Analisis Montréal vs Charlotte FC dan Catatan Tren Buruk Les Bleus

Analisis Montréal vs Charlotte FC dan Catatan Tren Buruk Les Bleus
Analisis Montréal vs Charlotte FC dan Catatan Tren Buruk Les Bleus

Sorothari – 14 September 2026 | Hasil pertemuan antara Montréal vs Charlotte FC kembali menjadi sorotan tajam menyusul rentetan hasil minor yang terus membayangi langkah CF Montréal di kompetisi Major League Soccer musim ini. Kekalahan kandang saat meladeni perlawanan Charlotte FC kian mempertegas situasi sulit yang tengah dihadapi skuad asuhan pelatih interim Philippe Eullaffroy. Situasi ini menambah panjang daftar kegagalan tim asal Kanada tersebut dalam mengamankan poin-poin krusial pada fase reguler liga.

Kekalahan dari Charlotte FC merupakan bagian dari rentetan empat kekalahan beruntun yang dialami Montréal di panggung MLS. Klub yang berbasis di Quebec tersebut tercatat hanya mampu mengamankan satu kemenangan dalam 14 pertandingan terakhir mereka. Kemerosotan performa ini bermula dari kekalahan telak 1-7 di tangan Inter Miami, yang kala itu berstatus sebagai juara bertahan MLS Cup. Alih-alih bangkit pascahasil mengecewakan tersebut, performa Montréal justru terus merosot setelah berturut-turut ditaklukkan Philadelphia Union dua gol tanpa balas, tumbang di hadapan publik sendiri saat melawan Charlotte FC, hingga kembali menelan kekalahan tipis 0-1 di markas Colorado Rapids.

Baca juga:
Usia 39 Tahun, Messi Menggila: 4 Gol dan 1 Assist Bawa Inter Miami Menang 7-1

Dampak Laga Montréal vs Charlotte FC terhadap Laju Kedua Tim

Bagi Charlotte FC, hasil positif yang mereka petik di markas Montréal memberikan suntikan modal berharga untuk menjaga persaingan di papan atas Wilayah Timur. Kemenangan tandang tersebut sempat menjadi modal kepercayaan diri skuad The Crown sebelum melakoni duel sengit melawan FC Cincinnati di Stadion TQL yang berakhir imbang 3-3. Di sisi lain, kekalahan pada laga Montréal vs Charlotte FC justru kian membenamkan posisi Montréal ke dasar klasemen, sekaligus meningkatkan tekanan publik terhadap manajemen dan jajaran staf pelatih.

Sorotan tajam media lokal Kanada tidak hanya tertuju pada rapuhnya koordinasi lini pertahanan, tetapi juga tumpulnya sektor serang. Kehadiran penyerang bintang asal Cile, Alexis Sanchez, yang didatangkan sebagai designated player berstatus bintang liga pada musim panas ini, dinilai belum mampu menghadirkan dampak pembeda secara konsisten. Sejak menjalani debutnya saat Montréal menundukkan Columbus Crew dengan skor 2-1 pada 19 Agustus—yang menjadi satu-satunya kemenangan tim dalam 14 laga terakhir—Sanchez masih belum mencatatkan namanya di papan skor.

Pada laga teranyar melawan Colorado Rapids, mantan penyerang Arsenal dan Inter Milan tersebut kembali memulai pertandingan dari bangku cadangan. Sanchez baru diturunkan pada menit ke-57 untuk menggantikan rekan setimnya, namun kehadirannya selama kurang lebih setengah jam di atas lapangan belum sanggup membongkar rapatnya barisan pertahanan lawan.

Baca juga:
Bintang Argentina Alexis Mac Allister Ungkap Kekecewaan Belum Disodori Kontrak Baru Liverpool

Selain permasalahan di lini depan, lini belakang Montréal juga menghadapi kendala adaptasi pemain baru. Bek kiri muda Viktor Radojevic, yang baru didatangkan dari Chicago Fire pada awal September, melakoni debut yang cukup berat saat timnya bertandang ke Dick’s Sporting Goods Park. Pemain berusia 22 tahun tersebut harus diturunkan sejak menit awal lantaran bek reguler Luca Petrasso membutuhkan waktu istirahat setelah mencatatkan menit bermain terbanyak sepanjang musim.

Radojevic dinilai melakukan pelanggaran terhadap penyerang Colorado, Donavan Phillip, di dalam kotak terlarang pada menit ke-41, yang berujung pada eksekusi penalti sukses oleh Paxten Aaronson. Menanggapi situasi tersebut, Philippe Eullaffroy memberikan pembelaan kepada sang bek anyar.

Eullaffroy menjelaskan bahwa Radojevic baru bergabung dalam setengah sesi latihan tim pada Kamis pagi sebelum pertandingan. Menurutnya, situasi tersebut sangat menantang bagi sang pemain karena dipaksa beradaptasi dalam waktu singkat dengan sistem permainan tim yang baru tanpa persiapan matang.

Baca juga:
Tampil Gemilang di Liga Champions, Luis Suárez Antar Sporting CP Tundukkan Galatasaray

Kendati demikian, sang pelatih melihat adanya sedikit perbaikan ritme permainan pada babak kedua ketika para pemain mulai menjalankan skema taktik dengan lebih disiplin. Namun, ketidakmampuan memaksimalkan 11 peluang yang tercipta di markas Colorado membuat Montréal harus pulang dengan tangan hampa. Kini, tim pelatih dihadapkan pada tugas berat untuk merombak efektivitas taktik sebelum melakoni sisa pertandingan musim reguler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *