Joy-Lance Mickels, dari Wacker Nordhausen ke Panggung Champions League Bersama Sabah FK

Joy-Lance Mickels, dari Wacker Nordhausen ke Panggung Champions League Bersama Sabah FK
Joy-Lance Mickels, dari Wacker Nordhausen ke Panggung Champions League Bersama Sabah FK

Sorothari – 17 Oktober 2026 | Nama Sabah FK mencuat di pentas Eropa setelah klub asal Azerbaijan itu meraih kemenangan bersejarah di Liga Champions. Di balik kesuksesan tersebut, ada sosok penyerang keturunan Jerman-Ruanda, Joy-Lance Mickels, yang menjadi salah satu bintang utama. Perjalanan Mickels menuju kompetisi elit Eropa bukanlah jalan yang mulus. Beberapa tahun lalu, ia bahkan sempat berpikir untuk meninggalkan sepak bola dan beralih profesi menjadi petugas pemadam kebakaran.

Pemain berusia 32 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami kesulitan finansial yang membuatnya meragukan masa depan di dunia sepak bola. “Saya tidak punya keluarga yang bisa saya minta 3.000 atau 4.000 euro untuk membayar tagihan,” ujarnya dalam podcast ntv-Sport. “Petugas pemadam kebakaran menarik bagi saya. Saya ingin membuat orang senang dan membantu mereka,” tambahnya.

Baca juga:
Kritik Pedas Jean-Pierre Papin untuk Kylian Mbappé: Kampanye Ballon d’Or Dinilai Berlebihan

Namun, takdir berkata lain. Pada Oktober 2026, Mickels justru terpilih sebagai pemain terbaik dalam pertandingan Liga Champions melawan Slavia Praha. Golnya pada menit ke-88 memastikan kemenangan 2-0 Sabah FK, yang merupakan kemenangan pertama klub tersebut di fase liga Liga Champions. Kini, ia bersiap menghadapi Borussia Dortmund pada matchday ketiga di Signal Iduna Park, Rabu (20/10/2026) pukul 18:45 waktu setempat.

Perjalanan Karier yang Berliku

Mickels memulai karier juniornya di Borussia Mönchengladbach dan FC Schalke 04. Bersama Schalke U23, ia bermain dari 2014 hingga 2016, mencetak sembilan gol dan tiga assist dalam 45 pertandingan. Setelah meninggalkan Schalke, ia sempat memperkuat Alemannia Aachen, Wacker Nordhausen, dan Carl Zeiss Jena di liga-liga bawah Jerman. Namun, cedera dan insolvensi klub di Nordhausen sempat membuat kariernya terhenti.

Titik balik terjadi ketika ia pindah ke klub Belanda MVV Maastricht pada 2018. “Itu adalah langkah terbaik dalam karier saya,” kata Mickels. Penampilannya di Maastricht menarik perhatian Sabah FK, yang kemudian merekrutnya pada musim panas 2021. Setelah dua tahun di Baku, Mickels sempat mencoba peruntungan di Arab Saudi bersama Al-Faisaly FC pada 2023/24. “Saya pergi ke sana hanya karena uang,” akunya. Namun, ia hanya bertahan satu musim dan kembali ke Sabah FK.

Baca juga:
Menatap Balapan Terakhir Bersama Ducati di Misano, Francesco Bagnaia Bertekad Bangkit dari Tren Negatif

Bersinar di Azerbaijan

Bersama Sabah FK, Mickels menjelma menjadi mesin gol. Secara total, ia telah mencatatkan 155 penampilan dengan 81 gol dan 34 assist di semua kompetisi. Pada musim lalu, ia menjadi top skor Premyer Liqa dan membawa Sabah FK meraih gelar juara, sekaligus mengamankan tempat di Liga Champions. Klub yang baru berdiri pada 2017 itu juga meraih double winners dengan menjuarai Piala Azerbaijan 2025.

Perjalanan Sabah FK ke fase liga Liga Champions tidak mudah. Mereka harus melewati tiga putaran kualifikasi dan play-off melawan Hapoel Beer Sheva dari Israel. Meski sempat kalah 0-4 dari Manchester United di matchday pertama, Sabah FK bangkit dengan mengalahkan Slavia Praha 2-0. Kemenangan itu tak lepas dari peran kiper Stas Pokatilov yang tampil gemilang dengan rating 9,0 menurut Flashscore.

Mickels juga aktif membela tim nasional Ruanda bersama dua saudaranya, Leroy (Waldhof Mannheim) dan Joy-Slayd (Hibernians FC Malta). Ia berharap suatu hari bisa kembali ke Jerman dan bermain di sana. “Saya selalu ingin bermain di Jerman,” ujarnya. “Tapi sekarang saya fokus dulu di Sabah FK.”

Baca juga:
Duel Sengit Eredivisie: sc Heerenveen Tumbang 2-3 dari AZ Alkmaar di Abe Lenstra

Laga melawan Borussia Dortmund akan menjadi ujian berat sekaligus peluang bagi Mickels untuk menunjukkan kualitasnya di hadapan publik Jerman. Sabah FK saat ini berada di posisi yang lebih baik dari Dortmund berkat selisih gol, setelah kedua tim mengoleksi tiga poin dari dua pertandingan. Pelatih Dortmund, Niko Kovac, diprediksi akan menurunkan kekuatan terbaiknya setelah kekalahan memalukan dari Bodø/Glimt. Sementara itu, Mickels dan rekan-rekannya bertekad untuk melanjutkan kejutan di Liga Champions.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *