Paul Scholes Soroti Masa Depan Carrick dan Polemik Gelar City

Paul Scholes Soroti Masa Depan Carrick dan Polemik Gelar City
Paul Scholes Soroti Masa Depan Carrick dan Polemik Gelar City

Sorothari – 18 Oktober 2026 | Legenda Manchester United, Paul Scholes, kembali mencuri perhatian publik sepak bola Inggris. Pria yang menghabiskan seluruh kariernya di Old Trafford itu menyoroti situasi pelatih Michael Carrick yang tengah berada di bawah tekanan besar. Bukan hanya itu, Scholes juga menanggapi polemik mengenai potensi Manchester City dicabut gelar juara Premier League. Dua isu ini mencuat di tengah performa buruk Setan Merah pada awal musim 2026/2027.

Scholes, yang merupakan salah satu gelandang terbaik generasinya, menilai bahwa tekanan di Manchester United bisa membuat Carrick mulai berpikir untuk angkat kaki. Dalam siniar The Good, the Bad and the Football, ia mengungkapkan keraguannya terhadap ketahanan mental sang pelatih. “Michael sepertinya berpikir, ‘Tolong keluarkan saya dari sini’,” ujar Scholes, dikutip dari berbagai sumber. Menurutnya, Carrick sebenarnya tampil cukup baik saat menangani Middlesbrough, namun ekspektasi di Old Trafford jauh lebih tinggi.

Baca juga:
Shanghai Port Ditahan Daejeon Hana Citizen 1-1 di ACL Elite, Kevin Muscat Soroti Ketajaman Lini Depan

Situasi Carrick memang tidak mudah. Setelah ditunjuk sebagai pelatih permanen pada musim panas 2026, ia gagal membawa United konsisten. Dari enam pertandingan Premier League, hanya satu kemenangan yang diraih. Tim pun terpuruk di peringkat ke-13 klasemen sementara. Manajemen dikabarkan masih memberi waktu hingga akhir Oktober dan awal November untuk membalikkan keadaan. Jika tidak, kursi Carrick bisa kembali goyah.

Scholes juga menyoroti kebijakan manajemen yang dinilainya tidak sabaran. Ia mempertanyakan siklus pemecatan pelatih yang terus berulang. “Kami sudah tiga tahun dalam situasi ini. Sepertinya mereka akan mengganti pelatih lagi. Kapan kita berhenti menyalahkan pelatih dan mulai mengevaluasi orang-orang di atas?” tegasnya. Kritik ini bukan pertama kali dilontarkan Scholes terhadap arah kebijakan klub.

Di sisi lain, nama pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, muncul sebagai kandidat potensial pengganti Carrick. Hurzeler membawa Brighton ke posisi ketiga dengan start impresif. Meski demikian, Scholes meragukan kemampuannya menghadapi tekanan di Manchester United. “Dia melakukan pekerjaan hebat, tapi Manchester United berbeda. Jika Brighton kalah sepuluh pertandingan, tidak akan jadi masalah besar. Di United, setiap minggu Anda diawasi,” jelasnya.

Baca juga:
Italia Kalahkan Turki 3-1 di Nations League, Mancini Soroti Kelelahan Tim

Polemik lain yang tak lepas dari perhatian adalah status gelar juara Manchester City. City dinyatakan bersalah atas 114 pelanggaran aturan keuangan Premier League antara 2009 dan 2018. Hukuman belum diputuskan, dan klub mengajukan banding. Beberapa mantan pemain United menginginkan gelar juara diberikan secara retroaktif, termasuk Paul Pogba yang berharap United mendapat dua gelar tambahan. Namun, tidak semua setuju. Scholes sendiri belum memberikan pernyataan tegas mengenai hal ini, tetapi diskusi di kalangan legenda United terus bergulir.

Dalam konteks prestasi individu, Scholes adalah pemain dengan 11 gelar Premier League, terbanyak kedua setelah Ryan Giggs (13). Ia juga mengoleksi total 25 trofi bersama United. Kemampuannya mengatur permainan di lini tengah membuatnya diakui sebagai salah satu gelandang terbaik Premier League sepanjang masa. Bahkan Sir Alex Ferguson pernah menyebut Cristiano Ronaldo sebagai pemain paling berbakat yang pernah dilatihnya, namun Scholes tetap menjadi ikon tersendiri di Old Trafford.

Kembali ke Carrick, masa depannya kian tidak pasti. Jika hasil buruk berlanjut, manajemen bisa mengambil tindakan tegas. Namun, pergantian pelatih lagi hanya akan menegaskan ketidakstabilan yang telah lama melanda klub. Sementara itu, Scholes terus menyuarakan pentingnya evaluasi menyeluruh, bukan sekadar mencari kambing hitam di bangku pelatih. Publik pun menunggu langkah selanjutnya dari manajemen Manchester United.

Baca juga:
Timnas Indonesia Bersiap ke Piala Asia 2027, Erick Thohir Soroti Titik Lemah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *