez di Ducati. Pebalap muda Fermín Aldeguer, yang akan bergabung dengan VR46 pada 2027, mengungkapkan ambisinya untuk naik ke tim pabrikan Ducati dalam satu atau dua tahun ke depan. Hal ini menimbulkan tanda tanya mengenai berapa lama lagi Márquez akan bertahan di tim asal Italia tersebut.

Sementara itu, Márquez sendiri tetap fokus pada balapan berikutnya. Ia mengakui bahwa Mandalika adalah salah satu sirkuit tersulit bagi Ducati, namun ia optimistis bisa tampil lebih baik di seri-seri mendatang. “Kami berhasil finis di salah satu sirkuit tersulit bagi kami,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *