Berita  

Cuaca Bandung Berpotensi Hujan Lebat, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tiga Hari

Cuaca Bandung Berpotensi Hujan Lebat, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tiga Hari
Cuaca Bandung Berpotensi Hujan Lebat, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tiga Hari

Sorothari – 27 Oktober 2026 | Cuaca Bandung dan sejumlah wilayah di Jawa Barat diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada 27-29 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini yang menempatkan Kabupaten Bandung dalam kategori siaga pada Selasa (27/10/2026) dan meningkat menjadi awas pada Rabu (28/10/2026). Sementara Kota Bandung masuk kategori waspada pada Selasa, lalu naik menjadi siaga pada Rabu.

Peringatan dini cuaca BMKG yang dirilis pukul 07.50 WIB menyebutkan potensi hujan di sejumlah wilayah Jawa Barat meningkat pada Rabu. Selain Kabupaten Bandung, wilayah yang masuk kategori awas atau berpotensi hujan sangat lebat hingga ekstrem meliputi Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran. Adapun Kabupaten dan Kota Sukabumi tetap berada di kategori siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat selama tiga hari berturut-turut.

Baca juga:
BMKG Bantah Suhu Surabaya 48 Derajat Celsius, Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi dan Cuaca Ekstrem

Pada Selasa, kategori siaga juga berlaku untuk Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran. Sementara Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, dan Kota Banjar masuk kategori waspada atau berpotensi hujan sedang hingga lebat.

Memasuki Rabu, kategori waspada berlaku untuk Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, serta Kota Cirebon. Wilayah lain yang masuk kategori siaga meliputi Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, dan Kota Banjar.

Pemicu Peningkatan Awan Konvektif

Stasiun Klimatologi Jawa Barat BMKG merilis prakiraan cuaca mingguan untuk periode 27 Oktober hingga 1 November 2026. Hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan sejumlah wilayah di Jawa Barat masih berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang dalam skala lokal dan durasi singkat.

Peningkatan potensi pertumbuhan awan konvektif dipicu beberapa fenomena atmosfer. Suhu muka laut yang relatif hangat mendukung suplai uap air ke wilayah daratan. Selain itu, gelombang atmosfer Rossby Ekuator dan Madden Julian Oscillation (MJO) terindikasi aktif di wilayah Jawa Barat, didukung kondisi labilitas atmosfer pada kategori labil sedang hingga kuat.

Baca juga:
Sorotan Peristiwa 21 Oktober 2026: Dari Peringatan Keamanan hingga Transkrip Radio

BMKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat dan instansi terkait untuk mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi. Rekomendasi tersebut mencakup pemantauan perkembangan cuaca secara berkala serta kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan lebat disertai angin kencang.

Dampak Cuaca Ekstrem di Bandung Barat

Cuaca ekstrem telah berdampak di Kabupaten Bandung Barat. Ratusan rumah di Kecamatan Padalarang terdampak bencana cuaca ekstrem dan longsor pada Senin (26/10/2026) sore. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Barat, Rega Wiguna, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut tersebar di empat desa.

“Lokasi terdampak cuaca ekstrem ini di Desa Jayamekar, Padalarang dan Kertajaya. Sementara itu, di desa Campaka Mekar bencana tanah longsor mengakibatkan 2 KK terdampak,” kata Rega, Selasa (27/10/2026).

Akibat hujan disertai angin kencang, sebanyak 522 rumah rusak dan berdampak pada 517 kepala keluarga. Rinciannya, di Desa Jayamekar 95 rumah rusak, Padalarang 398 rumah rusak, dan Kertajaya 27 rumah rusak. Di Desa Campaka Mekar, 2 rumah terdampak longsor. Dari total 522 rumah, 219 mengalami rusak ringan, 165 rusak sedang, dan 136 rusak berat. Sebanyak 4 fasilitas umum rusak ringan dan 5 rusak berat.

Baca juga:
JMA Minta Maaf Usai Peringatan Dini Gempa 9,9 Magnitudo di Jepang Keliru

Rega menyatakan aparat kewilayahan bersama stakeholder terkait masih melakukan penanganan di lokasi terdampak bencana hingga saat ini.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca bandung yang dapat berubah cepat, terutama di wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya yang berstatus awas pada Rabu. BMKG menyarankan pemantauan informasi resmi secara berkala mengingat potensi hujan lebat masih berlanjut hingga awal November 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *