Sorothari – 07 Oktober 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Rabu dini hari, 7 Oktober 2026, disebabkan oleh deformasi batuan di dalam lempeng pada zona subduksi Lempeng Indo-Australia. Dalam keterangan resminya, Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan menjelaskan bahwa gempa bumi menengah ini memiliki parameter terkini magnitudo 5,0 dengan kedalaman 82 kilometer. Gempa terjadi tepat pukul 04.15 WITA dan pusatnya berlokasi di darat, sekitar 14 kilometer sebelah tenggara Kabupaten Lombok Barat, pada koordinat 8,81 derajat lintang selatan dan 116,16 derajat bujur timur.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun,” ujar Sumawan dalam pernyataannya di Mataram, Rabu. Guncangan gempa dirasakan paling kuat di Kota Mataram dengan intensitas skala IV hingga V Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala tersebut, getaran dirasakan hampir oleh semua penduduk dan membuat banyak orang terbangun dari tidurnya. Sementara itu, gempa juga dirasakan dengan intensitas III hingga IV MMI di Lombok Tengah, serta III MMI di Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Sumbawa. Guncangan dengan intensitas II hingga III MMI bahkan terasa hingga ke Kuta dan Denpasar, Bali.
Baca juga:BMKG memastikan bahwa gempa darat tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga pukul 04.45 WITA, BMKG mencatat satu aktivitas gempa bumi susulan dengan kekuatan magnitudo 1,3. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sumawan juga mengingatkan warga untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi. “Kami terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat,” tambahnya.
Informasi mengenai gempa ini juga sempat beredar dengan kekuatan magnitudo 5,2 pada laporan awal, namun BMKG kemudian melakukan pemutakhiran data menjadi magnitudo 5,0. Perbedaan ini disebabkan oleh proses analisis lanjutan yang lebih akurat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Baca juga:BMKG terus mengimbau masyarakat untuk selalu mengakses informasi resmi dari kanal-kanal BMKG dan tidak mudah percaya pada berita hoaks yang beredar. Masyarakat juga diingatkan untuk selalu waspada terhadap kemungkinan gempa susulan meskipun kekuatannya cenderung kecil.
Baca juga:











