Kejutan US Open: Novak Djokovic Tumbang di Babak Awal Akibat Kendala Fisik

Kejutan US Open: Novak Djokovic Tumbang di Babak Awal Akibat Kendala Fisik
Kejutan US Open: Novak Djokovic Tumbang di Babak Awal Akibat Kendala Fisik

Sorothari – 03 September 2026 | Langkah petenis kawakan Novak Djokovic harus terhenti secara mengejutkan pada babak pertama turnamen Grand Slam US Open di Flushing Meadows, New York, setelah takluk dalam pertarungan sengit lima set melawan petenis non-unggulan asal Argentina, Mariano Navone. Kekalahan ini menjadi catatan minor bersejarah karena merupakan kali pertama bagi peraih 24 gelar Grand Slam tersebut tersingkir di babak pembuka turnamen Grand Slam dalam kurun waktu dua dekade terakhir.

Pertandingan maraton yang berlangsung selama 4 jam 36 menit tersebut berakhir dengan skor 7-6(5), 5-7, 4-6, 6-2, dan 6-1 untuk keunggulan Navone. Djokovic, yang sempat memimpin setelah memenangi set ketiga, tampak mengalami penurunan stamina drastis pada dua set penentu. Petenis asal Serbia itu sempat mengalami kram pada kaki kiri, muntah di pinggir lapangan, hingga mengambil medical time-out untuk mendapatkan perawatan dan pijatan pada punggungnya di antara set keempat dan kelima sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya.

Baca juga:
Ribuan Suporter Argentina Padati Times Square New York Jelang Final Piala Dunia 2026

Perjuangan Fisik Novak Djokovic di Tengah Kelembapan Tinggi

Kendala fisik yang dialami Novak Djokovic di Flushing Meadows mengulang situasi serupa yang terjadi pada turnamen pemanasan di Cincinnati pada pertengahan Agustus. Kala itu, Djokovic juga dilaporkan sempat muntah ke arah handuk dan meminta tim medis memeriksa tekanan darahnya sebelum menelan kekalahan di babak kedua. Dalam keterangannya, mantan petenis nomor satu dunia tersebut mengakui bahwa dirinya menghadapi masalah kebugaran yang kerap kambuh dan memburuk saat bertanding dalam kondisi kelembapan udara yang tinggi.

Kondisi cuaca di area USTA Billie Jean King National Tennis Center memang menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet. Pada pertandingan babak pertama tersebut, suhu udara tercatat mencapai 81 derajat Fahrenheit dengan tingkat kelembapan rata-rata menyentuh 72 persen. Meskipun tergolong belum mencapai gelombang panas ekstrem, permukaan lapangan keras (hard court) berpelapis akrilik-aspal dapat mencapai suhu hingga 120 derajat Fahrenheit di bawah paparan sinar matahari langsung, menciptakan atmosfer pengap yang menguras fisik pemain secara signifikan.

Baca juga:
Menembus Peringkat 18 Dunia, Alex Eala Siap Awali Langkah di US Open 2026

Sensasi Mariano Navone dan Sorotan Penjadwalan Turnamen

Bagi Mariano Navone yang kini menempati peringkat 49 dunia, kemenangan atas Novak Djokovic menjadi torehan terbesar sepanjang kariernya. Ini merupakan kali pertama petenis berusia 25 tahun itu memenangi laga lima set sekaligus menundukkan pemain peringkat 10 besar di panggung Grand Slam. Navone mengungkapkan rasa bangganya dapat bertanding dan meraih hasil maksimal di panggung sebesar Arthur Ashe Stadium.

Navone membuktikan performanya bukan kebetulan semata dengan melanjutkan tren positif di babak kedua. Menghadapi mantan finalis Wimbledon, Matteo Berrettini, di Lapangan 12, Navone sukses membalikkan keadaan untuk menang empat set dengan skor 3-6, 6-3, 6-4, dan 7-6. Pada putaran ketiga, Navone dijadwalkan saling berhadapan dengan rekan senegaranya yang merupakan unggulan ke-27, Tomas Martin Etcheverry, yang sebelumnya melaju usai menundukkan wakil Inggris, Jacob Fearnley.

Baca juga:
Dimas Drajad Pamit dari Persib, 11 Pemain Maung Bandung Dipanggil Timnas Indonesia

Di sisi lain, dinamika pelaksanaan turnamen US Open tahun ini turut memicu kritik terkait manajemen penjadwalan pertandingan larut malam. Legenda tenis Martina Navratilova secara terbuka menyerukan perlunya evaluasi aturan waktu bertanding setelah sejumlah laga, termasuk partai antara Venus Williams dan Sofia Kenin, harus dimulai mendekati tengah malam. Menurut Navratilova, format jadwal perlu ditata lebih praktis—seperti menempatkan pertandingan tunggal putri berformat tiga set lebih awal—demi menjaga kebugaran para atlet dan kenyamanan penonton di tengah padatnya agenda turnamen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *