Laga Coquimbo Unido vs Huachipato Dihentikan Usai Insiden Kembang Api Teror Kiper

Laga Coquimbo Unido vs Huachipato Dihentikan Usai Insiden Kembang Api Teror Kiper
Laga Coquimbo Unido vs Huachipato Dihentikan Usai Insiden Kembang Api Teror Kiper

Sorothari – 04 September 2026 | Pertandingan kasta tertinggi sepak bola Chile antara Coquimbo Unido melawan Huachipato terpaksa dihentikan di tengah jalan menyusul aksi berbahaya pelemparan bahan peledak oleh suporter tuan rumah. Insiden mencekam yang mencederai penjaga gawang tim tamu tersebut terjadi pada babak kedua dalam laga lanjutan pekan ke-21 Liga Primera Chile di Stadion Francisco Sánchez Rumoroso.

Kericuhan bermula tidak lama setelah Huachipato memecah kebuntuan lewat gol penyerang asal Uruguay, Sergio Núñez, pada menit ke-66. Berselang dua menit setelah gol pembuka tersebut, kelompok pendukung Coquimbo Unido menyalakan kembang api dan melepaskan kembang api serta bom suara ke arah lapangan, yang dilaporkan sebagai bagian dari perayaan ulang tahun klub.

Baca juga:
Hasil Laga MU vs Ipswich: Setan Merah Comeback Gemilang 5-2 di Old Trafford

Kronologi Insiden di Menit ke-71 Laga Coquimbo Unido

Salah satu ledakan bom suara mendarat tepat di dekat kiper Huachipato, Cristián Bravo. Dentuman keras tersebut menyebabkan sang penjaga gawang mengalami trauma akustik parah pada pendengarannya. Tim medis dari kedua kesebelasan segera masuk ke arena pertandingan untuk memberikan pertolongan pertama sebelum akhirnya melarikan Bravo ke rumah sakit terdekat dari stadion menggunakan ambulans.

Melihat kondisi fisik dan keselamatan pemain yang terancam, wasit yang memimpin laga, Nicolás Gamboa, mengambil keputusan tegas untuk menunda dan menghentikan pertandingan secara resmi pada menit ke-71.

Kecaman Pelatih dan Proses Penyelidikan ANFP

Pelatih kepala Huachipato, Jaime García, melontarkan kecaman keras terhadap tindakan anarkis yang mencederai anak asuhnya. Ia menegaskan bahwa sebagian besar penonton yang hadir di stadion datang murni untuk menikmati sepak bola, sehingga aksi kekerasan segelintir suporter sangat merusak marwah olahraga.

Baca juga:
Gianni Infantino Ngamuk, Kritik FIFA Disebut Tebar Kebencian dan Rumor Palsu

“Ada sekitar 70 hingga 80 persen orang yang datang untuk mendukung tim mereka secara positif,” ujar García seraya menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk kekerasan tanpa alasan di dalam lapangan hijau.

Kasus pelemparan bahan peledak ini telah dilimpahkan ke Tribunal Disiplin Asosiasi Sepak Bola Profesional Chile (ANFP). Badan peradilan olahraga tersebut akan meninjau laporan wasit dan bukti lapangan untuk menetapkan status akhir pertandingan, termasuk potensi pengesahan skor maupun sanksi berat bagi pihak penyelenggara.

Jika skor keunggulan 1-0 untuk tim tamu disahkan, Huachipato berhak naik ke peringkat kesembilan klasemen sementara dengan koleksi 27 poin. Sementara itu, Coquimbo Unido tertahan di posisi kesepuluh dengan torehan 26 poin, sembari menunggu vonis resmi terkait ancaman hukuman laga kandang tanpa penonton.

Baca juga:
Peran Krusial Germán Berterame di Lini Serang Inter Miami Pasca Kemenangan Telak atas CF Montreal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *