Sorothari – 13 Oktober 2026 | Proyek open source AnyPS5 yang bertujuan untuk menjalankan game PlayStation 5 di sistem operasi Windows dan Linux tanpa emulasi konvensional, baru-baru ini mencatatkan kemajuan signifikan sekaligus tantangan berat. Dalam uji coba terbaru, tim pengembang berhasil memuat game eksklusif PS5, Ghost of Yotei, pada komputer pribadi. Namun, hasil teknisnya masih jauh dari kata memuaskan.
Menurut laporan dari situs IxBT Games, proyek AnyPS5 menggunakan pendekatan unik dengan mengonversi file eksekusi PS5 secara langsung ke format yang dapat dijalankan di Windows atau Linux. Alih-alih melakukan emulasi penuh terhadap konsol, alat ini menyediakan fungsi pengganti untuk layanan sistem yang dibutuhkan game. Pendekatan ini dimungkinkan karena PS5 menggunakan arsitektur CPU x86-64 yang juga digunakan oleh sebagian besar prosesor PC.
Baca juga:Dalam pengujian Ghost of Yotei, game berhasil melewati layar pemuatan awal dan menu utama, lalu masuk ke fase rendering lingkungan tiga dimensi. Namun, performa yang dihasilkan sangat buruk. Game hanya mampu berjalan pada kecepatan 3,4 frame per detik (fps), atau setara dengan satu frame setiap 17 hingga 18 detik. Angka ini membuat game sama sekali tidak dapat dimainkan.
Penyebab Performa Rendah
Analisis teknis mengungkapkan bahwa akar masalah terletak pada manajemen sumber daya dan driver yang belum optimal. Pengembang dengan nama pengguna Celegans12, yang merupakan programmer utama proyek ini, menjelaskan bahwa sebagian besar waktu pemrosesan dihabiskan untuk menghubungkan sumber daya. Proses ini memakan waktu sekitar 10 detik per frame.
“Hampir 16.600 tekstur harus dibangun ulang setiap frame, dan tabel gambar dengan 16.386 entri juga harus direkonstruksi setiap frame, yang memakan waktu 5 detik,” ujar Celegans12 dalam pernyataannya. Ia menambahkan bahwa cache tekstur yang ada saat ini masih terlalu kecil untuk menangani dunia game yang kompleks, dan timnya sedang berupaya memperbaiki kekurangan ini.
Meskipun waktu pemuatan awal berhasil ditekan dari 13 menit menjadi sekitar 7 menit, beban komputasi pada prosesor pusat (CPU) masih sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa optimasi driver dan manajemen memori menjadi hambatan utama yang harus diatasi sebelum game PS5 dapat berjalan dengan lancar di PC.
Baca juga:Capaian Positif AnyPS5
Di sisi lain, proyek AnyPS5 juga mencatatkan sejumlah kemajuan yang patut diapresiasi. Hingga 9 Oktober lalu, data proyek menunjukkan bahwa alat ini telah mencapai cakupan 100% untuk 1.166 instruksi GPU shader yang dilacak. Meskipun demikian, pengembang menegaskan bahwa angka tersebut tidak berarti 100% game PS5 dapat langsung dijalankan. Cakupan 100% hanya berarti bahwa alat dekoder instruksi grafis telah mengenali seluruh instruksi yang dilacak oleh proyek, bukan jaminan bahwa setiap game akan berjalan dengan sempurna.
Salah satu contoh keberhasilan AnyPS5 adalah game Dreaming Sarah, sebuah platformer 2D yang dilaporkan berjalan stabil pada 60 fps menggunakan kartu grafis GeForce GTX 1050 Ti dan prosesor Intel Core i5-7500 dengan kecepatan 3,4 GHz. Capaian ini membuktikan bahwa pendekatan yang diambil oleh AnyPS5 memiliki potensi, meskipun masih perlu pengembangan lebih lanjut untuk menangani game-game AAA yang lebih kompleks.
Dampak dan Prospek ke Depan
Keberadaan AnyPS5 memicu diskusi di kalangan penggemar game dan industri. Selama bertahun-tahun, game eksklusif menjadi alasan utama konsumen membeli konsol tertentu. Jika proyek ini berhasil disempurnakan, konsep eksklusivitas platform bisa mengalami perubahan fundamental. Konsumen mungkin tidak lagi terikat pada satu perangkat keras untuk menikmati game favorit mereka.
Namun, perjalanan menuju titik tersebut masih panjang. Pengembang mengakui bahwa optimasi untuk game-game besar seperti Ghost of Yotei memerlukan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit. Tim AnyPS5 terus bekerja untuk meningkatkan efisiensi manajemen tekstur dan mengurangi beban pada CPU. Belum ada kepastian kapan proyek ini akan mencapai tingkat kematangan yang memungkinkan game PS5 dimainkan dengan nyaman di PC.
Baca juga:Meskipun demikian, langkah yang telah dicapai AnyPS5 menunjukkan bahwa masa depan di mana batasan antara konsol dan PC semakin kabur bukanlah sekadar angan-angan. Untuk saat ini, para pengguna PC yang menantikan game eksklusif PS5 masih harus bersabar menunggu perkembangan lebih lanjut dari proyek ambisius ini.












