Radja Nainggolan Menyesal Pilih Belgia, Ungkap Gaji Fantastis di Bhayangkara FC

Radja Nainggolan Menyesal Pilih Belgia, Ungkap Gaji Fantastis di Bhayangkara FC
Radja Nainggolan Menyesal Pilih Belgia, Ungkap Gaji Fantastis di Bhayangkara FC

Sorothari – 15 Oktober 2026 | Mantan gelandang tim nasional Belgia, Radja Nainggolan, kembali menjadi sorotan setelah mengungkapkan penyesalannya pernah memilih membela Belgia ketimbang Indonesia. Dalam wawancara eksklusif dengan media Belgia, Het Nieuwsblad, pada 8 Oktober 2026, pemain berdarah Batak Toba itu mengaku bahwa keputusannya di masa muda telah menghilangkan peluang karier internasional yang lebih panjang serta keuntungan komersial yang besar.

Radja Nainggolan, yang kini berusia 38 tahun, menyadari bahwa jika dahulu memilih memperkuat skuad Garuda, ia bisa memiliki karier selama 15 tahun sebagai pemain tim nasional. "Saya bisa saja memiliki karier selama 15 tahun sebagai pemain tim nasional Indonesia," ujarnya. Ia menilai popularitas sepak bola Indonesia serta antusiasme suporter menjadi daya tarik utama yang membuat pengalaman bermain untuk Indonesia terasa berbeda. Selain itu, ia juga menyinggung peluang sponsor dari merek-merek mewah seperti Louis Vuitton, Hublot, dan Rolex yang dinikmati sejumlah pemain yang membela Indonesia.

Baca juga:
Cruz Azul vs Santos Laguna 1-0: Gol Dramatis Jose Paradela Jadi Penentu

Perjalanan Nainggolan ke Indonesia dimulai ketika Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengundangnya menjadi duta Piala Dunia U-17 2023. Saat itu, ia sebenarnya berencana pensiun setelah membela SPAL di Serie B Italia. "Saya berencana untuk berhenti bermain sepak bola setelah membela SPAL di Serie B Italia. Sampai mantan presiden Inter yang sekarang menjabat sebagai kepala Federasi Sepak Bola Indonesia, mengundang saya untuk menjadi duta Piala Dunia U-17," kenangnya.

Setelah menjalani tugas sebagai duta selama dua pekan, Nainggolan tertarik untuk berkarier di Indonesia. Ia mengaku ingin membela Persija Jakarta atau Bali United, namun akhirnya bergabung dengan Bhayangkara FC pada November 2023. "Ternyata tim polisi yang butuh saya," ujarnya bercanda. Selama setengah musim membela Bhayangkara FC, ia tampil dalam 10 laga resmi, mencetak satu gol, dan memberikan tiga assist. Ia juga membocorkan bahwa gaji yang diterimanya mencapai Rp6 miliar atau sekitar 400 ribu Euro selama enam bulan.

Baca juga:
Vietnam Kalahkan Pakistan di Laga Pamungkas Grup B FIFA ASEAN Cup 2026

Kehadiran Radja Nainggolan di Liga Indonesia turut membuka jalan bagi pemain keturunan lainnya. Gelandang kelahiran Belanda, Jordy Wehrmann, bergabung dengan Madura United pada Juli 2024 setelah menimba ilmu di akademi Feyenoord. Ia langsung beradaptasi cepat hingga lancar berbahasa Indonesia. Jejaknya diikuti sang adik, Jasey Wehrmann, yang dikontrak Madura United pada musim 2025/26 dan menjadi pemain asing pertama yang tampil di Elite Pro Academy. Sementara itu, Jordy Tutuarima resmi menjadi pemain Persis Solo pada Januari 2025, membawa pengalaman dari klub-klub Eredivisie seperti NEC, De Graafschap, dan PEC Zwolle.

Radja Nainggolan sendiri mengaku bahwa pengalamannya di Indonesia membuka matanya akan potensi besar yang dimiliki sepak bola tanah air. Meski sempat tidak tahu banyak tentang kompetisi domestik, ia berjanji "memberikan yang terbaik agar Bhayangkara bertahan." Kini, di usianya yang ke-38, ia terus memantau perkembangan sepak bola Indonesia dan tak menutup kemungkinan untuk kembali terlibat, baik sebagai pemain maupun dalam peran lain.

Baca juga:
Hasil Necaxa vs Cruz Azul: La Maquina Menang Telak 3-1 di Tengah Kontroversi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *