Sejarah Baru: Ijazah Mohammad Hatta Dipajang di Erasmus University Rotterdam

Sejarah Baru: Ijazah Mohammad Hatta Dipajang di Erasmus University Rotterdam
Sejarah Baru: Ijazah Mohammad Hatta Dipajang di Erasmus University Rotterdam

Sorothari – 07 Oktober 2026 | Jakarta – Sebuah babak baru dalam sejarah pendidikan dan diplomasi Indonesia terukir di Belanda. Untuk pertama kalinya, salinan ijazah seorang Wakil Presiden Republik Indonesia dipajang secara permanen di salah satu universitas ternama dunia. Penghormatan langka ini diberikan kepada Mohammad Hatta, Proklamator sekaligus Wakil Presiden pertama RI, yang kini namanya diabadikan di Erasmus University Rotterdam (EUR).

Salinan ijazah perguruan tinggi Hatta, lengkap dengan ringkasan biografinya, kini terpajang di aula sebuah bangunan yang diberi nama Hatta Building di kampus Woudestein, EUR. Bangunan yang didirikan pada tahun 2009 ini saat ini berfungsi sebagai asrama mahasiswa. Keberadaan gedung yang menyimpan jejak sejarah tokoh besar Indonesia ini sempat tidak banyak diketahui, bahkan oleh pengunjung, staf museum, hingga mahasiswa di kampus tersebut.

Baca juga:
Pembaruan Kebijakan TKA 2026: Hasil Dapat Diakses Mandiri dan Jadi Syarat SNBP 2027

Pihak keluarga Bung Hatta sendiri baru memperoleh informasi resmi mengenai Hatta Building pada tahun 2014, berkat bantuan dari Kwik Kian Gie, seorang alumnus EUR. Penghormatan ini menjadi sangat menarik mengingat Hatta semasa hidupnya dikenal sebagai tokoh yang gigih menentang pemerintahan kolonial Belanda. Namun, puluhan tahun setelah kemerdekaan, namanya justru diabadikan sebagai simbol kehormatan di salah satu universitas terkemuka di Eropa.

Perjalanan Akademis Sang Proklamator

Penghormatan dari kampus Rotterdam ini tidak terlepas dari perjalanan akademis Hatta yang dimulai dari sana. Pada 5 September 1921, Hatta tiba di Belanda untuk bersekolah di Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi), yang kini menjadi EUR. Menurut autobiografi berjudul “Mohammad Hatta: Biografi Politik” (1990), Hatta memilih bersekolah di Belanda karena program dan fasilitas kelanjutan pendidikan yang tersedia di Jakarta lebih lengkap di Rotterdam.

Baca juga:
Persiapan TKA 2026: Kisi-Kisi dan Contoh Soal untuk SMA dan SMK

Keputusan ini membuat Hatta menempuh pendidikan yang tidak sesuai dengan keinginan orang tuanya, yang menginginkannya melanjutkan sekolah ke Makkah dan Mesir. Sebelum berangkat ke Belanda, pada tahun 1919, Bung Hatta telah menyelesaikan pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah setara SMP pada era kolonial di Padang. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Batavia (Jakarta) di Prins Hendrik School (PHS).

Penghormatan baru dari EUR ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Indonesia, tetapi juga menjadi pengingat akan perjuangan dan kontribusi seorang tokoh yang namanya kini terukir di kancah internasional. Ke depannya, diharapkan Hatta Building dapat menjadi destinasi edukasi bagi generasi muda Indonesia yang belajar di Belanda, serta menjadi simbol hubungan baik antara Indonesia dan Belanda.

Baca juga:
LPDP Jakarta Resmi Dibuka untuk Penyandang Disabilitas, Pramono Siapkan Anggaran Rp100 Miliar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *