Sorothari – 18 Oktober 2026 | Pasar iPhone kembali menjadi sorotan global dengan berbagai perkembangan menarik, mulai dari inovasi aksesori pendingin cair, persaingan ketat dengan Samsung, hingga fenomena unik perburuan ponsel di Selat Hormuz. Berbagai peristiwa ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh perangkat besutan Apple tersebut terhadap industri teknologi dan bahkan dinamika geopolitik.
Salah satu inovasi terbaru datang dari UGREEN yang meluncurkan baterai MagSafe 25W dengan kapasitas 10.000 mAh. Yang membedakan produk ini dari kompetitornya adalah teknologi pendingin cair atau liquid cooling yang diklaim mampu menjaga suhu sekitar 18 derajat lebih dingin dibandingkan baterai MagSafe konvensional. Meski demikian, menurut pengujian langsung, baterai ini tetap akan terasa hangat di tangan, hanya saja tidak sepanas biasanya. UGREEN menyematkan jendela transparan di bagian belakang untuk memperlihatkan cairan yang bersirkulasi di dalamnya. Baterai ini juga dilengkapi kabel USB-C terintegrasi di bagian bawah, layar kecil penunjuk persentase daya dan kecepatan pengisian, serta dijual dengan harga 149 dolar AS, meski saat ini sedang diskon menjadi 95 dolar AS di Amazon. Kekurangan produk ini adalah bodinya yang agak tebal dan tidak adanya kickstand, terutama mengingat harganya yang cukup premium.
Baca juga:Sementara itu, persaingan di segmen flagship semakin memanas menjelang kehadiran iPhone 18 Pro Max dan Samsung Galaxy S26 Ultra. Berdasarkan spesifikasi yang beredar, iPhone 18 Pro Max mengusung desain aluminium unibody dengan Ceramic Shield 2 di bagian depan dan belakang, berbobot 249 gram, serta tersedia dalam warna Black, Silver, Glacier, dan Burgundy. Ponsel ini mengandalkan layar 6,9 inci Super Retina XDR OLED dengan resolusi 2.868 x 1.320 piksel, kerapatan 460 ppi, ProMotion 120Hz, Always-On display, Dynamic Island, dan kecerahan puncak 3.000 nits. Dapur pacunya adalah chip A20 Pro dengan CPU enam inti, GPU tujuh inti dengan Neural Accelerators, dan dual 16-core Neural Engine, plus dukungan ray tracing akselerasi perangkat keras.
Di sisi kamera, iPhone 18 Pro Max membawa sistem Pro Fusion 48MP yang terdiri dari kamera utama 48MP dengan aperture variabel, kamera ultra-wide 48MP, dan telefoto 48MP. Sistem ini mendukung makro 48MP, ProRAW, dan kontrol potret canggih. Samsung Galaxy S26 Ultra tidak mau kalah dengan mengusung kamera utama 200MP, Space Zoom 100x berbasis AI, dan layar Privacy Display yang dapat menyembunyikan konten tertentu. Bobotnya lebih ringan, yaitu 214 gram, atau 35 gram lebih ringan dari iPhone. Samsung menggunakan chip Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang diklaim 39% lebih cepat dalam hal AI, 24% peningkatan grafis, dan 19% peningkatan CPU dibanding Galaxy S25 Ultra, serta sistem pendingin redesain yang meningkatkan performa termal hingga 21%.
Beralih ke iPhone 18 Pro, Apple menghadirkan peningkatan signifikan dibandingkan iPhone 17 Pro. Perubahan paling mencolok adalah hadirnya mekanisme aperture variabel fisik dengan enam bilah dan empat pengaturan: f/1.48, f/1.8, f/2.8, dan f/4.0. Fitur ini memungkinkan pengguna mengontrol jumlah cahaya yang masuk dan kedalaman bidang secara manual, mendekati pengalaman fotografi tradisional. Kamera utama 48MP Fusion kini dapat menghasilkan efek bokeh alami dan meningkatkan performa foto malam. Selain itu, iPhone 18 Pro juga memungkinkan pengaturan waktu eksposur dan white balance manual serta histogram langsung di aplikasi Kamera. Meski desainnya serupa dengan pendahulunya, Dynamic Island kini lebih ringkas dan dapat menampilkan hingga tiga Live Activity sekaligus. Harga iPhone 18 Pro mengalami kenaikan, namun peningkatan performa dan fitur kamera menjadi daya tarik utama.
Baca juga:Fenomena tak terduga terjadi di Selat Hormuz, Iran. Ratusan nelayan setempat berbondong-bondong mencari iPhone, parfum, dan barang lainnya setelah kapal kargo GFS Pride tenggelam pada 14 Oktober lalu. Kapal berbendera Singapura itu terbakar dan tenggelam dengan lebih dari 2.500 kontainer di dalamnya. Semua 21 kru berhasil dievakuasi tanpa cedera. Video yang beredar menunjukkan perahu-perahu kecil mendekati kontainer yang mengapung, bahkan ada yang mencoba menarik kontainer berukuran penuh. Seorang pria dalam video mengatakan, “Kami berkumpul dan menuju Selat Hormuz. Kami dengar ada kapal kontainer tenggelam, jadi kami akan mengumpulkan iPhone dan parfum.” Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan kapal tersebut melintasi rute tidak sah dan menabrak ranjau laut yang memicu kebakaran. IRGC juga mengimbau nelayan berhati-hati terhadap kontainer yang hanyut. Insiden ini menambah ketegangan di Selat Hormuz, di mana Iran mengaitkan pembukaan kembali jalur pelayaran dengan penarikan pasukan AS dari kawasan.
Terakhir, iPhone Duo, ponsel lipat pertama Apple, mencatat fenomena pasar menarik. Meski harga resminya mencapai 3.199 dolar AS untuk varian 2TB, unit tersebut dijual di eBay seharga 5.000 dolar AS, atau selisih 1.801 dolar AS dari harga resmi. Varian 1TB yang seharusnya dijual 2.599 dolar AS juga laku 4.400 dolar AS. Kelangkaan terjadi karena pre-order yang dibuka Jumat pukul 8 pagi waktu setempat langsung habis dalam waktu kurang dari lima menit, dengan tanggal pengiriman mundur hingga Januari tahun depan. Counterpoint Research memperkirakan Apple akan menjual sekitar 6 juta unit iPhone Duo tahun ini, meski proses produksi lebih rumit karena memerlukan engsel khusus dan layar fleksibel. Laporan menyebutkan tingkat hasil produksi awal hanya sekitar 60% yang memenuhi standar Apple, dan produksi harian baru mencapai ratusan unit. Apple belum mengonfirmasi angka-angka tersebut.
Dengan berbagai perkembangan ini, industri smartphone diprediksi akan semakin dinamis. Inovasi seperti pendingin cair dan aperture variabel menunjukkan arah baru dalam desain dan fungsionalitas, sementara persaingan Apple-Samsung dan fenomena pasar seperti iPhone Duo akan terus membentuk lanskap teknologi global. Para pengguna dan pengamat pun menantikan langkah selanjutnya dari raksasa teknologi ini.
Baca juga:











