Berita  

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Catat 443 Gempa Susulan

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Catat 443 Gempa Susulan
Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Catat 443 Gempa Susulan

Sorothari – 06 Oktober 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (4/10/2026) pukul 06.55 WITA. Informasi BMKG gempa hari ini menjadi perhatian publik setelah guncangan kuat dirasakan hingga pesisir barat Pulau Sumba. Episentrum gempa terletak di laut, sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, pada koordinat 9,70 Lintang Selatan dan 118,92 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan pendataan sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa mengakibatkan satu warga terluka ringan dan merusak puluhan bangunan rumah serta fasilitas publik. Hingga Minggu malam, Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Kordalops) BNPB melaporkan dampak kerusakan di Kabupaten Sumba Barat Daya mencakup 20 unit rumah warga, dengan rincian 19 unit rusak ringan dan 1 unit rusak sedang. Kerusakan tersebar di Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit.

Baca juga:
IQAir Catat Udara Palembang dan Pekanbaru Berbahaya akibat Karhutla

Selain permukiman, guncangan juga merusak sejumlah fasilitas keagamaan, pendidikan, dan fasilitas umum. Tiga tempat ibadah dilaporkan rusak ringan, yaitu Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, dan Gereja Katedral Waitabula. Dampak kerusakan juga terlihat di SDK Manu Toghi dan Balai KB Desa Wallandimu. Dampak gempa meluas ke Kabupaten Sumba Barat. Di wilayah ini, tiga unit rumah atau asrama Koramil serta dua bangunan KDKMP mengalami kerusakan ringan berupa plafon runtuh dan keretakan pada dinding.

Gempa ini menyebabkan satu orang warga mengalami luka ringan akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat mencoba menyelamatkan diri. Korban telah mendapatkan penanganan medis dan kini menjalani rawat jalan. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa ataupun luka berat. Guncangan gempa yang dirasakan cukup kuat di wilayah Sumba Barat Daya, Sumba Barat, hingga pesisir barat Pulau Sumba sempat membuat warga panik dan berlarian keluar rumah. Kendati demikian, situasi di lapangan dilaporkan cepat kembali kondusif.

Gempa Susulan Terus Terjadi, BMKG Catat 443 Kali

Pascagempa utama, BMKG mencatat sebanyak 443 gempa susulan hingga Selasa, 6 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB. Dari ratusan aktivitas seismik tersebut, sebanyak 4 gempa susulan di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat. Rangkaian gempa susulan ini memiliki variasi kekuatan, dengan magnitudo terbesar mencapai M4,8 dan terkecil M1,1.

Menanggapi fenomena ini, Dr. Daryono, anggota IABI sekaligus Dosen Magister Manajemen Bencana SPPB Universitas Indonesia (UI) Salemba, menegaskan bahwa kemunculan gempa susulan merupakan sebuah keniscayaan. Menurutnya, setelah gempa utama terjadi, batuan di sekitar bidang sesar mengalami perubahan distribusi tegangan atau stress redistribution. “Kerak bumi kemudian melakukan penyesuaian menuju kondisi tegangan baru yang lebih stabil. Proses inilah yang menghasilkan rangkaian gempa susulan,” ujar Daryono, Selasa (6/10). Ia menambahkan, banyaknya gempa susulan bukanlah suatu keanehan. Fenomena tersebut merupakan bagian alamiah dari proses tektonik setelah terjadinya gempa utama.

Pemkab Sumba Barat Daya Siapkan Skenario Antisipasi

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menyiapkan langkah antisipasi menghadapi ancaman gempa susulan yang masih berlangsung. Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T. menyebut gempa susulan telah terjadi hampir tiga ratus kali dengan berbagai skala hingga kini. “Gempa susulan ini terus terjadi dan sangat sering, sehingga memang kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada,” katanya saat diwawancarai RRI Kupang, Selasa, 6 Oktober 2026.

Baca juga:
BMKG: Gempa Lombok Barat Akibat Deformasi Lempeng Indo-Australia, Tak Berpotensi Tsunami

Pemkab akan menggelar rapat lintas sektor pada Kamis mendatang bersama BMKG, dunia usaha, industri, NGO, dan berbagai sektor terkait kebencanaan daerah. Pertemuan tersebut akan membahas proyeksi gempa, langkah antisipasi, serta skenario kesiapsiagaan agar pemerintah memiliki beberapa rencana menghadapi risiko. “Kami bisa menyiapkan berbagai perencanaan mungkin ada plan A, plan B, plan C,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, informasi awal dari BMKG penting agar pemerintah menyusun perencanaan dan mengantisipasi gempa susulan yang lebih berat. “Dengan adanya informasi awal, kami bisa mengantisipasi. Ada perencanaan-perencanaan yang dilakukan oleh Pemda,” katanya. Selain rapat lintas sektor, pemerintah telah membentuk tim Satgas Kebencanaan untuk memperkuat koordinasi penanganan dan kesiapsiagaan daerah. Tim tersebut akan mempersiapkan berbagai kebutuhan, termasuk dukungan bantuan serta langkah penanganan apabila gempa kembali menimbulkan dampak langsung.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap waspada tanpa panik dan segera melakukan evakuasi mandiri ketika gempa susulan kembali terjadi. “Masyarakat bisa dengan tenang melakukan evakuasi diri, untuk bisa menyelamatkan diri, jangan sampai terkena runtuhan,” ujar Bupati Ratu Wulla. Pemkab menilai kesiapan lintas sektor penting agar penanganan bencana tidak hanya bersifat reaktif ketika gempa susulan kembali terjadi. Langkah tersebut juga diharapkan memperkuat perlindungan masyarakat sekaligus mempercepat respons pemerintah apabila terjadi gempa dengan dampak lebih besar.

Gempa Susulan di Jember dan Imbauan BMKG

Di tengah rangkaian gempa susulan di Sumba, BMKG juga melaporkan gempa hari ini berkekuatan magnitudo 3,6 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (6/10/2026) pagi. Gempa terjadi pada pukul 07.36 WIB dengan pusat gempa berada di laut. Berdasarkan informasi BMKG, episenter gempa bumi berada pada titik koordinat 10,51 Lintang Selatan dan 113,47 Bujur Timur, sekitar 258 kilometer sebelah selatan Jember, Jawa Timur, dengan kedalaman 132 kilometer.

“Gempa Info Gempa Mag:3.6, 6-Okt-26 07:36:23 WIB, Lok: 10.51 LS – 113.47 BT (258 km Selatan JEMBER-JATIM), Kedlmn: 132 km,” tulis BMKG, Selasa (6/10/2026). BMKG menyampaikan informasi awal gempa dapat berubah seiring dengan kelengkapan dan pemutakhiran data. Hingga informasi ini disampaikan, belum terdapat keterangan mengenai dampak gempa maupun kerusakan yang ditimbulkan. “Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG.

Baca juga:
BMKG Hari Ini: Suhu Surabaya 48 Derajat Dibantah, Gelombang Tinggi hingga 4 Meter

Sebagai catatan, pada Rabu, 30 Juli 2025, BMKG pernah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat di pesisir wilayah berstatus waspada agar menjauhi pantai menjelang estimasi waktu tiba gelombang tsunami pascagempa magnitudo 8,7 di pesisir timur Kamchatka, Rusia. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan pihaknya telah menyampaikan arahan khusus melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masing-masing terkait peringatan dini ini. “Agar masyarakat menjauh dari pantai saat menjelang waktu tiba tsunami,” kata dia. Koordinasi juga dilakukan BMKG bersama kantor SAR setempat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Saat itu, BMKG menetapkan status waspada tsunami untuk 10 wilayah di Indonesia dengan ketinggian gelombang diperkirakan kurang dari 0,5 meter. Namun, imbauan tersebut tidak terkait dengan gempa Sumba yang tidak berpotensi tsunami.

Hingga berita ini diturunkan, BMKG terus memantau perkembangan gempa susulan di Sumba dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari BMKG. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya juga akan menggelar rapat koordinasi lanjutan pada Kamis mendatang untuk memfinalkan skenario antisipasi. Masyarakat diharapkan selalu waspada dan segera melakukan evakuasi mandiri jika merasakan guncangan kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *