Eks Kabareskrim Susno Duadji Minta Dugaan Perselisihan Sutrimo dengan Keluarga Febrie Adriansyah Diusut

Eks Kabareskrim Susno Duadji Minta Dugaan Perselisihan Sutrimo dengan Keluarga Febrie Adriansyah Diusut
Eks Kabareskrim Susno Duadji Minta Dugaan Perselisihan Sutrimo dengan Keluarga Febrie Adriansyah Diusut

Sorothari – 30 Juli 2026 | Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Susno Duadji mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan perselisihan antara Sutrimo, pria yang ditemukan meninggal secara misterius, dengan keluarga mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Menurutnya, semua informasi yang berkembang harus didalami guna memastikan ada tidaknya keterkaitan dengan kasus hukum yang tengah ditangani.

Sutrimo, 42 tahun, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis, 23 Juli 2026 pagi. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, namun dinyatakan meninggal dunia saat tiba. Lokasi penemuan merupakan klinik yang sudah tidak beroperasi sejak masa pandemi Covid-19.

Baca juga:
Kejagung Soroti Diskresi Penahanan Tersangka Febrie Adriansyah

Beredar informasi melalui pesan berantai bahwa Sutrimo diduga pernah bekerja sebagai kepala rumah tangga di rumah dinas Febrie Adriansyah ketika masih menjabat sebagai Jampidsus. Informasi ini belum mendapat konfirmasi resmi dari aparat penegak hukum.

Kematian Sutrimo terjadi hanya beberapa hari setelah Febrie Adriansyah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), serta sehari sebelum yang bersangkutan ditahan. Di tengah penyelidikan, muncul kabar bahwa Sutrimo sempat berselisih dengan salah satu anggota keluarga Febrie terkait proyek batu bara di Provinsi Jambi.

Susno Duadji menegaskan bahwa penyelidikan tidak boleh hanya berfokus pada penyebab kematian Sutrimo, tetapi juga harus mengungkap siapa pihak yang disebut berselisih dan latar belakang masalah tersebut. “Dugaan perselisihan Sutrimo dengan keluarga Febrie Adriansyah harus diusut secara mendalam,” ujarnya.

Baca juga:
Rahmadi Protes Keras Terhadap Proses Penangkapan Dhea Tersangka Narkoba Katingan

Pihak keluarga Sutrimo, melalui perwakilan Sudiono, menyatakan bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit gula yang sudah akut. Mereka meminta kasus ini tidak dibesar-besarkan dan menyatakan ikhlas tanpa akan melakukan upaya hukum. Namun, publik tetap menyoroti sejumlah kejanggalan, termasuk lokasi penemuan yang terpencil dan waktu kejadian yang berdekatan dengan penahanan Febrie.

Polda Metro Jaya telah melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah dan objektif. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan pada Minggu, 26 Juli, dengan mengambil sampel dari lokasi untuk diperiksa di laboratorium. “Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Untuk memastikan penyebab meninggalnya saudara S, kepolisian melakukan olah TKP dengan melibatkan Puslabfor dan serangkaian tindakan penyelidikan lainnya,” ujar Budi.

Selain itu, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti. Hingga saat ini, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian Sutrimo. Kasus ini terus menjadi perhatian publik karena kaitannya dengan perkara besar yang menjerat Febrie Adriansyah.

Baca juga:
Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok di Bali, Ternyata Residivis Kasus Pencurian 2018 dan Bawa Sajam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *