Sorothari – 14 September 2026 | Petenis putri Kazakhstan, Elena Rybakina, resmi menorehkan sejarah baru dalam kariernya usai menjuarai turnamen Grand Slam US Open 2026 di Arthur Ashe Stadium, New York. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan atlet berusia 27 tahun tersebut menduduki peringkat satu dunia tunggal putri WTA untuk pertama kalinya, menggusur rival utamanya, Aryna Sabalenka.
Dalam partai final yang berlangsung sengit, Rybakina berhasil menundukkan juara bertahan dua kali, Aryna Sabalenka, melalui pertarungan tiga set dengan skor akhir 6-4, 5-7, dan 6-2. Keberhasilan menundukkan petenis asal Belarus tersebut menjadi pengulangan dari final Australian Open pada awal tahun yang juga dimenangkan oleh petenis kelahiran Moskwa tersebut.
Baca juga:Dominasi dan Perjalanan Elena Rybakina Menuju Gelar Juara
Langkah Rybakina menuju takhta juara Flushing Meadows dilalui lewat performa yang sangat konsisten menghadapi deretan lawan tangguh. Sejak babak awal, ia menunjukkan ketenangan luar biasa meski sempat menghadapi persiapan yang kurang ideal menjelang turnamen akibat masalah fisik.
Rybakina bahkan mengungkapkan bahwa dirinya sempat tidak memegang raket selama tujuh hari sebelum bertanding di New York. Kendati demikian, dominasi permainannya di lapangan keras tetap tak terbendung sepanjang dua pekan turnamen.
| Babak | Lawan | Peringkat Lawan | Skor Akhir |
|---|---|---|---|
| Babak 128 Besar | Thea Frodin | 585 | 6-3, 6-2 |
| Babak 64 Besar | Jessica Bouzas Maneiro | 105 | 6-2, 6-4 |
| Babak 32 Besar | Yuliia Starodubtseva | 58 | 7-6(6), 6-3 |
| Babak 16 Besar | Naomi Osaka | 13 | 6-1, 6-4 |
| Perempat Final | Qinwen Zheng | 121 | 3-6, 6-1, 6-4 |
| Semifinal | Coco Gauff | 4 | 3-6, 6-4, 6-4 |
| Final | Aryna Sabalenka | 1 | 6-4, 5-7, 6-2 |
Kepastian Rybakina mengamankan posisi puncak peringkat WTA sejatinya telah terkunci sejak babak perempat final setelah ia menyingkirkan Qinwen Zheng. Pencapaian ini menjadikannya sebagai petenis Kazakhstan pertama, baik di sektor putra maupun putri, yang berhasil meraih peringkat satu dunia nomor tunggal.
Rybakina mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian bersejarah bagi negaranya tersebut. Ia mengenang masa-masa awal transisi kariernya ketika hampir memilih melanjutkan pendidikan di universitas di Amerika Serikat sebelum menerima tawaran bergabung dengan Federasi Tenis Kazakhstan hampir satu dekade lalu.
Baca juga:“Ini adalah sejarah, dan saya sangat bangga mewakili Kazakhstan. Saya tidak pernah menyangka akan menjadi pemain profesional atau bahkan bermain di turnamen-turnamen terbesar seperti ini,” ujar Rybakina dalam keterangan resminya kepada WTA.
Catatan Rekor dan Tiket Menuju WTA Finals
Kemenangan di New York melengkapi koleksi trofi Grand Slam milik Rybakina menjadi tiga gelar, yakni Wimbledon 2022, Australian Open 2026, dan US Open 2026. Dengan raihan ini, ia hanya membutuhkan trofi Roland Garros di Paris untuk melengkapi torehan Career Grand Slam dalam kariernya.
Pertemuan di partai final US Open 2026 juga memperbarui rekor pertemuan antara Rybakina dan Sabalenka di berbagai kompetisi resmi:
- Rekor pertemuan keseluruhan: Sabalenka unggul tipis 10-8 dari 18 pertemuan.
- Rekor pertemuan di lapangan keras: Rybakina unggul 8-7.
- Rekor di partai final tur WTA: Rybakina memimpin 5-2.
- Rekor di final Grand Slam: Rybakina unggul 2-1.
Usai menelan kekalahan, Sabalenka mengakui ketangguhan lawannya di lapangan. Petenis yang sempat bertengger di peringkat satu dunia selama 99 pekan itu melontarkan pujian sekaligus gurauan terkait performa impresif Rybakina.
Baca juga:“Dia memainkan tenis yang sangat agresif dan luar biasa. Dia memang tampil lebih baik dari saya. Jika dia terus bermain seperti itu, maka saya benar-benar dalam masalah besar,” tutur Sabalenka pascapertandingan.
Selain membawa pulang trofi dan memuncaki ranking WTA, Elena Rybakina juga dipastikan menjadi petenis tunggal putri pertama yang mengamankan tiket kualifikasi menuju turnamen penutup musim, WTA Finals 2026, yang akan diselenggarakan di Indian Wells, California. Petenis berpostur jangkung ini akan kembali ke turnamen bergengsi tersebut dengan status sebagai juara bertahan.











