Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur: Rekam Vandalisme hingga Ditemukan Terborgol

Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur: Rekam Vandalisme hingga Ditemukan Terborgol
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur: Rekam Vandalisme hingga Ditemukan Terborgol

Sorothari – 27 Juli 2026 | Kronologi tewasnya satpam Jatiluhur Purwakarta yang diawali dari rekaman aksi vandalisme hingga ditemukan tewas terborgol masih menjadi misteri. Seorang petugas keamanan Perum Jasa Tirta II, Sumarna (43), ditemukan mengambang di perairan Waduk Jatiluhur pada Jumat, 24 Juli 2026 pagi. Korban dalam kondisi tangan terborgol ke belakang dan masih mengenakan seragam dinas lengkap.

Peristiwa ini bermula pada Kamis malam, 23 Juli 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Rekan kerja korban mendapati pos jaga dalam keadaan kosong. Sepeda motor korban masih terparkir rapi di dekat lokasi, namun Sumarna tidak dapat dihubungi. Nomor teleponnya mendadak tidak aktif. Petunjuk awal ditemukan saat handy talky (HT) milik korban tergeletak di atas sebuah perahu yang bersandar di sekitar tanggul. Keesokan harinya, warga menemukan jenazah Sumarna tidak jauh dari posisi HT tersebut.

Baca juga:
Warga Bangkalan Tertipu Rp164 Juta oleh Sales Mobil Palsu

Sebelum kejadian, Sumarna diketahui mengunggah status WhatsApp yang memperlihatkan coretan vandalisme di jalan area tanggul Waduk Jatiluhur. Dalam rekaman itu, ia mengeluhkan aksi tidak bertanggung jawab tersebut. Dugaan sementara, korban ditegur atau diancam oleh sekelompok pemuda yang melakukan aksi vandalisme sebelum akhirnya tewas. Namun, polisi belum memastikan keterkaitan tersebut.

Istri korban, Siti Mariam (42), mengaku syok dan kehilangan. “Yang biasanya pulang pagi ini nggak ada,” ujarnya saat ditemui di rumah duka di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, Sabtu (25/7).

Baca juga:
Don Ritto Tertunduk saat Tiba di Kejagung, Polri Pastikan Barang Bukti Emas dan Uang Asli

Penyelidikan Polisi

Satreskrim Polres Purwakarta terus mendalami kasus ini. Kasat Reskrim AKP I Made Purwantara mengatakan penyidik telah memeriksa 12 orang saksi, mengamankan rekaman CCTV di kawasan Perum Jasa Tirta II, serta mengumpulkan barang bukti termasuk telepon genggam korban. Autopsi dilakukan di Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, untuk mengetahui penyebab pasti kematian.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, alias Om Zein, melayat ke rumah duka dan menyoroti minimnya fasilitas keamanan di area waduk. Ia meminta Perum Jasa Tirta II melakukan evaluasi menyeluruh. “Sebaiknya harus ada CCTV. Penugasan pengamanan juga harus disesuaikan dengan luas area dan tingkat kerawanan. Kalau area luas dan rawan, tidak bisa hanya dijaga satu orang. Penerangan juga harus ditambah, tidak boleh gelap,” tegasnya.

Baca juga:
Dua Pria di Lampung Utara Bunuh Ibu Rumah Tangga demi Judi Online dan Narkoba

Hingga saat ini, polisi belum menetapkan tersangka. Kasus ini masih dalam penyelidikan intensif. Masyarakat diharapkan bersabar dan tidak berspekulasi liar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *