Sorothari – 27 Oktober 2026 | Nama Pulau Buru kembali mencuat dalam sejumlah peristiwa dan diskusi budaya sepanjang akhir Oktober 2026. Dari perairan Maluku, seorang nelayan asal Pulau Buru dilaporkan selamat setelah terombang-ambing dua hari di laut. Sementara itu, di dunia sastra dan perfilman, Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer kembali menjadi perbincangan setelah sutradara dan aktris film “Laut Bercerita” mengungkapkan buku favorit mereka dari karya legendaris tersebut.
Kisah penyelamatan La Jasman (40), nelayan asal Desa Wamlana, Kecamatan Fena Leisela, Kabupaten Pulau Buru, Maluku, menjadi sorotan pertama. Pria yang akrab disapa La Jasmin Buton itu berangkat memancing pada Sabtu (24/10/2026) pukul 02.00 WIT menggunakan longboat biru bermesin 15 PK. Namun, ia tak kunjung kembali dan dilaporkan hilang oleh keluarganya.
Baca juga:Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, melalui Danpos Unit Siaga SAR Sanana, Fahari Yosua, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan memulai operasi pencarian hari kedua pada pukul 07.30 WIT dengan mengerahkan RIB 01 Basarnas Ternate. Pencarian membuahkan hasil ketika pada pukul 17.08 WIT, korban ditemukan oleh nelayan setempat di perairan Mangoli Utara Timur, sekitar 20,98 Nautical Mile dari lokasi kejadian awal.
Menurut pengakuan korban, ia sempat berencana kembali ke Pulau Buru, tetapi arah pelayarannya terhalang kabut asap hingga kehilangan arah. Kondisi diperparah dengan habisnya bahan bakar minyak (BBM), sehingga longboat terbawa arus hingga ke perairan Mangoli. La Jasman kemudian diselamatkan oleh seorang nelayan asal Desa Bajo dan dievakuasi ke desa tersebut.
Operasi SAR melibatkan Tim Rescue USS Sanana, Ditpolairud Polda Malut Marnit Sanana, Dokkes Polres Kepulauan Sula, serta masyarakat Desa Bajo, Desa Wamlana, dan keluarga korban. Selain RIB 01 USS Sanana, longboat milik warga juga dikerahkan. Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Sebelumnya, KANSAR Ternate menerima laporan dari KANSAR Ambon pada Minggu (25/10/2026) pukul 11.30 WIT terkait musibah di perairan Wamlana yang diteruskan oleh pihak keluarga. Setelah upaya pencarian mandiri oleh warga dan keluarga tidak membuahkan hasil, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang untuk meminta bantuan SAR.
Di sisi lain, Pulau Buru juga memiliki tempat istimewa dalam sejarah sastra Indonesia melalui Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Sutradara Yosep Anggi Noen dan aktris Dian Sastrowardoyo mengungkapkan buku favorit mereka dari tetralogi tersebut saat wawancara di studio foto di Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026). Keduanya terlibat dalam film “Laut Bercerita” yang karakternya diinspirasi oleh kelompok Winatra.
Anggi Noen memilih “Bumi Manusia”, buku pertama dari empat buku tersebut, karena dinilai mampu membangkitkan kesadaran mengenai identitas dan pergulatan seseorang dalam memahami jati diri. “Aku pilih Bumi Manusia. Aku kira itu bentuk dari sebuah cerita yang membangkitkan semacam kesadaran mengenai kebangsaan. Atau bukan kebangsaan ya, apa ya? Perasaan menjadi identitas, perasaan identitas seseorang gitu dan pergulatannya,” kata Anggi.
Baca juga:Sementara itu, Dian Sastrowardoyo awalnya mengaku sulit mengatakan buku favoritnya dari setiap buku dalam Tetralogi Pulau Buru karena masing-masing memiliki fokus pembahasan menarik sendiri-sendiri. Menurut Dian, “Bumi Manusia” menggambarkan tahap awal tumbuhnya kesadaran identitas sebangsa dalam pemikiran tokoh Minke saat dilanda situasi penjajahan.
“Kalau kita menilik di pergerakan Minke, itu kan dia baru mulai menumbuhkan rasa nasionalismenya. Waktu itu belum ada nasionalisme, ya, maksudnya masih penjajahan gitu kan. Cuma dia tuh paham betul identitasnya sebagai Bumiputra tuh ternyata belum dibanggakan gitu,” ujar Dian.
Ia menjelaskan, pada awalnya Minke sangat mengagumi orang Belanda dan budaya Barat. Namun, seiring dengan perkembangan dirinya, terutama melalui kegiatan menulis, Minke mulai membangun kebanggaan terhadap identitasnya sebagai bumiputra dan berupaya menyuarakan kepentingan masyarakatnya sendiri.
“Dia jadi lumayan bangga hati saat menulis untuk orangnya sendiri, rakyatnya sendiri, akhirnya dia mulai menulis dengan bahasanya. Kan tadinya maunya bahasa Belanda doang, gitu kan,” tutur Dian.
Meski mengakui pentingnya tema dalam “Bumi Manusia”, Dian justru merekomendasikan buku kedua, “Anak Semua Bangsa”. Ia tertarik pada perkembangan kepekaan Minke terhadap kehidupan masyarakat kecil, termasuk persoalan yang dihadapi para petani. Bagi Dian, buku tersebut juga memuat pelajaran mengenai ketimpangan kelas dan pentingnya seseorang yang memiliki hak istimewa untuk tetap peka terhadap kondisi masyarakat di sekitar kita.
Di sisi lain, nama Pulau Buru juga muncul dalam pemberitaan ekonomi. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan akan segera menerbitkan pengumuman dan melakukan investigasi saat terdeteksi adanya dugaan manipulasi harga saham. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan bahwa pihaknya akan menerapkan metodologi dan prosedur pengawasan yang lebih efektif. Langkah ini diambil untuk memastikan perdagangan di BEI berjalan secara teratur, wajar, dan efisien. Meski tidak terkait langsung dengan Pulau Buru, pemberitaan ini menunjukkan bahwa nama “Buru” kerap muncul dalam konteks penindakan terhadap praktik curang di pasar modal.
Baca juga:Selain itu, di Batam, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menggelar operasi pemulihan kawasan peredaran narkoba di Kampung Madani, Simpang Dam Muka Kuning, Kecamatan Seibeduk. Sebanyak 18 orang diamankan, dengan 17 di antaranya positif berdasarkan tes urine. Operasi ini melibatkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri, Satuan Brimob, Direktorat Samapta, Bidang Kedokteran dan Kesehatan, Bidang Propam, Bidang Humas, serta BNNP Kepulauan Riau. Barang bukti yang disita meliputi satu paket sabu, dua bilah senjata tajam, satu bong, enam telepon genggam, satu gunting, beberapa pipet, dan satu sepeda motor.
Terpisah, Maluku Coffee Week (MCW) yang dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 8 November 2026 di Ambon menjadi upaya memperkenalkan potensi kopi lokal Maluku. Show Director MCW, Otham Amir, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal untuk membangun kolaborasi antarpelaku industri kopi di Maluku yang selama ini dinilai belum terhubung secara optimal. Meski tidak secara spesifik membahas Pulau Buru, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah di Maluku, termasuk Pulau Buru yang dikenal memiliki kekayaan rempah dan kopi.
Dengan berbagai peristiwa tersebut, Pulau Buru terus menunjukkan eksistensinya, baik sebagai wilayah maritim yang rawan musibah, saksi sejarah sastra Indonesia, maupun bagian dari dinamika sosial-ekonomi di Maluku. Hingga saat ini, La Jasman telah kembali ke keluarganya dalam keadaan selamat, sementara diskusi mengenai Tetralogi Pulau Buru diprediksi akan terus bergema seiring dengan rilisnya film “Laut Bercerita”.












