PSSI Evaluasi Kinerja Wasit dan Efektivitas VAR pada Kompetisi Nasional

PSSI Evaluasi Kinerja Wasit dan Efektivitas VAR pada Kompetisi Nasional
PSSI Evaluasi Kinerja Wasit dan Efektivitas VAR pada Kompetisi Nasional

Sorothari – 03 September 2026 | Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mencatat peningkatan kualitas kepemimpinan wasit di lapangan seiring dengan penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) pada kompetisi sepak bola nasional. Melalui evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan liga kasta tertinggi maupun kasta kedua, kehadiran teknologi pembantu ini dinilai sukses menekan angka kesalahan pengambilan keputusan krusial secara signifikan sepanjang musim kompetisi 2025/2026.

Kepala Departemen Wasit PSSI Pratap Singh mengungkapkan bahwa integrasi teknologi dalam sistem perwasitan nasional telah membawa dampak positif yang terukur. Dalam agenda Refereeing Workshop for Media yang berlangsung di Jakarta, pihaknya memaparkan data performa pengadil lapangan selama memimpin ratusan laga kompetitif.

Baca juga:
Persela Lamongan Tunjuk Dendy Sulistyawan Jadi Kapten Baru dan Siapkan Stadion Surajaya untuk Kompetisi

Menurut pemaparan PSSI, intervensi VAR berhasil memangkas potensi kekeliruan keputusan di lapangan hijau hingga menyisakan margin kesalahan sebesar delapan persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa mayoritas situasi penting dalam pertandingan dapat diselesaikan dengan tepat berkat kolaborasi antara perangkat pertandingan di lapangan dan tim pemantau video siaran langsung.

Statistik Keputusan Krusial Wasit Super League dan Championship

Berdasarkan rekapitulasi data resmi yang dirilis Departemen Wasit PSSI, kompetisi Super League musim 2025/2026 yang menggelar total 306 pertandingan mencatatkan 346 insiden kunci. Insiden-insiden tersebut merupakan momen penting yang berpotensi mengubah hasil akhir laga, seperti penalti, pelanggaran berbuah kartu merah langsung, penetapan status gol, serta kesalahan identifikasi pemain.

Dari total 346 insiden penting tersebut, sebanyak 314 keputusan berhasil dieksekusi secara tepat, baik melalui pertimbangan murni pengadil utama maupun melalui tinjauan ulang tayangan VAR. Keberhasilan ini menunjukkan tingkat akurasi kepemimpinan yang mencapai lebih dari 90 persen di kasta teratas sepak bola Tanah Air.

Baca juga:
Jose Mourinho Khawatir Jeda Internasional Tiga Pekan Ganggu Real Madrid, Jude Bellingham Disorot

Tren positif serupa turut terlihat pada kasta kedua kompetisi sepak bola nasional, yakni Championship musim 2025/2026. Dalam kompetisi yang memainkan 273 pertandingan tersebut, tercatat ada 331 insiden kunci. Hasil peninjauan teknis menunjukkan sebanyak 305 keputusan dinyatakan tepat dan hanya 26 keputusan yang dinilai keliru, sehingga menghasilkan tingkat akurasi kepemimpinan sekitar 92 persen.

Berikut adalah rincian data evaluasi kepemimpinan perangkat pertandingan pada dua kasta liga nasional:

Kompetisi Jumlah Laga Insiden Kunci Keputusan Tepat Keputusan Salah Tingkat Akurasi
Super League 2025/2026 306 346 314 32 90,75%
Championship 2025/2026 273 331 305 26 92,14%

Fokus Pembenahan Menjelang Musim 2026/2027

Kendati tingkat akurasi telah mencapai lebih dari 90 persen, Departemen Wasit PSSI menegaskan tidak akan berpuas diri. Evaluasi mendalam tetap difokuskan pada sisa delapan persen kekeliruan yang masih terjadi di lapangan. Otoritas sepak bola nasional memandang setiap detail kesalahan memiliki implikasi besar terhadap sportivitas, mentalitas tim, hingga perolehan poin akhir para klub peserta.

Baca juga:
Evaluasi Racing Club Jelang Laga Penentuan Usai Kekalahan Kontra Independiente Rivadavia

Sebagai langkah mitigasi dan peningkatan mutu, PSSI merancang sejumlah program pembenahan menjelang bergulirnya musim kompetisi 2026/2027. Agenda tersebut meliputi lokakarya intensif bagi perangkat pertandingan, pemantapan pemahaman protokol VAR, serta rencana penambahan sudut kamera siaran untuk mendukung proses peninjauan insiden secara lebih komprehensif dan akurat.

Upaya peningkatan standar kepemimpinan ini diharapkan mampu mewujudkan iklim kompetisi yang semakin adil dan profesional, sekaligus meminimalkan friksi antarpemain maupun protes berlebih dari ofisial tim di seluruh level kejuaraan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *