Sorothari – 07 Oktober 2026 | Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026, siswa SMA dan SMK di seluruh Indonesia mulai mempersiapkan diri dengan mempelajari kisi-kisi dan berlatih mengerjakan contoh soal. TKA merupakan ujian yang mengukur kompetensi akademik siswa di berbagai mata pelajaran, termasuk Fisika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Dengan memahami materi yang diujikan, siswa diharapkan dapat meraih hasil optimal.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) telah merilis kisi-kisi materi TKA untuk jenjang SMA dan SMK. Materi tersebut mencakup berbagai topik yang harus dikuasai siswa. Untuk mata pelajaran Fisika, misalnya, materi meliputi Kinematika, Dinamika, Fluida, Gelombang, Kalor dan Termodinamika, serta Kelistrikan. Kinematika mencakup gerak lurus, gerak parabola, dan gerak melingkar beraturan, sedangkan Dinamika membahas hukum Newton, momentum, dan impuls.
Baca juga:Siswa yang akan mengikuti TKA Fisika disarankan untuk tidak hanya membaca rangkuman materi, tetapi juga membiasakan diri mengerjakan berbagai tipe soal. Latihan rutin dapat membantu peserta memahami pola pertanyaan sekaligus mengukur penguasaan materi yang telah dipelajari di sekolah. Dengan demikian, siswa dapat mengetahui materi yang masih perlu diperdalam dan memperbaiki strategi dalam menjawab soal.
Selain Fisika, TKA Bahasa Indonesia juga menjadi perhatian. Dalam ujian ini, kemampuan yang diuji tidak hanya pemahaman bacaan, tetapi juga kemampuan tekstual, inferensial, serta evaluasi dan apresiasi isi teks. Siswa harus mampu menemukan informasi, menarik kesimpulan, memahami hubungan antarkalimat, serta menilai ketepatan informasi. Kisi-kisi yang dirilis Pusmendik mencakup identifikasi penggunaan kata serapan, latar, karakter, dan fenomena dalam teks fiksi atau nonfiksi, serta menyusun kerangka berdasarkan bagian-bagian penting teks.
Baca juga:Untuk TKA Bahasa Inggris, kompetensi membaca menjadi fokus utama. Tiga level kompetensi yang diuji adalah pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, serta evaluasi dan apresiasi. Subkompetensi yang harus dikuasai meliputi menemukan informasi eksplisit, mengklasifikasikan orang, benda, atau peristiwa, menyusun kerangka teks, dan meringkas isi teks. Latihan mengerjakan contoh soal dapat membantu siswa memahami pola pertanyaan dan melatih kemampuan membaca dalam bahasa Inggris.
Di sisi lain, sejumlah sekolah telah mulai menerapkan metode pengayaan untuk memperkuat kompetensi siswa menghadapi TKA. Kepala SD Naskat Matias 2 Tual, Sebastianus Angwarmase, menjelaskan bahwa pihaknya memberikan les tambahan khusus bagi siswa kelas VI untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Menurutnya, komunikasi dengan orang tua melalui rapat menjadi langkah awal yang penting, mengingat TKA merupakan hal baru bagi sebagian siswa. Pelaksanaan TKA dijadwalkan berlangsung dalam tiga tahap: simulasi, gladi, dan ujian utama, yang puncaknya akan digelar pada awal tahun 2027.
Baca juga:Dengan persiapan yang matang, siswa diharapkan dapat menghadapi TKA 2026 dengan percaya diri. Pemanfaatan kisi-kisi resmi dan contoh soal yang tersedia dapat menjadi referensi belajar yang efektif. Sekolah dan orang tua juga diharapkan terus mendampingi siswa selama masa persiapan agar hasil yang dicapai maksimal.












