Persela Lamongan vs Deltras: Derbi Jatim Berakhir Imbang, Tuan Rumah Kecewa

Persela Lamongan vs Deltras: Derbi Jatim Berakhir Imbang, Tuan Rumah Kecewa
Persela Lamongan vs Deltras: Derbi Jatim Berakhir Imbang, Tuan Rumah Kecewa

Sorothari – 16 Oktober 2026 | Pertandingan antara Persela Lamongan vs Deltras FC dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (11/10/2026), berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil ini menjadi antiklimaks bagi tuan rumah yang sebelumnya diunggulkan setelah unggul jumlah pemain sejak babak pertama.

Laga yang merupakan derbi Jawa Timur tersebut berjalan sengit sejak menit awal. Persela yang tampil di hadapan pendukung sendiri langsung mengambil inisiatif serangan. Namun, petaka bagi Deltras datang pada menit ke-38 ketika salah satu pemain mereka menerima kartu merah dan harus meninggalkan lapangan. Keunggulan jumlah pemain ini sempat dimanfaatkan Persela untuk membuka keunggulan pada menit ke-53 melalui eksekusi penalti Juninho Cabral, setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang.

Baca juga:
Persebaya Belum Terkalahkan di Empat Laga, Tapi Efektivitas Serangan Jadi Sorotan

Sayangnya, keunggulan tersebut justru membuat barisan pertahanan Persela lengah. Alih-alih terus menekan, permainan tuan rumah mengendur. Malapetaka datang pada menit ke-88 saat tembakan jarak jauh pemain Deltras gagal diantisipasi kiper Persela, mengubah skor menjadi 1-1 dan memupus harapan kemenangan di depan mata.

Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, mengakui anak asuhnya kehilangan fokus setelah mencetak gol. “Setelah gol penalti kami agak kendor. Main di kandang dan lawan kekurangan pemain, otomatis kami harusnya lebih menekan. Ini bukan akhir segalanya. Kami target menang, tapi bersyukur tidak kalah. Satu poin ini berharga dan kami harus segera bangkit,” ujar Bima Sakti. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada suporter atas hasil yang kurang memuaskan.

Di kubu tim tamu, bermain dengan 10 orang tidak menyurutkan nyali Deltras. Strategi serangan balik cepat yang diterapkan pelatih Leonard Tupamahu terbukti ampuh mencuri satu poin krusial dari kandang Persela. Hasil imbang ini sekaligus menghentikan tren kemenangan beruntun Laskar Joko Tingkir yang sebelumnya tampil perkasa.

Derbi Jatim yang Penuh Kenangan

Pertandingan Persela Lamongan vs Deltras tidak hanya menyajikan duel sengit di atas lapangan, tetapi juga menjadi momen emosional bagi para suporter. Sebelum laga dimulai, suporter Persela dari LA Mania dan Curva Boys menggelar koreografi megah untuk mengenang dedikasi dan loyalitas mantan kapten tim, Choirul Huda. Spanduk besar bergambar wajah sang legenda dibentangkan di sisi selatan stadion, disertai tulisan doa agar almarhum beristirahat dengan damai. Di sisi utara, suporter membentangkan tulisan nama Choirul Huda.

Baca juga:
Alexander Isak Masih Diragukan, Iraola Buka Peluang di Laga Kontra Brentford

Ketua LA Mania, Teguh Carembo, mengatakan bahwa koreografi tersebut merupakan bentuk kecintaan suporter kepada sosok yang telah mengabdikan seluruh kariernya untuk Persela. “Choirul Huda bukan sekadar pemain bagi kami, tetapi simbol loyalitas terhadap Persela. Dedikasi beliau akan selalu kami kenang dan menjadi bagian dari sejarah klub ini,” kata Teguh di Lamongan, Senin (12/10). Penghormatan itu terasa semakin bermakna karena Oktober menjadi bulan ketika Choirul Huda meninggal dunia, tepatnya pada 15 Oktober 2017, akibat benturan saat membela Persela melawan Semen Padang.

Choirul Huda dikenal dengan julukan “one man, one club” karena menghabiskan karier profesionalnya bersama Persela sejak 1999. Selama sekitar 18 tahun, ia menjadi bagian penting perjalanan klub berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut.

Dampak Hasil Imbang bagi Persela

Hasil imbang melawan Deltras membuat Persela gagal memanfaatkan momentum untuk mendekati puncak klasemen Grup B. Sebelum laga, Persela berada di posisi kedua dengan 11 poin dari lima pertandingan, sementara Deltras memuncaki klasemen dengan 12 poin. Dengan hasil imbang ini, posisi kedua tim di papan atas masih ketat, namun Persela kehilangan kesempatan emas untuk merebut puncak klasemen.

Pelatih Bima Sakti kini harus segera membenahi konsentrasi tim, terutama saat menghadapi situasi unggul jumlah pemain. Evaluasi akan difokuskan pada penyelesaian akhir dan kedisiplinan bertahan. Langkah selanjutnya, Persela akan menghadapi RANS Nusantara FC pada laga berikutnya. Bima Sakti menegaskan bahwa timnya bertekad kembali ke jalur kemenangan dan menebus kegagalan meraih tiga poin di kandang sendiri.

Baca juga:
Argentina Bidik Rekor 64 Tahun di Final Piala Dunia 2026, Messi Cs Selangkah Lagi Masuk Jajaran Elit

Sementara itu, Deltras FC patut diacungi jempol atas mental juara yang ditunjukkan. Bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama dan mampu menyamakan kedudukan di menit-menit akhir menjadi bukti bahwa The Lobster tidak gentar bertanding di kandang lawan. Hasil ini menjadi modal berharga bagi Deltras untuk mempertahankan posisi puncak klasemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *