Sorothari – 06 Oktober 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah informasi yang menyebutkan suhu udara di Surabaya mencapai 48 derajat Celsius. Klarifikasi ini disampaikan setelah ajang Surabaya Isoplus Marathon 2026 dihentikan di tengah perlombaan karena kondisi panas yang ekstrem. BMKG menegaskan bahwa suhu maksimum yang tercatat di kota tersebut berada di kisaran 37 derajat Celsius.
Prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, menjelaskan bahwa suhu udara maksimum di Surabaya masih berpotensi meningkat selama Oktober, ketika kota tersebut masih berada dalam periode musim kemarau. “Untuk di periode bulan Oktober ini yang masih musim kemarau, suhu udara maksimum diprediksi dapat meningkat hingga sekitar 37 derajat celsius,” kata Oky kepada CNN Indonesia pada Senin (5/10). Puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung antara pertengahan hingga akhir Oktober 2026.
Baca juga:Informasi mengenai suhu Surabaya yang disebut mencapai 48 derajat Celsius mencuat setelah Race Director Surabaya Isoplus Marathon 2026, Safrita Aryana, menyebut penghentian perlombaan dilakukan setelah alat pemantau suhu menunjukkan angka 42 hingga 46 derajat Celsius, bahkan sempat mencapai 48 derajat Celsius. Panitia kemudian mengibarkan bendera hitam sebagai tanda kegiatan dihentikan. Oky menegaskan bahwa angka di atas 40 derajat Celsius tersebut bukan berasal dari hasil pengamatan suhu udara BMKG.
Peringatan Gelombang Tinggi dan Cuaca Ekstrem
Di tengah kondisi panas di Jawa Timur, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi berkisar 2,5 hingga 4 meter di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 6 Oktober 2026. Masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan.
“Masyarakat pesisir Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan juga diminta mengantisipasi potensi banjir rob akibat fenomena pasang air laut,” ujar prakirawan BMKG Bintari dalam siaran pembaruan informasi cuaca di Jakarta, dilansir Antara pada Selasa (6/10/2026).
Selain itu, BMKG merilis prakiraan cuaca bervariasi di sejumlah kota di Indonesia, mulai dari hujan petir, hujan sedang dan ringan, berawan tebal, hingga udara kabur dan potensi asap. Prakirawan BMKG Bintari mengatakan pola perlambatan dan pertemuan angin memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia, meski kondisi kering masih mendominasi secara umum.
Baca juga:“Pesisir barat Sumatera, sebagian besar Kalimantan, hingga wilayah Papua bagian tengah dan pegunungan diprakirakan mengalami pembentukan awan hujan. Pengguna transportasi udara diimbau mewaspadai potensi awan cumulonimbus di wilayah lintasan penerbangan tersebut,” kata Bintari.
Deteksi Sebaran Asap di Sumatera Utara
BMKG juga mendeteksi sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Kepala BBMKG Wilayah I Hendro Nugroho mengatakan, berdasarkan citra sebaran asap pada 6 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB, terdapat titik asap di sejumlah wilayah. Titik asap tersebut terdeteksi berada di Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, Padang Sidempuan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Toba, Asahan, dan Kota Tanjung Balai.
“Sementara hasil pemantauan citra satelit pada sebaran titik panas (hotspot) di Sumatera Utara pada 5 Oktober 2026 terdapat 5 titik panas yang tersebar di Padang Lawas Utara dan Tapanuli Selatan,” kata Hendro.
Peringatan Dini Cuaca 6-7 Oktober 2026
BMKG memperbarui peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah Indonesia yang berlaku dalam periode 5-7 Oktober 2026. Untuk 6 Oktober 2026, BMKG mencatat dua wilayah berada pada kategori Siaga, yakni Aceh dan Kalimantan Utara. Sehari kemudian, status Siaga berubah menjadi Sumatera Utara. Sementara itu, sejumlah wilayah lain masuk kategori Waspada karena berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.
Baca juga:Tidak ada wilayah yang masuk kategori Awas, baik pada 6 maupun 7 Oktober 2026. Pada Selasa (6/10/2026), BMKG menetapkan Aceh dan Kalimantan Utara dalam kategori Siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Di level Waspada, terdapat tujuh wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, yaitu: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat. Masyarakat di wilayah tersebut perlu mencermati potensi hujan dengan intensitas tinggi beserta dampak hidrometeorologi yang mungkin menyertainya.
Memasuki Rabu (7/10/2026), daftar wilayah Siaga berubah. Sumatera Utara menjadi satu-satunya wilayah yang berada pada kategori Siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
BMKG terus mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti arahan dari pihak berwenang, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah pesisir dan daerah rawan bencana hidrometeorologi.












