Insiden Kekerasan di Santos Berujung Kematian, Polisi Selidiki Kasus Latrocínio

Insiden Kekerasan di Santos Berujung Kematian, Polisi Selidiki Kasus Latrocínio
Insiden Kekerasan di Santos Berujung Kematian, Polisi Selidiki Kasus Latrocínio

Sorothari – 28 Oktober 2026 | Kasus kekerasan yang terjadi di Santos, São Paulo, Brasil, memasuki babak baru setelah korban bernama Marcelo de Oliveira Rocha meninggal dunia pada Senin (26/10/2026) sore waktu setempat. Pria yang berprofesi sebagai engenheiro ambiental (insinyur lingkungan) itu sebelumnya ditemukan tak sadarkan diri usai menjadi korban pengeroyokan dalam sebuah acara politik yang mendukung Presiden Luiz Inácio Lula da Silva. Jenazah korban disemayamkan pada Rabu (28/10/2026) di Cemitério Chora Menino, bairro Imirim, zona utara São Paulo, mulai pukul 09.00, dan dimakamkan pada pukul 16.00 di Cemitério Congonhas, zona selatan ibu kota.

Menurut keterangan Secretaria da Segurança Pública de São Paulo (SSP-SP), peristiwa bermula pada dini hari Sabtu (24/10/2026) ketika Marcelo menghadiri acara samba dalam rangkaian kampanye politik di kawasan avenida Conselheiro Nébias, Santos. Korban sempat memisahkan diri dari teman-temannya untuk pergi ke toilet dan saat itulah ia dihadang sekelompok orang. Ia mengalami penganiayaan dan sejumlah barang miliknya dirampas. Teman-teman yang menyadari korban tak kunjung kembali kemudian mencari dan menemukannya dalam kondisi tidak sadar.

Baca juga:
KPK Ungkap Deretan Uang dan Barang Mewah yang Diduga Diterima Bupati Lombok Barat

Marcelo segera dilarikan oleh Samu (Serviço de Atendimento Móvel de Urgência) ke Santa Casa de Santos untuk mendapatkan pertolongan pertama. Karena kondisinya kritis, ia dirujuk ke Hospital São Paulo, rumah sakit universitas yang terafiliasi dengan Unifesp (Universidade Federal de São Paulo). Di sanalah nyawanya tidak tertolong pada Senin sore. Almarhum diketahui tengah menempuh studi magister di Unifesp.

Polisi telah menangkap dua remaja yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Berdasarkan informasi dari SSP-SP, penyelidikan mengarah pada lima remaja dan dua orang dewasa sebagai tersangka. Seiring dengan meninggalnya korban, status perkara dinaikkan menjadi latrocínio, yakni tindak pidana pencurian yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Hingga saat ini, otoritas masih mendalami peran masing-masing tersangka dan kronologi lengkap kejadian.

Kematian Marcelo meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya. Pihak keluarga telah mengunggah foto almarhum melalui media sosial sebagai bentuk penghormatan terakhir. Kasus ini juga menjadi sorotan publik di Santos dan sekitarnya, terutama terkait keamanan dalam kegiatan politik maupun acara yang melibatkan massa. Aparat kepolisian dijadwalkan terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan barang bukti untuk melengkapi berkas penyidikan.

Baca juga:
Babak Baru Kasus Hellyana, Wagub Babel: Usai Vonis 4 Bulan, Sidang Dugaan Ijazah Palsu Segera Digelar

Perkembangan Penanganan Kasus

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai motif di balik penyerangan tersebut. Penyidik masih menelusuri apakah aksi itu merupakan tindak kriminal murni atau dipicu oleh hal lain. Sejumlah pihak mendesak agar proses hukum berjalan transparan dan adil bagi korban maupun keluarganya.

Sementara itu, publik di Santos menantikan hasil investigasi lanjutan. Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan keamanan di ruang publik, terlebih dalam gelaran acara yang mengumpulkan banyak orang. Pemerintah daerah diminta memperkuat pengamanan agar peristiwa serupa tidak terulang.

Keluarga korban berharap aparat dapat mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas para pelaku. Mereka juga meminta agar identitas almarhum dihormati dan tidak dikaitkan dengan isu politik yang lebih luas. Proses pemakaman berlangsung tertib dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian setempat.

Baca juga:
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur: Rekam Vandalisme hingga Ditemukan Terborgol

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *