Sorothari – 07 Oktober 2026 | Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang digelar pada Senin, 5 Oktober 2026, di Lapangan Prima, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, menjadi momen bersejarah. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertindak sebagai inspektur upacara dan meresmikan 204 satuan baru TNI dalam rangkaian HUT TNI 2026. Peresmian ini mencakup satuan dari tiga matra: TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengucapkan syukur dan meresmikan satuan-satuan tersebut secara simbolis. “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Senin 5 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan 204 satuan baru TNI,” ujar Prabowo. Prosesi dilanjutkan dengan penekanan tombol sirene dan dentuman kehormatan meriam Armed sebagai tanda resmi beroperasinya satuan-satuan baru tersebut.
Baca juga:Setelah prosesi peresmian, Prabowo menyerahkan tongkat komando dan lambang satuan baru kepada tujuh perwakilan pimpinan satuan. Enam di antaranya adalah panglima daerah militer (pangdam) yang baru dibentuk. Berikut daftar enam kodam baru beserta pangdamnya:
- Pangdam XXIX/Mambruk: Mayjen TNI Aminton Manurung
- Pangdam XXVI/Mataram: Mayjen TNI Drajad Brima Yoga
- Pangdam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah: Mayjen TNI Rionardo
- Pangdam XXVII/Sobe Sonbai: Mayjen TNI Thevi Angandowa
- Pangdam XXX/Rinambora: Mayjen TNI Edi Saputra
- Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha: Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus
Pembentukan enam kodam baru ini tersebar dari Kepulauan Riau hingga Papua Tengah. Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah berada di Provinsi Kepulauan Riau, Kodam XXVI/Mataram di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha, Kodam XXIX/Mambruk, dan Kodam XXX/Rinambora melengkapi komando teritorial di wilayah timur Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari target TNI AD untuk memiliki komando teritorial di setiap provinsi, mengingat sebelumnya hanya terdapat 21 kodam untuk 38 provinsi.
Selain enam kodam, Prabowo juga meresmikan berbagai satuan baru lainnya, termasuk 1 divisi parako II Pasgat, 1 brigade infanteri marinir, 1 brigade parako Pasgat, 30 brigade infanteri teritorial pembangunan, serta 150 batalyon infanteri teritorial pembangunan. Satuan baru lainnya meliputi 3 batalyon bantuan tempur TNI AD yang terdiri atas satu batalyon kavaleri, satu batalyon artileri medan, dan satu batalyon artileri pertahanan udara. Tidak hanya itu, diresmikan pula 4 batalyon infanteri marinir, 3 batalyon parako Pasgat, 2 skadron udara TNI AU, 2 satuan radar TNI AU, serta 1 skadron pendidikan TNI AU.
Upacara HUT TNI 2026 ini juga diwarnai dengan perkenalan pakaian dinas upacara (PDU) baru yang terinspirasi dari beskap, pakaian tradisional Jawa. Seragam baru ini dikenakan oleh perwakilan tiga matra yang membacakan Sapta Marga, yaitu Mayjen TNI Ahmad Fikri Musmar (Pangdiv 1 Kostrad), Laksa TNI Sumarji Bimoaji (Dankodaeral XIII), dan Marsda TNI Erwin Sugiandi (Pangkodau I). Perbedaan mencolok terlihat pada kerah dan ujung lengan yang memiliki garis keemasan dengan dasar merah, serta lingkaran emas di ujung lengan. Warna seragam tetap sama: TNI AD hijau tua, TNI AL putih, dan TNI AU biru gelap.
Baca juga:Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan filosofi di balik perubahan seragam tersebut. “Filosofinya, jadi kita kebudayaan. Budaya, jadi kita lebih ke ini kan beskap ya, kearifan lokal supaya kita bisa mandirilah secara pakaian. Punya ciri khas bahwa pakaian yang digunakan oleh TNI secara budaya Indonesia mewakili, beskap kan, beskap,” kata Agus. Menanggapi anggapan bahwa seragam baru mirip dengan tentara Korea Utara, Agus menyatakan bahwa pakaian tentara di Asia, terutama ASEAN, memang memiliki kemiripan. “Ya kan kita pakaian sama. Di Asia tuh pakaian hampir sama ya. Pakaian tuh hampir sama di ASEAN ya, hampir sama. Daerah-daerah lain kalau saya ke luar negeri juga hampir sama sih pakaiannya. Lagian kan dulu satu rumpun kan,” ujarnya.
Momen hangat juga terjadi setelah rangkaian upacara selesai. Presiden Prabowo Subianto tampak berfoto bersama dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Foto bersama ini berlangsung di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Prabowo berdiri di antara SBY dan Jokowi. Sesi foto tersebut juga diikuti oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, tiga kepala matra TNI (Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono), Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.
Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang turut menghadiri upacara parade HUT ke-81 TNI, memberikan pesan kepada seluruh prajurit. Puan mengingatkan bahwa TNI tidak boleh melupakan akar kekuatannya, yaitu rakyat. “Sebagai prajurit yang lahir dari rahim rakyat, TNI tidak boleh lupa akan akarnya, yaitu rakyat. Karena itu, kekuatan TNI harus selalu berpihak kepada rakyat, bangsa, dan negara,” kata Puan. Ia juga menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 TNI kepada seluruh prajurit, keluarga besar TNI, dan para purnawirawan. Menurut Puan, peringatan ini menjadi kesempatan untuk menghargai pengabdian mereka sekaligus memperkuat dukungan negara terhadap kesiapan pertahanan Indonesia.
Puan menekankan pentingnya kesinambungan pembangunan pertahanan agar Indonesia mampu menghadapi berbagai ancaman dan menentukan sikap secara mandiri berdasarkan kepentingan nasional. Dukungan tersebut perlu berjalan beriringan dengan modernisasi pertahanan, kesiapan prajurit, serta kemampuan negara mempertahankan dan mengoperasikan alutsista dalam jangka panjang. “Situasi geopolitik global yang dinamis menuntut TNI untuk terus menjadi prajurit yang profesional, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya. Ia juga menyoroti tema HUT ke-81 TNI, “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”, yang menegaskan hubungan erat antara kekuatan pertahanan dan kepentingan masyarakat yang dilindunginya.
Baca juga:Dengan peresmian 204 satuan baru dan pembentukan enam kodam, HUT TNI 2026 menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat pertahanan negara dan memperluas komando teritorial hingga ke seluruh provinsi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan TNI dalam menjaga kedaulatan dan melindungi segenap bangsa Indonesia.












