Sorothari – 17 Oktober 2026 | Duel Boca Juniors vs Vasco da Gama pada leg kedua semifinal Copa Sudamericana 2026 akan tersaji di Stadion Maracanã, Rio de Janeiro, Selasa (20/10/2026) pukul 21.30 waktu Argentina. Laga ini menjadi penentu bagi Boca yang tertinggal 0-1 dari pertemuan pertama di La Bombonera. Jelang pertandingan, pelatih Boca, Rodolfo Arruabarrena, angkat bicara mengenai penunjukan wasit kontroversial Jesús Valenzuela yang akan memimpin jalannya pertandingan. Valenzuela dikenal memiliki sejarah buruk dengan Boca, terutama saat laga melawan Cruzeiro di Copa Libertadores 2026 dan insiden penalti Cavani di Copa Sudamericana 2024.
Boca Juniors datang ke Maracanã dengan modal kemenangan 2-1 atas Talleres pada lanjutan Torneo Clausura, Sabtu (16/10/2026) malam WIB. Kemenangan itu membuat mereka memuncaki Tabla Anual dengan 54 poin, unggul dua angka atas Independiente Rivadavia. Meski sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Matías Galarza, Boca bangkit berkat gol Miguel Merentiel dan Leonel Flores. Hasil ini menjadi suntikan moral usai kekalahan dari Vasco da Gama di leg pertama.
Baca juga:Arruabarrena menyadari tekanan besar menghadapi Boca Juniors vs Vasco da Gama di kandang lawan. Ia pun menyinggung soal kepemimpinan wasit Valenzuela yang sempat menuai polemik. “Saya tidak mau berkomentar banyak soal wasit, tapi kita semua tahu apa yang terjadi sebelumnya. Fokus kami adalah bermain sepak bola dan mencetak gol,” ujar Arruabarrena dalam konferensi pers. Pelatih asal Argentina itu juga menegaskan timnya siap tampil agresif sejak menit awal untuk membalikkan agregat.
Kontroversi Wasit Valenzuela dan Sejarah Buruk dengan Boca
Penunjukan Jesús Valenzuela sebagai pengadil lapangan memicu kekhawatiran di kubu Boca Juniors. Wasit asal Venezuela itu memiliki rekam jejak kontroversial dalam dua laga sebelumnya yang melibatkan Xeneize. Pertama, saat Boca menghadapi Cruzeiro di fase grup Copa Libertadores 2026. Dalam laga yang berakhir 1-1, Valenzuela menganulir gol kemenangan Boca yang dicetak Miguel Merentiel karena dianggap terjadi handball Milton Delgado. Ia juga mengabaikan tuntutan penalti atas handball Lucas Romero di area terlarang. Keputusan itu membuat Leandro Paredes geram dan menyebut keputusan wasit “aneh”.
Kedua, insiden di Copa Sudamericana 2024 kala Boca melawan Fortaleza. Valenzuela tidak memberikan penalti kepada Edinson Cavani yang dilanggar Benjamín Kuscevic di kotak penalti. Laga itu berakhir 1-1 dan memaksa Boca melewati jalur playoff, meski akhirnya tetap lolos setelah mengalahkan Independiente del Valle. Rekam jejak ini membuat publik Boca meragukan netralitas Valenzuela, terutama karena laga akan digelar di hadapan puluhan ribu suporter Vasco.
Baca juga:Kondisi Terkini Skuad Boca dan Peluang Paredes
Kabar baik datang dari Leandro Paredes. Gelandang kapten Boca itu mengalami cedera robek otot ischiocrural derajat dua pada 9 Oktober 2026 saat melawan Instituto. Awalnya ia diprediksi absen tiga minggu, namun perkembangannya pesat dan sudah mengikuti sesi latihan lapangan. Tim medis akan mengevaluasi respons tubuhnya sebelum memutuskan apakah ia bisa dimainkan di Maracanã. Kehadiran Paredes akan sangat berarti untuk mengatur tempo permainan Boca yang membutuhkan kemenangan minimal 1-0 untuk memaksa perpanjangan waktu, atau menang dua gol untuk lolos langsung.
Sementara itu, Vasco da Gama diuntungkan dengan keunggulan agregat 1-0 berkat gol Adson di leg pertama. Pelatih Vasco, Ramón Díaz, memilih tidak banyak berkomentar soal wasit. “Kami fokus pada kekuatan sendiri. Bermain di Maracanã dengan dukungan suporter adalah motivasi ekstra,” ujarnya singkat. Vasco diprediksi tampil menyerang untuk mencetak gol tambahan dan mematahkan semangat Boca.
Kritik Pedas terhadap Wasit Piero Maza di Leg Pertama
Leg pertama Boca Juniors vs Vasco da Gama di La Bombonera juga tidak lepas dari sorotan. Wasit Piero Maza asal Chile mendapat kritik tajam dari komentator Mariano Closs. Closs menyoroti keputusan offside yang salah terhadap serangan Vasco, serta kartu merah yang ia berikan kepada Andrés Gómez. “Itu bukan pelanggaran yang layak kartu merah. Wasit terlalu terbawa emosi,” kata Closs di ESPN. Gustavo López dan Sebastián Vignolo senada menyebut keputusan Maza “insiden memalukan”. Media Brasil Lance! bahkan menyoroti pelanggaran Milton Delgado terhadap Gómez yang hanya berbuah kartu kuning, padahal seharusnya merah.
Baca juga:Terlepas dari segala kontroversi, Boca Juniors vs Vasco da Gama akan tetap menjadi laga yang menyita perhatian pecinta sepak bola Amerika Selatan. Boca wajib menang untuk menjaga asa meraih gelar Copa Sudamericana kedua dalam sejarah mereka. Sementara Vasco berambisi melaju ke final dan mengulang kejayaan era 1990-an. Pertandingan akan disiarkan langsung melalui platform streaming Disney+.












