Sorothari – 31 Oktober 2026 | Demo hari ini Jakarta kembali mewarnai ibu kota pada Kamis, 29 Oktober 2026. Polda Metro Jaya mencatat sedikitnya 61 titik penyampaian pendapat di berbagai kawasan, dengan salah satu aksi menonjol dilakukan mahasiswa Universitas Trisakti yang memadati Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, sejak sekitar pukul 15.53 WIB.
Massa yang tergabung dalam Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti itu menyuarakan tiga tuntutan rakyat atau Tritura. Mereka menuntut pemulihan di berbagai sektor nasional, pemberantasan pejabat yang tidak kompeten, serta penegakan supremasi sipil.
Baca juga:“Yang kedua, kami menyampaikan untuk para penguasa agar menghapus dan memberantas semua pejabat yang tidak inkompeten di bidangnya,” ujar Menteri Luar Negeri Kepresma Universitas Trisakti periode 2025/2026 Kabinet Karya Bersama, Arief Rizquna, saat berorasi.
Arief menjelaskan, tuntutan pertama adalah pemulihan ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan nasional. Adapun tuntutan ketiga, mahasiswa meminta supremasi sipil ditegakkan. Seluruh aspirasi itu juga dituangkan dalam spanduk dan atribut demonstrasi yang dibawa massa.
“Hari ini saya ingin menunjukkan kepada masyarakat sipil sekalian bahwa ada simbol kekecewaan, ada simbol kemirisan yang kami bawa dari Trisakti,” kata Arief.
Selain di Patung Kuda, demo hari ini Jakarta juga menyebar ke sejumlah lokasi strategis. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto, titik aksi antara lain berada di depan Gedung DPR/MPR RI, Kantor DPRD DKI Jakarta, Kementerian UMKM, kawasan silang selatan Monas, hingga Tugu Tani. Selain 61 titik penyampaian pendapat, terdapat pula 17 kegiatan masyarakat lainnya di ibu kota pada hari yang sama.
“Jadi, ada beberapa titik aksi hari ini, yaitu 61 titik penyampaian pendapat dan ada 17 kegiatan masyarakat lainnya,” ujar Budi dalam keterangannya.
Baca juga:Polisi bersama TNI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pengamanan untuk mengawal jalannya aksi. Meski demikian, Budi belum dapat merinci jumlah personel yang diterjunkan ke lapangan. Ia memastikan seluruh titik tetap mendapat pelayanan, pengawalan, dan pengamanan.
“Tetap seluruh personel, kami belum bisa menyampaikan jumlah pasti personel, tetapi beberapa titik pelaksanaan aksi 61 titik itu tetap akan dilakukan pelayanan, pengawalan oleh pihak kepolisian, TNI, dan Pemprov DKI,” ujarnya.
Budi juga mengimbau peserta aksi menyampaikan aspirasi secara tertib. Menurutnya, seyogianya pemberitahuan diberikan sebelum aksi berlangsung. Namun, apa pun kondisinya, kepolisian tetap akan melakukan pengamanan dan pelayanan.
Bagi warga yang hendak beraktivitas, demo hari ini Jakarta berpotensi memicu kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi aksi. Masyarakat dapat memantau kondisi jalan secara real-time melalui sejumlah tautan CCTV Jakarta, jalan tol, dan jalan non-tol sebelum menentukan rute perjalanan. Pemantauan juga bisa dilakukan lewat aplikasi Travoy dengan memilih fitur CCTV dan segmen tol terdekat dari lokasi aksi.
Sejumlah titik yang dijadwalkan menjadi lokasi kegiatan penyampaian pendapat pada hari ini antara lain Taman Pandang Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Tugu Tani, serta sekitar Gedung DPR/MPR RI. Pengguna jalan yang melintas di sekitar pusat pemerintahan, kawasan Monas, Jalan MH Thamrin, hingga ruas jalan utama lainnya disarankan memeriksa kondisi CCTV daring untuk mempertimbangkan jalur alternatif bila terjadi kepadatan atau aktivitas massa.
Baca juga:Demo hari ini Jakarta juga menjadi kelanjutan dari rangkaian aksi mahasiswa dalam beberapa hari terakhir. Sehari sebelumnya, Rabu, 28 Oktober 2026, ribuan mahasiswa menggelar unjuk rasa bertajuk “Indonesia Sadar” di kawasan Jalan MH Thamrin dan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.
Aksi itu diwarnai kehadiran salib merah berukuran besar yang digotong massa dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Salib setinggi sekitar lima meter tersebut terinspirasi dari film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono yang menyoroti kerusakan lingkungan di Papua.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan solidaritas terhadap masyarakat adat Papua serta menuntut penghentian proyek yang dinilai mengancam kelestarian hutan. Film Pesta Babi sendiri menyoroti dampak Proyek Strategis Nasional (PSN), ekspansi perkebunan sawit dan tebu, serta pembukaan hutan dalam skala besar di wilayah Papua Selatan, seperti Merauke, Boven Digoel, Asmat, dan Mappi.
Hingga berita ini ditulis, massa mahasiswa Universitas Trisakti masih berada di kawasan Patung Kuda. Kepolisian mengimbau seluruh peserta aksi menjaga ketertiban dan mengikuti aturan penyampaian pendapat. Warga yang hendak melintas di sekitar lokasi demo hari ini Jakarta disarankan memantau perkembangan lalu lintas dan mencari rute alternatif untuk menghindari kemacetan.












