Yusril Soroti Tewasnya Terduga Pencuri Ayam dan Motor Dikeroyok, Kritik Pengawasan Polisi

Yusril Soroti Tewasnya Terduga Pencuri Ayam dan Motor Dikeroyok, Kritik Pengawasan Polisi
Yusril Soroti Tewasnya Terduga Pencuri Ayam dan Motor Dikeroyok, Kritik Pengawasan Polisi

Sorothari – 30 Juli 2026 | Pakum hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menyoroti tewasnya terduga pencuri ayam dan motor yang dikeroyok hingga tewas, serta mengkritik lemahnya pengawasan polisi. Dalam dua peristiwa terpisah di Bali dan Sulawesi Tengah, dua orang tewas setelah diamuk massa karena diduga mencuri. Yusril menilai aksi main hakim sendiri ini menunjukkan kegagalan aparat dalam memberikan rasa aman dan penegakan hukum yang tegas.

Peristiwa pertama terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Seorang pria berinisial KD (33) tewas dikeroyok warga setelah kepergok mencuri ayam aduan. Menurut Kepala Desa Batunya, I Made Riasa, kejadian bermula saat ipar Yuni Astini memergoki KD sedang mencuri ayam peliharaannya. KD disebut membawa senjata tajam dan mengancam akan membunuh pemilik ayam jika melawan. Karena takut, pemilik ayam menghubungi adiknya yang sedang menghadiri resepsi, lalu informasi diteruskan kepada Ketua Pecalang Banjar Juwuk Legi. Warga kemudian membunyikan kukul bulus (kentongan Bali) sehingga banyak warga berkumpul dan terjadi pengeroyokan yang berujung tewasnya KD.

Baca juga:
Viral! Innova Reborn Pelat Merah Ugal-ugalan di Tanggamus, Polisi Buru Pengemudi

Keluarga tersangka, Ni Komang Narti, istri dan anaknya yang turut diamankan polisi, mengaku mengalami beban berat. Suami dan anaknya yang menjadi tulang punggung keluarga kini ditahan di Polres Tabanan. Narti, yang bekerja sebagai petani sayur dan menderita saraf kejepit, harus menghidupi menantu dan dua cucu yang masih balita. Ia mengaku keluarganya sempat kehilangan 16 ekor ayam aduan dua bulan sebelumnya, yang menjadi pemicu keresahan warga. Meski demikian, Narti berharap suami dan anaknya segera bebas karena mereka tulang punggung keluarga.

Peristiwa kedua terjadi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Wawan Sudirman (33) tewas dikeroyok massa setelah diduga hendak mencuri motor di sebuah minimarket. Pemilik motor, seorang wanita, menceritakan bahwa ia memarkir motornya dengan kunci masih menempel saat masuk ke minimarket. Ia melihat Wawan menaiki motornya dan awalnya mengira hanya akan menggeser posisi parkir. Namun, Wawan kemudian menyalakan kunci kontak dan mendorong motor keluar. Pemilik motor segera mengejar dan Wawan mengaku mencuri, lalu lari ke dalam minimarket untuk menyelamatkan diri. Warga yang berkumpul akhirnya mengeroyok Wawan hingga tewas. Polisi yang datang terlambat karena harus menjemput pelaku di dalam minimarket.

Baca juga:
Polda Aceh Ungkap Motif Perampokan Toko Emas oleh Oknum Polisi Bripda MZ

Yusril menyoroti dua kasus ini sebagai contoh lemahnya pengawasan polisi. Menurutnya, polisi harus hadir lebih cepat untuk mencegah aksi main hakim sendiri. Ia mendorong aparat untuk meningkatkan patroli dan respons terhadap laporan masyarakat agar kepercayaan publik terhadap hukum tetap terjaga. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kedua kasus dan telah menetapkan beberapa tersangka. Di Bali, suami dan anak Yuni Astini telah ditahan, sementara di Morowali, polisi masih menyelidiki pelaku pengeroyokan.

Baca juga:
Tiga Hari Setelah Titip Rp2 Juta untuk Sekolah Anak, Maling Ayam di Tabanan Tewas Dihakimi Massa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *